
"Ugh" ketika Leo membuka matanya, dia menemukan dirinya terbaring di salam tempat yang sepenuhnya berwarna putih.
Leo juga merasakan ada sesuatu di hidungnya serta seluruh bagian tubuhnya yang tidak bisa digerakkan.
"Dimana ini, Argh, tangan dan kakiku tidak bisa digerakkan" Batin Leo sambil melihat sekitarnya.
Ruangannya saat ini benar-benar sunyi tanpa ada seorang pun di sana, Leo juga menemukan dirinya saat ini tengah dibalut oleh perban dan nampak seperti mumi.
Entah sudah berapa lama Leo jatuh tidak sadarkan diri tapi untuk saat ini seluruh tubuhnya benar-benar merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Arg, aku harus memulihkan lukaku secepatnya dan memberitahu semua orang mengenai rahasia para Orbion selama ini" ujar Leo, Leo mencoba menyerap kekuatan spiritual yang ada di sekitarnya dan mengalirkan kekuatan itu ke seluruh tubuhnya.
Perlahan tapi pasti luka Leo mulai tertutup setelah Leo mengalirkan sihir api miliknya, memang mengendalikan sihir api untuk mengeringkan luka lukanya adalah pilihan yang baik, tapi Leo tidak bisa terus melakukannya karena terbatasnya kekuatannya saat ini.
Ketika Leo mulai kehabisan kekuatan spiritual maka dia akan berhenti memulihkan dirinya dan mengisi kembali kekuatan spiritual yang terkuras, setelah kekuatan spiritual Leo kembali terisi penuh sekali lagi Leo menggunakan kekuatan itu untuk memulihkan lukanya, kejadian ini berlangsung selama berkali-kali membuat kekuatan Leo dalam mengendalikan sihir api meningkat cukup drastis.
Bukan hanya itu bahkan kemampuan Leo dalam mengendalikan kekuatan spiritualnya juga mengalami peningkatan dan saat ini Leo sudah bisa menyembunyikan seluruh auranya dari orang lain.
Setidaknya sebelum orang itu mencapai tingkatan Pembentukan inti, mereka akan kesulitan menentukan seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Leo.
Hal ini juga merupakan sebuah keuntungan bagi Leo karena jika orang yang lebih kuat dari Leo tidak bisa melihat tingkat pelatihannya mereka akan menjadi lebih waspada, dan akan berpikir dua kali untuk melancarkan sebuah serangan.
__ADS_1
…..
Ketika Leo memejamkan matanya dan berlatih teknik pernafasan dia merasakan tubuhnya akan mengalami kenaikan tingkat.
Kekuatan spiritual berkumpul di sekitar tubuh Leo dan mulai melesak masuk ke dalam tubuhnya, bersamaan dengan itu suara ledakan teredam dapat terdengar dari tubuh Leo yang mana saat ini sudah berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 3.
"Setelah naik tingkat aku menjadi sedikit lapar, tapi kenapa disini sangat sepi dan tidak ada orang sama sekali, apakah mereka akan membiarkanku mati kelaparan di tempat ini" Ujar Leo sambil memejamkan matanya.
Perutnya benar-benar lapar karena entah sejak kapan tidak diisi oleh makanan, dengan lukanya yang sedikit mengering setidaknya Leo bisa memperkirakan dirinya terbaring lemas tidak berdaya selama kurang lebih 3 hari.
Dan dalam waktu yang panjang itu Leo melewatkan satu hal yang menurutnya sangat penting 'Sekolah'.
Ya seharusnya Leo saat ini berada di sekolahnya, tapi ruangan itu bukanlah ruangan perawatan akademi Naga Timur yang mana hal itu menjelaskan situasi Leo saat ini.
"Hais, sepertinya aku akan dikeluarkan dari Akademi Setelah semua ini, memang nasibku sangat buruk" Guman Leo menghela nafas panjang sebelum pintu ruangan itu terbuka dan dari sana nampak dua wanita masuk kedalam ruangan Leo.
