ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Benda Jatuh Dari Langit


__ADS_3

Blar….ketika pelayan toko tengah menghitung uang yang dibayarkan oleh Leo, suara ledakan yang sangat keras terdengar dan terlihat banyak orang berkumpul untuk melihat asal dari suara ledakan itu.


Tak terkecuali Leo, Leo meminta Misari dan Lili untuk menunggunya sementara dirinya pergi menuju ke tempat ledakan berasal untuk memastikan apa yang terjadi.


"Dia jatuh dari langit"


"Apakah dia mati, pakaian yang ia Kenakan penuh dengan noda darah"


"Cepat panggil tim medis, kita tidak bisa membiarkannya dalam kondisi seperti ini"


Banyak orang mengerumuni tempat benda jatuh itu sampai sampai Leo tidak bisa melihatnya meskipun dia berada di sana.


Terlalu banyak orang yang menghalangi pandangan Leo tapi Leo masih berusaha mendekat untuk melihat apa yang terjadi.


"Maaf, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Leo pada orang yang sama ingin melihat apa yang terjadi dengan menerobos beberapa orang di depannya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu, sepertinya ada orang yang bunuh diri, dia jatuh dari langit" Ujar orang yang ditanya oleh Leo.


Mendengar jawaban itu Leo semakin berusaha mendekat hingga setelah banyak usaha yang dia lakukan Leo akhirnya bisa melihat orang yang dimaksud dan dia sangat mengenal orang itu.


"Tuan Jaya, apa yang sebenarnya terjadi?" Ujar Leo kemudian dia buru buru mendekat untuk memeriksa denyut nadi pria itu.


"Hei nak, apa yang kau lakukan, jangan sembarangan menyentuh, kau bisa membunuhnya" Ujar beberapa orang berusaha memperingatkan Leo tapi Leo tidak memperdulikannya.

__ADS_1


"Dia masih hidup" Guman Leo kemudian dia mengibaskan tangannya dan memasukkan sebutir pil ke dalam mulut Jaya.


"Hei, apa yang kau lakukan, pergi dari sana" Ujar beberapa orang berusaha menarik Leo pergi, karena begitu mengganggu Leo kemudian mengeluarkan aura pelatihannya yang membuat semua orang melangkah mundur menjauhi Leo.


"Anak ini adalah Hunter yang sangat kuat, semuanya hati hati!" ujar beberapa orang yang berada di dekat Leo berjalan mundur mendorong orang orang yang ada di belakangnya.


Leo memperbaiki posisi Jaya menjadi duduk kemudian dia mengalirkan kekuatan spiritual untuk membantu Jaya menyerap khasiat dari pil yang dia berikan.


Perlahan lahan raut wajah Jaya mulai terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya dan semua orang yang ada di sana cukup kagum dengan apa yang dilakukan oleh Leo, mereka tidak menyangka ada anak kecil yang sangat mahir dalam hal medis.


Hanya dengan melihatnya saja mereka sudah tahu bahwa kondisi Jaya saat ini sudah lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya hingga setelah beberapa saat Jaya mulai membuka matanya dan dia berada di kerumunan banyak orang.


"Bagaimana aku bisa berada di sini?" Tanya Jaya dengan panik kemudian dia mengedarkan pandangannya ke segala arah, apa yang dia cari? Tentu saja Lionel sahabatnya, dia berdoa semoga semua yang terjadi padanya adalah mimpi tapi setelah melihat pakaiannya penuh dengan noda darah membuktikan bahwa apa yang terjadi bukanlah sekedar mimpi.


Leo yang berada di belakang jaya melompat menjauh mengambil jarak sejauh mungkin dari jangkauan serangan yang bisa di serang oleh pisau pisau cahaya itu.


Bahkan Semua orang yang melihat hal itu panik dan segera berlarian ke segala arah meskipun tidak ada satupun pisau cahaya yang memakan korban jiwa.


