ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Bukan Tim Yang Cocok


__ADS_3

Dor...Dor...tembakan demi tembakan dilepaskan oleh Lili yang mana setiap tembakan yang dilontarkan oleh pistol miliknya selalu mengenai titik titik Vital dari mahluk aneh gabungan dari manusia dan siluman.


Darah mengalir dari lubang lubang tempat peluru spiritual Lili yang bersarang di tubuh Makhluk itu membuat makhluk itu semakin mengamuk dengan ganas dan mengibaskan ekornya hingga meruntuhkan puing puing di sekitarnya.


Dinda yang berlari ke arah monster itu dibuat cukup kesulitan untuk mendekat karena kibasan dari ekor makhluk gabungan dari siput dan manusia itu bisa menghancurkan apapun bahkan batang besi sekalipun akan bengkok setelah mendapatkan beberapa hantaman.


"Sangat sulit untuk mendekatinya" Guman Dinda kemudian dia melompat mundur ke belakang karena dari samping kanannya, ekor makhluk itu ter ayun tepat ke arahnya.


"Lili, bisakah kau membuatnya diam, aku tidak bisa mendekat" Ujar Dinda sambil menyiapkan kedua barang besinya dan mengaliri nya dengan kekuatan spiritual agar lebih kuat dan tidak mudah patah.


"Kau pikir aku sedang apa, makhluk ini terlalu banyak bergerak, jika kau bisa mengalihkan perhatiannya mungkin aku bisa melancarkan serangan padanya" Ujar Lili sambil terus menembak ke arah makhluk itu yang mana tembakannya kali ini tidak ada yang mengenai Titik vital dari makhluk itu.


Gerakan yang dilakukan oleh Makhluk itu terlalu gesit dan susah untuk ditebak, meskipun beberapa tembakan berhasil mendarat di tubuh Makhluk itu, tapi luka yang ditimbulkannya tidak sedalam sebelumnya bahkan beberapa tidak menembus kulitnya dan terpental seolah membentur plat baja yang sangat tebal.


Graaaa...makhluk itu membuka mulutnya lebar lebar ke atas dan menyemburkan cairan hijau yang sangat enah, baik Lili maupun Dinda tahu bahwa cairan itu adalah cairan yang berbahaya, oleh karena itu mereka sebisa mungkin mengelak dari setiap cairan yang jatuh ke arah mereka.


"Jika begini terus maka semua usaha yang kita lakukan akan sia sia, kak Dinda bisakah kau memikirkan sebuah rencana, kita tidak bisa menyerangnya jika terus terusan seperti ini" Ujar Dinda sambil melompat ke segala arah secara tidak beraturan untuk menghindari cairan yang ditembakkan oleh Makhluk itu.

__ADS_1


Bukan hanya Dinda bahkan Lili yang notabene adalah penyerang jarak jauh juga dibuat kerepotan menghindari cairan itu karena cairan Itu turun layaknya hujan yang sangat lebat dan melelehkan apapun yang disentuh olehnya.


Akan sangat berbahaya jika kulit Dinda terkena cairan itu tapi ada hal aneh yang mengganggu pikiran Dinda saat ini, Lili juga turut menghindari tembakan cairan yang keluar dari mahluk itu padahal jelas bahwa Lili adalah hantu dan dia bisa menembus apapun dengan tubuhnya.


Menghindari serangan semacam itu bukanlah gaya hantu sebenarnya dan hal itu membuat Dinda mengerutkan keningnya sambil terus menghindari setiap cairan yang jatuh ke arahnya.


"Hantu bodoh, kenapa kau menghindari setiap serangan dan berhenti menyerangnya, kau pikir kau masih hidup apa!" Ujar Dinda membentak Lili sambil terus menghindari setiap tetesan cairan yang berjatuhan ke arahnya.


"Tentu saja aku menghindari cairan menjijikkan ini, jika cairan ini mengenai tubuhku maka baju yang aku gunakan bisa bisa kotor" Ujar Lili yang mana hal itu semakin membuat Dinda merasa geram.


"Bisakah kau hentikan semua ini, jika aku mengatakan apa yang kau lakukan pada kakakmu, dia tidak akan mengampunimu dan mungkin kakakmu akan membuangmu ke suatu tempat yang sangat jauh" Ujar Dinda.