Yang pertama masih terlihat sangat muda dan Leo sangat mengenal wajah wanita itu yaitu Misari, yang lain tampak lebih tua beberapa tahun dari Misari dan wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Putri.
"Kau sudah sadar, kalau begitu Kenapa kau tidak keluar dan mencari masalah lagi, Jika paman Ronny tidak mendapat laporan bahwa kau terluka, maka kau pasti sudah dikeluarkan dari akademi karena tidak masuk selama satu bulan lebih" Ujar Misari kemudian dia meletakkan beberapa makanan di meja samping tempat tidur Leo.
"Maaf, aku tidak berniat membuat kalian semua khawatir, aku hanya ingin menikmati hari libur karena sudah bosan berada di ruang perawatan, yah meskipun saat ini aku masih terbaring di ruang perawatan juga sih" Ujar Leo dengan senyuman canggung menatap dua orang itu.
__ADS_1
"Bagaimana kau menjelaskan mengenai kekuatanmu saat ini, kemarin kami disini dan kau masih berada di tahap pemurnian tubuh bintang 2, tapi sekarang kau bahkan sudah menembus tingkat pemurnian tubuh bintang 3, kau berhutang penjelasan pada kami" Ujar Putri yang mana membuat Misari terkejut.
"Pemurnian tubuh bintang 3, tunggu dulu bibi, aku tidak merasakan kekuatan spiritual di dalam tubuh Leo, sebenarnya apa yang terjadi!" ujar Misari sambil menatap ke arah Putri yang mana hal itu membuat Putri sangat terkejut.
"Leo apa yang kau sembunyikan dari kami, jika kau tidak mengatakannya mungkin aku akan membiarkanmu terbaring di rumah sakit Citra Medika selama beberapa minggu lagi" Ujar Putri sambil mengepalkan tangannya dan menunjukkannya pada Leo.
"Hehehe, kak Putri, aku hanya melatih Aura spiritual milikku tidak lebih"Ujar Leo, tentu dia tidak ingin berada di rumah sakit lebih lama karena masih banyak hal yang ingin dia lakukan.
"Melatih Aura spiritual, dari mana kau mempelajari teknik seperti itu, biasanya melatih Aura spiritual tidak sampai menutupi basis pelatihan dari orang lain tapi kau sangat berbeda!" ujar Putri, dengan ancaman yang diberikan oleh Putri Leo tidak memiliki pilihan lain selain berbohong padanya dia mulai menjelaskan mengenai kebohongannya dan kebohongannya itu itu menyasar pada Satria Wahyuda.
Pria dengan penuh luka yang dia temui sebelum tragedi penyerangan orbion.
Leo menjelaskan pada Putri bahwa sebelumnya dia bertemu dengan seorang pria dengan wajah yang penuh luka, juga menjelaskan mengenai ciri-ciri orang itu dari atas sampai bawah tidak kurang sedikitpun yang mana hal itu membuat Putri hanya bisa diam mematung mendengar apa yang dikatakan oleh Leo.
"Apa maksudmu, selain memiliki banyak luka dia juga memiliki sihir petir dan menyembuhkanmu dengan itu, lalu menghilang secara misterius?" Tanya Putri dengan keringat yang mengalir dari dahinya.
"Kakak mengenal paman Satria Wahyuda, dia memang orang yang baik tapi entah kenapa saat penyerangan Orbion itu dia tidak datang" Ujar Leo.
Diam diam Putri menelan ludahnya sendiri, nama yang disebutkan oleh Leo barusan adalah nama yang paling dibenci sekaligus paling ditakuti oleh semua Hunter di seluruh dunia.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan orang itu telah menghabisi banyak Hunter dari bumi tanpa alasan yang jelas.
"Bagaimana aku tidak mengenalnya, justru aku yang terkejut ketika kau sendiri tidak mengenal ayahmu" Batin Putri menelan ludahnya dengan pandangan yang tidak lepas dari Leo.