ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kehilangan Seorang Guru


__ADS_3

Memang kejutan yang diberikan oleh Masamune membuat Aster tidak bisa berkata kata, dia tidak mengharapkan hal itu terjadi dan jika apa yang dikatakan oleh Masamune benar adanya, maka bencana akan melanda seluruh kota Lamongan cepat atau lambat.


Bukan hanya Leo yang berpikir demikian, semua orang yang ada di sana memiliki pola pikir yang sama, tapi mereka sadar bahwa saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan karena mereka tidak tahu siapa saja kelompok Organisasi Kegelapan mereka yang menyamar menjadi penjaga keamanan.


"Uhuk…uhuk…" Ryan batuk dengan darah hitam yang keluar dari mulutnya, racun yang ada di dalam dirinya benar benar sangat ganas bahkan membuat kesadaran Ryan mulai menghilang sedikit demi sedikit.


Jika saja Ryan tidak mengalirkan kekuatan spiritualnya maka sejak awal dia sudah tidak ada di dunia ini.


"Guru, apakah guru benar benar baik baik saja" Leo berusaha bangkit tapi rasa sakit yang ada pada dirinya benar benar sangat menyiksa membuat Leo kembali terjatuh sambil mengeram kesakitan akibat luka lukanya.


Masamune yang sejak awal menggendong Ryan kemudian menurunkan pria itu dan merebahkan dirinya setelah melepaskan tas yang dibawa olehnya sambil menarik nafas putus putus.


"Kalian semua, sepertinya racun yang ada di dalam tubuhku sudah mulai tidak terkendali, aku akan menyampaikannya kepada kalian sebelum semua terlambat, di dalam tas yang aku bawa ada enam buah alat yang bisa kalian gunakan di senjata spiritual yang kalian miliki, senjata itu memiliki kegunaan untuk menghancurkan transmisi yang dihasilkan dari alat yang digunakan oleh Orbion untuk menyamar, Leo aku, maaf maksudku kami mengandalkanmu" Ujar Ryan sebelum tubuhnya mengejang dengan sangat hebat dan menutup matanya sesaat sesudah itu.


"Guru" Leo tidak bisa menahan diri, meskipun seluruh tubuhnya terasa sangat sakit ketika digerakkan, Leo masih tetap berusaha menghampiri Ryan.


Setelah beberapa saat kemudian Ryan benar benar dipastikan telah meninggal dunia dengan seunyuam yang sangat lebar, terlihat di wajah Ryan gambaran kebahagiaan yang sangat sulit digambarkan saat itu.


"Tidak, Guru" Leo berteriak dengan lantang yang membuat semua orang menatap ke arahnya dengan derai air mata yang terus keluar dari mata mereka.


Mereka tidak tahu apa yang mungkin akan mereka lakukan jika mereka berada di posisi Leo saat ini, kehilangan ibu dan ayahnya dalam waktu yang berdekatan dan saat ini dia harus kehilangan sosok guru yang menjadi panutannya.

__ADS_1


Mereka bisa melihat bahwa hati Leo benar benar hancur saat ini dan tidak mungkin untuk memulihkannya dalam waktu singkat, mereka hanya bisa berharap Leo tidak berlarut larut dalam masalah yang dihadapi karena dunia masih membutuhkan sosok yang bisa dipercaya dan jenius tiada tanding sepertinya.


……


Pemakaman Ryan dilakukan tepat di hari kematiannya, banyak orang yang merasa kehilangan termasuk orang orang dari aliran Legendaris, meskipun kebanyakan dari mereka tidak mengantarkan Ryan menuju ke pemakaman terakhirnya tapi tetap saja mereka sangat merasa kehilangan setelah pertama kehilangan pemimpin mereka.


Leo juga turut hadir dalam pemakaman itu meskipun dia mencoba untuk kuat, Leo tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang dia rasakan setelah kehilangan banyak sosok berharga baginya.


