ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Mencoba Melindungi


__ADS_3

"Kau matilah!"Orbion itu mengayunkan pedangnya ke arah Leo dan ketika melihat hal itu, Leo hanya bisa menutup matanya.


Dia merasa kehidupannya benar benar singkat dan akan berakhir tepat hari ini, dimana dia harus menjadi korban dari Orbion yang keberadaannya sangat dibenci oleh banyak manusia.


"Maafkan aku Ibu karena aku tidak bisa mewujudkan cita cita ibu, maafkan aku Fiki, meskipun kita memiliki janji menjadi Hunter yang kuat bersama sama tapi aku harus pergi terlebih dahulu, maafkan aku Guru, aku tidak bisa memenuhi harapanmu" Ujar Leo menutup matanya dan pedang yang ada di tangan Orbion mulai menebas Leo.


….


"Cepat kita harus menuju tempat kejadian, atau akan jatuh lebih banyak korban dalam insiden ini" Ujar salah seorang Hunter dengan tingkat Pembentukan Inti menatap jauh kedepan.


Beberapa saat setelah turunnya kapsul, salah satu markas aliran Matahun yang ada di sekitar lokasi kejadian segera dikirim untuk menginvestigasi kejadian yang terjadi.


Meskipun bisa dikatakan dekat, tapi sebenarnya jarak markas aliran Matahun dengan lokasi kejadian saat ini setidaknya mencapai lima kilometer dan membutuhkan beberapa waktu bagi semua orang untuk menuju ke lokasi kejadian.


Dari lima orang, hanya ada satu orang yang mencapai tingkat pembentukan inti tahap 3, sementara sisanya berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 9.


Meskipun demikian, pasukan seperti itu sudah bisa dikatakan sebagai pasukan yang besar di seluruh kota Lamongan, bahkan sangat sedikit pos dari aliran Matahun yang memiliki kekuatan seperti mereka berlima.


"Semoga tidak ada korban jiwa dalam insiden kali ini!" Ujar pemimpin mereka yang berada di tingkatan paling tinggi sambil menatap jauh kedepan.


…..


Suara mendesing yang sangat aneh terdengar di telinga Leo saat ini, begitu dia membuka matanya, Leo bisa melihat pedang yang diayunkan oleh Orbion menuju ke arahnya nampak bergetar dan seolah membentur sesuatu yang sangat keras.


Leo tidak tau pastinya apa yang dihantam oleh senjata itu tapi yang jelas saat ini, Leo bisa merasakan sebuah perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Meskipun dia tengah terluka, Leo merasa bahwa dirinya saat ini aman dan tidak ada satupun bahaya yang mampu mengancamnya saat ini.


Dinding transparan yang melindungi Leo saat ini sebenarnya berasal dari cincin penyimpanan yang melingkar di jari telunjuk Leo, cincin itu menyimpan sebuah segal yang mana jika darah penggunanya menyentuh cincin itu untuk pertama kalinya, maka sebuah dinding transparan akan tercipta.


Dinding itu sangat keras, bahkan senjata pemusnah dunia sekalipun tidak akan mampu menembusnya saking kerasnya dinding transparan yang keluar dari cincin penyimpanan Leo.


Meskipun hebat, hanya satu kali dinding transparan tercipta, itupun hanya berlangsung selama dua menit.


Setelahnya dinding transparan itu lenyap, maka Leo kembali bisa diserang dengan senjata apapun.


"Sialan kau, sihir apa yang kau gunakan!" ujar Orbion itu kemudian dia mengangkat pedangnya tinggi tinggi, bersamaan dengan itu beberapa komponen mulai berubah dan saat ini pedang yang digunakan oleh Orbion itu mulai berubah menjadi morning star dan dengan kekuatan yang sangat besar, Orbion itu mengayunkan gada morning star nya ke arah Leo.


Meskipun demikian, tetap saja hasil dari serangan yang dilancarkan oleh Orbion itu sia sia, serangan itu kembali terpental seolah membentur sebuah baja yang sangat tebal.


