
"Manusia, kau benar benar mengantarkan nyawamu padaku!" Suara wanita menyahut teriakan jaya dan beberapa saat kemudian sebuah portal muncul di depan semua orang dan Ratu Laut selatan serta dua orang dengan tingkatan Saint lainnya muncul.
Tekanan yang diberikan oleh mereka benar benar sangat hebat bahkan seluruh istana bergetar dengan sangat hebat ketika empat kekuatan besar bertemu dalam satu tempat.
"Nyawa tidak penting bagiku, jika kau tidak menyerahkan kamera milikku maka jangan salahkan aku jika kerajaan ini berubah menjadi reruntuhan!" Ujar Jaya kemudian dia mengeluarkan sebuah Toya yang terbuat dari emas.
Toya itu mengandung kekuatan luar biasa yang mana ketika kemunculannya, Toya itu berhasil mengguncang kekuatan langit dan bumi hingga membuat lautan bergetar dengan hebat.
Tidak mau kalah, Ratu Laut selatan mengeluarkan trisula yang mengandung kekuatan seluruh samudra di dalamnya sehingga ketika trisula itu dikeluarkan, semua orang berlari menjauh dari sana.
"Sial, sepertinya akan terjadi hal yang buruk!"Ujar Leo kemudian dia menggunakan langkah awannya untuk menjauh dari sana, memang pedang berkarat miliknya bisa membuat kehebohan ketika dikeluarkan di dunia nyata, tapi di dunia astral Aura kematian adalah sesuatu yang sangat dihormati sehingga Leo bisa leluasa mengeluarkan pedang berkarat di dunia astral.
"Di masa depan aku harus berhati hati karena sebuah kamera saja bisa membuat kehebohan semacam ini" Batin Leo sambil mempercepat langkahnya.
……
Blam...gelombang kejut yang sangat hebat tercipta ketika Toya emas dan trisula samudra berbenturan, energi spiritual berwarna emas meledak dan memporak porandakan segala sesuatu yang dilalui olehnya, bahkan karena ledakan kekuatan spiritual itu, bangunan bangunan tinggi yang didirikan di kerajaan ratu laut Selatan hancur menjadi berkeping keping.
Tidak hanya sekali, ledakan ledakan besar beserta gelombang kejut raksasa terus menerus tercipta hingga membuat semua makhluk yang sudah berlari hampir satu kilometer harus berlari lebih jauh agar tidak terkena dampak dari serangan.
"Sial, padahal aku baru saja mendapatkan kehidupan ini dan sekarang aku sudah mau mati" Leo tidak bisa berkata kata ketika guncangan guncangan hebat membuatnya terhempas bersama dengan segala hal dari dunia astral.
Saat itulah Leo melihat Vivian tengah berenang menjauh dari tempat serangan sehingga tanpa ragu Leo mendekat ke arahnya.
"Kau menginginkan aku mati di restoran itu bukan? Sampai sampai kau meningalkanku sendirian" Ujar Leo ketika dia berada di dekat Vivian.
"Leo, kau selamat, syukurlah kalau begitu, aku sebenarnya berniat menjemputmu tapi situasi tidak memungkinkan, jika aku berdiam di sana terlalu lama maka aku juga akan hancur" Ujar Vivian dan Leo bisa mengerti akan hal itu.
Pertarungan antara saint benar benar sangat mengerikan, sulit dibayangkan apa yang terjadi jika ada orang yang terlibat di dalam pertarungan itu.
"Sudahlah, lebih baik kita mencari tempat aman karena aku tidak yakin seberapa besar dampak dari pertarungan ini" Ujar Leo sambil menolehkan kepalanya ke belakang dan dia melihat benturan benturan dahsyat akibat serangan dari para Saint.
__ADS_1
….
Blam….Toya emas milik Jaya berbenturan dengan Trisula samudra milik Ratu Laut selatan, bersamaan dengan serangan itu laut seolah diporak porandakan dan istana akan hancur jika saja tidak ada dua saint suci yang menjaganya.
"Jika saja aku tidak menderita luka akibat serangan balik dari senjata spiritual yang terlahir itu, aku pasti bisa mengalahkan orang ini dengan mudah" Ujar Ratu Laut selatan yang mana dia terlempar mundur sejauh beberapa langkah ke belakang akibat benturan senjata keduanya.
"Kembalikan kameraku, kalian tidak akan mengerti ada apa di dalam kameraku!" Ujar Jaya kemudian dia mengalirkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar ke Toya emas miliknya dan melemparkan Toya emas itu tepat ke arah Ratu Laut Selatan.
Ratu laut selatan menggerakkan kepalanya ke kanan dan dan Toya emas itu melewatinya begitu saja dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Toya emas itu terus melesat ke arah orang orang yang melarikan diri, bukan semua orang melainkan ke arah Leo.
"Leo awas!" ujar Vivian ketika dia merasakan sebuah ancaman dan menoleh ke belakang melihat ke arah Toya Emas yang bergerak dengan sangat cepat.
"Sial!" ujar Leo sambil meletakkan pedang berkarat miliknya ke arah Toya emas yang bergerak ke arahnya.
Trang….ketika Toya emas itu membentur pedang berkarat milik Leo, pusaran kekuatan yang luar biasa terjadi membuat Leo terdorong bersama dengan Toya emas yang melesat sangat cepat.
Leo merapatkan giginya karena bagaimanapun tekanan air yang harus dia rasakan saat ini lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya, mungkin peluang Leo untuk selamat akan lebih besar ketika dia mengeluarkan binatang spiritual Feniks miliknya, akan tetapi saat ini dia berada di dalam air, api tidak akan bisa menyala di dalam air itulah konsep sederhana dari kekuatan sihir di dunia ini.
