
Pil Yang dilelang oleh Leo benar-benar menembus harga selangit bahkan Tiffany yang duduk di ruangannya tidak bisa percaya dengan harga Pil milik Leo.
Pil yang dilelang oleh Leo terjual dengan harga 310 juta rupiah dan didapatkan oleh seorang tamu VIP.
Tapi selang beberapa saat, kembali lagi pelelangan dibuat heboh karena pil yang sama dan khasiat yang sama masuk ke atas panggung pelelangan.
Sekali lagi tawar-menawar dilakukan layaknya perang hebat di dalam tempat pelelangan itu, yang paling ngotot ingin mendapatkan Pil itu rata-rata adalah ibu-ibu, dan beberapa wanita muda yang masih menginginkan kecantikan.
Dan lagi lagi pil itu laku dengan harga yang hampir menyentuh langit yakni 325 juta.
Kehebohan pertama dan kedua rasa-rasanya tidak cukup untuk mengejutkan semua orang yang hadir dalam pelelangan itu.
Sekali lagi pil yang sama dikeluarkan untuk ketiga kalinya yang mana hal itu membuat semua orang menjadi panas dingin, Kenapa pihak pelelangan memecah pil itu menjadi beberapa bagian dan beberapa sesi, bukankah mereka bisa menjual semua begitu dalam satu waktu dan mematok harga yang tinggi untuk itu, pertanyaan itulah yang muncul di benak semua orang saat itu tapi hanya satu jawaban yang masuk akal bagi mereka semua.
Pil itu dipisah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Akhirnya setelah melakukan tawar-menawar yang sangat hebat, pil ketiga laku dengan harga jual 310 juta rupiah dan pil keempat laku dengan harga jual yang sama dengan pil ketiga.
Apa yang terjadi di pelelangan benar-benar membuat Leo melompat-lompat di ruang VIP nya, dua puluh butir pil yang dibuat tanpa mengeluarkan sepeserpun uang, terjual dengan harga mencapai 1 milyar rupiah lebih, Jika saja Leo tahu bahwa harga jualnya setinggi itu maka ia tidak akan ragu membuat lebih banyak lagi meskipun wajahnya gosong akibat ledakan ledakan kegagalan.
"Dulunya aku berpikir bahwa menjadi seorang hunter akan benar-benar mengubah nasib keluargaku, tapi sepertinya pikiranku selama ini salah, menjadi seorang peracik nyatanya lebih menguntungkan dibandingkan menjadi seorang Hunter" Ujar Leo.
Setelah mengatakan hal itu Leo mengepalkan tangannya dengan erat dan kembali menatap ke atas panggung pelelangan.
"Meskipun demikian, Aku tidak akan menyerah menjadi seorang hunter, itu adalah cita cita yang aku inginkan dan bukan hanya aku, itu adalah cita cita dari ibuku yang menginginkan aku menjadi anak yang kuat dan bisa melindungi banyak orang" Guman Leo sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian barang pelelangan ke-100 dikeluarkan, Leo awalnya tidak terlalu tertarik ketika melihat barang itu berada di dalam etalase yang ditutupi oleh kain berwarna merah, tapi ketika kain itu dibuka Leo dibuat membelalakkan matanya tidak percaya.
Di dalam etalase yang terbuat dari kaca itu nampak sebuah buku yang sangat tua dengan sampul yang mulai lapuk tapi tulisannya masih terlihat sangat jelas.
Tulisan itu bukanlah tulisan yang bisa dimengerti oleh manusia pada umumnya tapi hanya dengan sekali lihat leo bisa menerjemahkan apa yang ada dalam tulisan itu.
"Barang itu adalah barang peninggalan dari peradaban kuno, Kenapa barang seperti itu masih bisa bertahan setelah melewati Milyaran tahun lamanya" Guman Leo yang mana saat ini keringat dingin mengalir membasahi pipinya.
Meskipun dia cukup yakin tidak ada orang yang mampu mempelajari kitab itu karena selain tingkat kesulitannya yang berada di luar logika manusia, kitab itu juga ditulis menggunakan bahasa kuno yang sulit untuk dimengerti.
Meskipun demikian kitab jurus itu ditawar dengan harga delapan puluh juta dan terus naik meskipun pada awalnya kitab itu dibuka dengan harga lima puluh juta.
"Tidak, kitab seperti itu tidak boleh jatuh kepada orang yang salah atau bencana besar akan terjadi ketika orang itu bisa mengartikan bacaan dari kitab itu" Ujar Leo.
Dia bisa melihat judul yang tertera di sampul kitab itu yaitu Jurus Bayangan Darah, hanya mendengar namanya saja membuat bulu kuduk berdiri dengan tegak.