Tengkorak itu mengeluarkan aura kematian yang sangat pekat sebelum akhirnya membentur makhluk yang tengah mereka hadapi saat ini hingga menimbulkan ledakan yang sangat besar dan hempasan angin yang menerbangkan puing-puing di sekitarnya.


Meskipun serangan yang dilakukan oleh lili merupakan serangan yang besar, akan tetapi serangan itu tidak menumbangkan makhluk yang mereka hadapi saat ini, makhluk itu memang mengalami luka yang cukup serius tapi dia masih bisa melakukan perlawanan meskipun tidak seintens sebelumnya.


Makhluk itu mengangkat ekornya tinggi-tinggi kemudian dia mengayunkan ekornya ke arah Dinda, beruntung Dinda berhasil menghindari ayunan ekor dari makhluk itu, jika tidak mungkin dia akan mengalami luka yang serius.

__ADS_1


"Kesempatan" Dinda bisa melihat bahwa makhluk itu saat ini sedang kesulitan bergerak karena luka yang dialami olehnya, tidak menyia-nyiakan peluang Dinda segera berlari dengan 2 tongkat besi di tangannya yang mana setiap tongkat besi mengandung kekuatan spiritual yang sangat besar.


Dinda melancarkan beberapa pukulan dengan tongkat besi yang digunakan saat ini, meskipun tidak bisa memotong anggota tubuh dari makhluk aneh itu akan tetapi serangan yang dilakukan Dinda mampu membuat makhluk itu tidak berkutik dan kesulitan untuk bergerak.


Sihir angin meskipun dianggap sebagai sihir paling lemah, nyatanya sihir ini memiliki kekuatan memotong yang sangat hebat, dengan memadatkan angin hingga tingkat pemadatan tertentu maka angin yang dikeluarkan bisa menjadi sebuah pisau atau bahkan sebuah pedang yang mampu melubangi baja yang sangat tebal.


Dinda Melakukan serangan serangan beruntun terhadap makhluk itu yang mana setiap kali serangan yang dilakukan oleh Dinda akan meningkatkan kadar proses sehingga daya hancur dan daya rusaknya meningkat beberapa kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya.


Ini adalah jurus yang Dinda dapatkan ketika naik tingkat menjadi tingkat pembentukan inti bintang satu sebelumnya, jurus ini bernama Power Up yang mana setiap kali serangan Dinda mengenai target maka daya hancur dan daya rusaknya akan semakin besar.


Semakin sering makhluk itu terkena dampak dari serangan power up Dinda, semakin banyak pula luka yang ditorehkan di tubuhnya bahkan, saat ini ekor makhluk itu sudah hampir hancur akibat hantaman hantaman keras dari tongkat besi milik Dinda.


"Semakin cepat dia dikalahkan maka semakin baik!" ujar Dinda sambil terus menyerang makhluk itu dengan membabi buta.


Sementara itu saat ini Lili sedang memfokuskan konsentrasinya di dalam peluru yang akan dia tembakan, peluru itu mengandung ledakan kekuatan kegelapan yang sangat besar hingga bisa menelan area seluas beberapa meter dalam waktu yang singkat.


Dan tanpa memperdulikan Dinda yang saat ini bertarung di dekat makhluk itu, Lili melepaskan tembakan yang mana peluru dari senapan Dinda bergerak dengan sangat cepat diselimuti oleh aura hitam.

__ADS_1


Dinda yang menyadari ada bahaya yang mendekat segera melompat mundur ke belakang sejauh yang dia bisa sambil menghindari serangan balasan yang dilakukan oleh makhluk itu dan benar saja, beberapa saat kemudian sebuah pusaran energi kegelapan yang sangat besar manelan makhluk itu dengan kekuatan hancur yang sangat luar biasa, Dinda cukup beruntung bisa selamat dari serangan itu tapi hal itu membuatnya sangat kesal dan ingin memberikan pelajaran khusus pada Lili mengenai tingkahnya yang hampir merenggut nyawanya.


"Sepertinya kita bukanlah tim yang cocok" Guman Dinda menatap ke arah Lili yang mana lili tampak menunjukkan sebuah senyuman mengejek padanya.


__ADS_2