Ketika pelatuknya ditekan maka misil yang ada di moncong senjata itu melesat ke arah Leo dan meledak dengan sangat keras.


Bahkan ledakan itu menciptakan awan jamur yang menutupi seluruh area, Leo seolah ditelan oleh ledakan besar itu tanpa sisa dan Orbion yang tengah berhadapan dengan Leo nampak sangat gembira dan tertawa terbahak bahak.


"Hahahaha, akhirnya aku bisa menghabisimu Hunter sialan, dengan demikian maka rahasia yang kami simpan akan aman" Ujar Orbion itu, bersamaan dengan itu peluncur roket yang digunakan olehnya kembali berubah menjadi sebilah pedang.


"Sayangnya sangat sulit untuk membunuhku!" ujar Leo dengan terbata bata.


Luka yang ada di tubuhnya benar benar membuat Leo kesakitan, bahkan untuk berbicara, Leo harus menggunakan banyak tenaga.


"Ba...bagaimana mungkin, kau pasti bukan manusia!" ujar Orbion itu sambil mengangkat pedangnya sekali lagi dan berniat menebas Leo, tapi sebelum itu sebuah tombak melesat dan telat sedikit saja, maka tubuh Orbion itu akan berlubang karena hantaman dari tombak itu.

__ADS_1


Orbion itu melompat ke belakang ketika menyadari dirinya tengah menjadi sasaran sebuah tombak yang melesat dengan cepat, dan setelah terhindar dari bahaya yang bisa saja mengancam nyawanya, Orbion itu menolehkan kepalanya ke arah sumber serangan.


"Mereka datang lebih cepat dibandingkan dengan dugaanku, sungguh merepotkan!" ujar Orbion itu, dia telah melakukan serangan terhadap bumi tapi dia tidak bisa membunuh satupun orang ketika dia datang.


Jika rekan rekannya tahu mengenai hal ini, maka dia akan menjadi bahan ejekan kaum Orbion selama beberapa tahun mendatang dan dia tidak menginginkan hal itu.


"Salah satu dari kalian harus mati hari ini, jika bukan kau maka anak kecil itu yang akan mati!" ujar Orbion itu lantas dia mengalirkan qi dalam jumlah besar dan melemparkan pedang yang ada di tangannya menuju bangunan tempat anak kecil yang melindungi Leo sebelumnya.


Melihat hal itu Leo tidak bisa menahan dirinya dengan dengan sisa tenaga yang dia miliki, Leo bergerak menahan serangan itu dengan kedua tangan yang dilapisi oleh sihir petir dan api.


"Argh…" teriak Leo ketika dia menahan pedang itu, pakaian yang dia kenakan mulai terkoyak dan luka luka sayatan yang tak terhitung tercipta di tubuh Leo, kejadian itu berlangsung selama beberapa saat sebelum akhirnya Leo tumbang ke tanah.


"Kalian berdua kejar Orbion itu, kau perban semua lukanya dan tangani siapapun yang terluka, kau jaga area sekitar dan cari korban lainnya" Ujar pimpinan dari Aliran Matahun dari kelompok itu yang baru datang.


Mereka mulai melakukan tugas mereka masing masing dan mencari keberadaan orang yang menjadi korban dari Orbion itu.


"Selain anak yang ada di dalam bangunan itu dan anak ini, tidak ada orang lain pak!" ujar salah satu dari mereka memberikan laporan.


"Bangunan ini, jadi anak ini berniat melindungi anak kecil yang ada di dalam bangunan ini" Ujar pemimpin kelompok itu sambil menatap bangunan di belakang Leo.


"Sepertinya memang seperti itu pak, anak laki laki ini mencoba melindungi anak perempuan di belakang, dan dari apa yang kami lihat, anak perempuan itu masih berusia dua tahun" Ujar orang yang memberi laporan.


"Aku harap dia bisa segera pulih"Ujar pemimpin kelompok itu menatap ke arah Leo yang tengah mendapat pertolongan pertama.


Bakat dan keberanian seperti Leo sangat jarang ditemukan dan sekalipun ada, dia akan menciptakan sebuah perubahan

__ADS_1


__ADS_2