Ketika harga sudah mencapai batasnya yaitu 80 juta dan berniat disepakati oleh pihak pelelangan, suara dari ruang VIP milik Leo menggagalkan hal itu.
Leo memberi tawaran sebesar 120 juta untuk kitab jurus bayangan darah yang di lelang, dan tanpa usaha yang berarti Leo mendapatkan kitab jurus itu.
"Fiuh, Untung saja tidak ada yang menawar lebih atau Aku benar-benar tidak akan mendapatkan kitab itu, entah apa yang akan terjadi jika kitab seperti itu sampai jatuh ke tangan para pengkhianat" Ujar Leo menghela nafas.
Karena omsetnya dalam pelelangan sudah habis Leo memutuskan untuk keluar dan menunggu hasil dari pelelangan itu, baginya tidak ada alasan lain untuk terus berada di tempat pelelangan setelah dia kehabisan uang karena apapun yang Leo inginkan dia tidak akan bisa membelinya.
…..
__ADS_1
Leo menunggu bersama Tiffany di ruangannya wanita itu nampak ingin mengatakan sesuatu pada lewat tapi dari raut wajahnya tampak ragu karena barang yang dilelang oleh Leo mendapatkan harga jual tertinggi di tempat pelelangan itu.
Leo menyeruput teh nya dengan santai sebelum Tiffany mulai angkat bicara.
"Tuan Maaf sebelumnya karena bertanya sesuatu seperti ini, apakah Tuan memiliki pil kecantikan yang serupa, kalau boleh aku ingin membeli beberapa butir pil kecantikan dari Tuan" Ujar Tiffany.
Meskipun wanita itu adalah manajer dari tempat pelelangan saat ini dirinya tidak bisa menyinggung Leo karena latar belakangnya yang sangat misterius sekaligus kemampuan racikannya yang melebihi peracik peracik terkenal di Indonesia.
"Tidak perlu membelinya" Ujar Leo kemudian dia mengibaskan tangannya dan dua butir pil kecantikan muncul di depan Leo.
"Kau bisa menggunakan pil kecantikan ini, anggap saja sebagai ucapan terimakasih" Ujar Leo sambil menikmati tehnya dan tanpa ragu Tiffany mengambil dua butir pil itu dari depan Leo.
"Terimakasih tuan, aku tidak akan ragu menerima pemberian anda" Ujar Tiffany kemudian dia menyerahkan dua koper penuh uang kepada Leo yang mana uang itu adalah hasil penjualan dari pil kecantikan miliknya.
"Didalam sini ada 950 juta dari penjualan pil milik anda tuan, kami sudah memotong semua biaya termasuk omset milik anda dan pembagian hasil yang sudah kita sepakati" Ujar Wanita itu menjelaskan dan ketika Leo membuka koper itu, seolah bintang bintang muncul di matanya.
Baru kali ini dia melihat tumpukan uang yang begitu indah, dengan semua uang itu, Leo bisa hidup selama bertahun tahun tanpa perlu memikirkan masalah uang.
"Terima Kasih atas uangnya dan bantuannya untuk menjual pil kecantikan itu" Ujar Leo sambil mengibaskan tangannya dan seketika semua uang yang ada di kedua koper itu lenyap tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.
Melihat kejadian itu membuat Tiffany sangat terkejut, dalam hatinya wanita itu berpikir tidak baik untuk membuat orang yang ada di depannya tersinggung karena hanya dengan mengibaskan tangannya, tumpukan uang yang totalnya mencapai 950 juta bisa lenyap tanpa sisa.
"Ah ini adalah barang barang yang anda beli tuan" Ujar Tiffany sambil memberikan dua buah kotak yang mana salah satu kotak berisi Kitab Jurus Bayangan Darah dan yang lain berisi Bunga Sutra Tujuh Untaian.
"Tidak mengecewakan, kalian memang layak di ajak kerjasama" Ujar Leo kemudian dia beranjak berdiri tapi sebelum itu Tiffany memberikan sebuah kartu berwarna hitam bertuliskan VIP dengan tulisan berwarna emas pada Leo.
__ADS_1
"Tuan, bukan maksud kami merendahkan anda, tapi dengan kartu VIP itu, tuan bisa menikmati segala fasilitas milik pelelangan ini sekaligus mendapatkan diskon harga sebesar 5% setiap pembelian" Ujar wanita itu diikuti anggukan kepala Leo, setelahnya Leo menyimpan kartu VIP dan pergi dari tempat pelelangan.
"Aku mendapatkan untung besar" Ujar Tiffany kemudian dia melihat ke sudut ruangannya yang terdapat satu koper penuh uang serta dua butir pil kecantikan yang ada di tangannya.