Tidak hanya itu, sebuah tombak keluar dari dada Leo yang mana ketika Tombak itu keluar, laut seolah dialiri oleh kekuatan listrik dalam jumlah yang mengerikan dan meledak ledak yang mana hal itu membuat semua orang menjauh dari tempat Leo saat ini.
Serangan petir bisa melukai mereka semua di dalam air karena partikel partikel petir akan diuraikan dan larut dalam air membuat air sangat mematikan.
Sekilas di belakang tubuh Leo terpampang bayangan seekor naga petir raksasa tapi sedetik kemudian bayangan itu menghilang dengan sendirinya bersamaan dengan Toya Emas yang berhasil Leo lemparkan menjauh darinya hingga menancap di terumbu karang.
Leo benar benar dalam kondisi yang sangat buruk saat ini dimana tubuhnya dipenuhi oleh luka yang sangat serius dengan darah yang terus terusan mengalir tanpa henti dari luka luka Leo membuat lautan menjadi merah.
Saat itulah baik makhluk astral maupun siluman menyadari bahwa Leo bukanlah bagian dari mereka melainkan manusia, tapi dua senjata yang dimiliki oleh Leo memang memiliki hubungan dengan dunia astral.
"Siapa anak itu, dia bisa menahan serangan dari seorang Saint Dengan tingkat pelatihannya saat ini"
__ADS_1
"Meskipun dia terluka tapi bisa bertahan dari serangan seorang Saint, anak ini setidaknya memiliki bakat yang lebih baik dibandingkan dengan para jenius"
Ujar beberapa siluman mengomentari Leo yang mana dirinya diam mematung karena rasa sakit yang dialami seolah menghancurkan seluruh tubuhnya sehingga dia kesulitan untuk bergerak.
Kilatan kekuatan petir yang begitu besar dapat dirasakan oleh Ratu Laut selatan dan Jaya, dan ketika keduanya merasakan kekuatan itu mereka segera melesak menuju ke arah Leo.
"Leo kau tidak apa?" Vivian berniat membantu Leo tapi ketika dia berjalan mendekat ke arah pemuda itu, dirinya dibuat terpental oleh kekuatan petir di sekitar Leo.
Kekuatan petir itu seolah menciptakan dinding pelindung bagi Leo dari makhluk gaib dan juga siluman karena petir merupakan salah satu kelemahan dari makhluk gaib, bukan hanya petir melainkan sihir cahaya juga merupakan kelemahan dari makhluk dunia astral tapi untuk sihir cahaya hanya orang orang khusus yang bisa melakukannya.
Toya emas yang sebelumnya dilemparkan oleh Leo hingga menancap di batu karang mulai bergetar dan menghancurkan batu karang sebelum bergerak menuju ke arah Jaya yang menatap ke arah Leo.
Bukan hanya Jaya, Ratu Laut selatan juga menatap ke arah Leo yang mana anak itu masih hidup setelah menerima sebuah serangan dari seorang Saint.
Terlebih tombak yang ada di tangan Leo adalah senjata yang sama yang memberikan luka sangat parah pada Ratu Laut selatan sehingga dia sangat mengenalnya.
Bukan orang biasa yang bisa menjadikan tombak itu sebagai senjata spiritualnya karena Ratu Laut selatan sekalipun belum tentu bisa menjadikan tombak milik Leo menjadi senjata spiritualnya.
"Urusan kita belum selesai, kau harus mengembalikan kameraku padaku!" Ujar Jaya kemudian dia berenang mendekat Ke arah Leo dan dengan cepat mengalirkan kekuatan spiritual ke anak itu untuk membantu proses pemulihan lukanya.
"Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kamera oleh orang ini, sejak tadi bicara mengenai kamera terus menerus" Ujar Ratu Laut selatan sambil memegangi tangannya yang terasa keram akibat bertarung dengan Jaya dan luka sebelumnya yang sepertinya terbuka lagi.
"Ratu, Semoga ratu tetap sehat dan baik baik saja" Vivian menangkupkan tangannya di depan Ratu Laut selatan.
"Vivian, kau berada di sini? Kau mengenal anak ini?" Tanya Ratu Laut selatan sambil menunjuk ke arah Leo.
"Dia bernama Leo Ratu dan dia adalah manusia yang masih hidup" Ujar Vivian yang sedikit mengejutkan Ratu Laut selatan karena dia bisa merasakan bahwa Leo sudah mati, lebih tepatnya sudah pernah mati.
"Sedekat apa hubunganmu dengannya? Kau tau bukan, sebagai salah satu pemimpin pasukan kau tidak bisa bergaul sesuka hatimu!" Ujar Ratu laut selatan menatap ke arah Vivian dengan ekspresi yang tidak menyenangkan.
__ADS_1
"Aku dan dia baru bertamu hari ini Ratu, tapi dia menjelaskan banyak hal padaku termasuk benda yang dinamakan kamera yang disebut sebut oleh orang itu sebelumnya" Ujar Vivian yang mana setelah mendengar hal itu, Ratu laut selatan segera meminta penjelasan mengenai kamera dan setelah mendapatkan penjelasan, dia segera meminta salah satu Saint yang ada di sana untuk mengambil barang yang dimaksud di istana.
"Aku tidak berpikir kesalah pahaman dan ego sesaat bisa membuat kekacauan semacam ini" Ujar Ratu Laut selatan sambil melihat kerajaannya yang sudah porak poranda.