"Tuan Jaya, tenanglah, tidak ada yang akan melukaimu di tempat ini" Ujar Leo berusaha menenangkan jaya yang lepas kendali, dia berusaha mendekat ke arah Jaya tapi sekuat apapun dia berusaha seolah ada kekuatan besar yang mendorongnya untuk mundur.


"Tidak boleh seperti ini terus, bisa bisa lukanya menjadi sangat parah, harus memikirkan sesuatu" Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan tungku emas yang mana tungku itu menyerap Aura yang keluar dari tubuh Jaya, bahkan serangan serangan pisau cahaya yang keluar dan melesat ke segala arah terserap masuk ke dalam tungku emas milik Leo.


Setelah berhasil menjangkau Jaya, Leo kemudian memegangi bahu pria itu dan menguncang nguncang nya dengan sangat keras karena teriakan yang keluar dari mulutnya terdengar semakin keras dan energi spiritual yang keluar dari tubuhnya semakin tidak terkendali.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya Jaya mulai tenang tapi tampak kesedihan dan kemarahan terlihat dari raut wajah pria itu.


Jaya menoleh ke arah Leo sejenak sebelum dia membuang mukanya menjauh dari Leo.


"Kau anak dari Satria bukan, bagaimana jika kau ikut denganku Untuk membalaskan dendam ayahmu" Ujar Jaya yang mana ketika dia mengatakan hal itu, Misari dan Lili keluar dan menghampiri mereka sehingga mereka bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Jaya.


"Apa yang terjadi dengan ayahku, kenapa aku harus pergi membalas dendam?" Tanya Leo menatap ke arah Jaya karena dia tahu ayahnya sangat kuat dan kecil kemungkinan dia dikalahkan.


"Aku tidak tahu pasti keadaan ayahmu tapi aku sangat yakin dia tidak baik baik saja karena aku baru saja bertarung dengan Organisasi Kegelapan dan mereka membahas mengenai ayahmu" Ujar Jaya kemudian dia menceritakan mengenai pertarungannya dengan orang orang dari Organisasi kegelapan dan bagaimana dia bisa berada dalam kondisi saat ini.


Jaya menceritakan semua detail kejadian pada Leo tanpa ada yang terlewat satupun hingga setelah beberapa saat Jaya bisa melihat perubahan ekspresi wajah Leo yang menjadi sangat marah.


Bahkan Misari dan Lili yang mendengar cerita itu merasa sakit karena bagaimanapun bagi Lili ayah Leo sama dengan ayahnya dan juga bagi Misari, kedepannya ayah Leo juga sama menjadi ayahnya ketika hubungan pernikahan mereka terjalin.


"Apakah yang kau katakan ini benar?" Leo menatap tajam ke arah Jaya, meskipun dia tidak akan menang jika bertarung dengan pria itu tapi saat ini berbeda, situasi menyangkut keselamatan ayahnya.


"Aku menjamin dengan nyawaku sebagai jaminannya, lagipula aku tidak akan menceritakan semuanya tanpa ada tujuan, aku juga ingin membalas dendam pada mereka semua karena sudah membuat sahabatku terbunuh!" Ujar Jaya yang mana ketika dia mengingat mengenai Lionel, air mata menetes membasahi pipinya.


"Aku akan memikirkannya" Ujar Leo menundukkan kepalanya, tanpa memperdulikan apapun dia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Jaya diikuti oleh Misari dan Lili.


"Aku tidak akan membiarkan Organisasi kegelapan bertindak seenaknya, aku harus melakukan sesuatu dan membangun kekuatan untuk menghancurkan mereka, dan mungkin kerajaan Laut selatan adalah tujuan yang paling tepat untuk saat ini" Ujar Jaya kemudian dia bangkit dari tempatnya dan berjalan ringkih menuju ke arah pantai selatan sambil memulihkan energinya.


Jaya memilih kerajaan Laut selatan karena dia bisa meminjam kekuatan dari para Saint yang ada di sana termasuk Ratu Laut selatan karena dia juga baru baru ini mendengar dua kerajaan gaib telah hilang yakni kerajaan Siluman Ular Nyi Blorong dan kerajaan Alas Purwo.

__ADS_1


__ADS_2