Leo saat ini memang sudah bisa menggerakkan tubuhnya seperti orang normal karena dia mengkonsumsi pil penyembuh yang berguna untuk menutup luka, akan tetapi semua itu adalah luka luar, untuk luka dalam, Leo masih belum bisa memulihkannya dalam kondisi semula.


"Leo, kau jangan menyalahkan dirimu, semua ini adalah takdir dan lingkaran takdir di dunia ini tidak bisa di ubah, semua kejadian ini sudah berada pada garis yang seharusnya" Ujar Misari memeluk bahu Leo.


Dia ingin mengatakan sesuatu pada Leo sejak sebelum kompetisi dimulai tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.


…..


Keesokan harinya arena tempat kompetisi terlihat lebih ramai dibandingkan dengan sebelumnya, bahkan orang yang ingin menyaksikan kompetisi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya karena hadiah dari kompetisi juga akan ditunjukkan saat itu.


Semua peserta sudah bersiap termasuk Misari, wanita itu menyiapkan semua keperluannya dalam bertarung di atas arena karena dia memiliki tanggung jawab yang sangat besar, tanggung jawab untuk mendapatkan posisi pertama dalam kompetisi dan mendapatkan Gelang Poros Langit.


"Jika situasi tidak memungkinkan, aku harus mendapatkan gelang itu apapun yang terjadi, jika Leo menginginkannya pasti ada alasan di dalamnya" Batin Ryan sebelum akhirnya dia masuk ke atas stadion bersama dengan semua peserta lainnya.

__ADS_1


…..


"Bagaimana persiapan yang dilakukan oleh orang bodoh itu, apakah mereka sudah siap untuk melakukan apa yang kita minta?"


"Pemimpin tenang saja, aku bisa menjamin bahwa orang orang bodoh itu bisa kita gunakan, lagipula ada beberapa orang kita di antara mereka jadi misi kali ini kecil kemungkinan akan gagal"


"Kalau begitu siapkan armada kita dan semua pengorbanan yang dibutuhkan, ketika kekuatan besar yang tersegel di dasar dunia ini dibangkitkan, maka dunia ini akan hancur seperti apa yang kita harapkan" 


Dua orang dengan wajah merah menatap kawah gunung berapi yang ada di depannya, tatapannya yang tajam membuat suasana menjadi sedikit mencekam, terlebih lahar yang ada di gunung berapi tampak bergejolak dengan hebat.


"Kita juga pergi kesana, ketika serangan dimulai, dan situasi mulai tidak terkendali, maka saat itulah kita harus menghancurkan mental mereka semua dengan menunjukkan orang itu kepada semua manusia rendahan di dunia ini, orang terkuat yang mereka harapkan menjadi penyelamat yang tidak berkutik menghadapi kita" 


…..


"Blorong, kau kenapa? Sepertinya kau sangat terkejut, apakah terjadi sesuatu?" 


"Ibunda, Leo yang waktu itu ibunda suruh aku untuk menemuinya, dia menghubungiku dan menyuruhku datang ke kota Lamongan, dia mengatakan bencana besar akan terjadi dan dia meminta bantuan padaku untuk turut membantu"


"Menarik, ternyata kalian kaum siluman bisa melakukan komunikasi dari jarak yang sangat jauh, dan Leo yang kau maksud itu, anak itu memang memiliki banyak potensi yang tidak terhingga jadi tidak ada salahnya kita datang untuk membantunya"


"Kau hanya tamu Jaya, jangan bertingkah seenaknya"

__ADS_1


"Bukankah kau juga berpikir demikian Ratu Laut Selatan Nyi Roro Kidul, anak yang begitu menarik dengan berbagai talenta diluar dugaan, aku pikir kau tidak akan membiarkannya siapapun merebutnya darimu" 


"Cih.." Ratu Laut Selatan membuang wajahnya menjauh dari jaya.


__ADS_2