
Guncangan kekuatan yang sangat besar terjadi di atas langit saat ini. Ribuan petir turun dengan frekuensi dan kekuatan yang sangat mengerikan dimana Sambaran sambaran petir itu menyasar pada kapal jelajah angkasa milik para Orbion.
Ledakan kekuatan spiritual terpusat pada Leo saat ini, dia berusaha keras mencabut pedang yang menancap di punggungnya dengan seluruh kekuatannya hingga membuat langit menjadi kacau.
"Semuanya, menjauh dari anak itu, sepertinya ada yang salah dengannya" Ujar salah satu dari mereka dan bersamaan dengan itu semua orang mengambil jarak dari Leo.
Darah yang menetes dari punggung dan perut Leo membuat kilatan kilatan petir menjalar dan menyelimuti seluruh tubuhnya hingga menciptakan sebuah zirah petir dengan ukiran menyerupai sisik seekor naga.
Bersamaan dengan itu aura langit dan bumi berkumpul dalam satu tempat dan membentuk tombak Guntur yang sama dengan tombak Guntur Leo sebelumnya yang sudah patah menjadi dua akibat terkena serangan dari partikel tuhan.
Tombak itu kembali muncul tapi tekanan yang diberikannya jauh lebih besar dibandingkan dengan tombak guntur Leo sebelumnya.
Meskipun tidak sekuat pedang milik Leo, tapi tombak Guntur yang kini berada di hadapannya setidaknya memiliki setengah dari kekuatan pedang miliknya sebelumnya.
Bersamaan dengan itu kekuatan spiritual berkumpul di atas kepala Leo dan membentuk sosok seekor naga Berzirah perak yang memberikan tekanan besar pada semua Saint yang ada di sana.
Tapi para Orbion terlihat biasa saja setelah Leo melakukan hal itu, bahkan beberapa terkesan meremehkan apa yang dilakukan oleh Leo dan mereka menunjukkan sebuah senyuman tipis di wajah mereka.
"Aku kira akan terjadi hal buruk seperti apa, ternyata dia hanya berubah pakaian dan mengeluarkan binatang spiritual, kebetulan kami ingin mengetahui hasil dari penelitian yang kami lakukan mengenai binatang spiritual" Ujar pemimpin Orbion.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, dia mengeluarkan dua binatang spiritualnya yaitu seekor banteng berwarna emas dan seekor elang dengan bulu bulu berwarna perak.
Melihat hal itu, semua Orbion juga ikut mengeluarkan binatang spiritual mereka, mereka mengeluarkan banyak binatang binatang spiritual dan anehnya, setiap Orbion bisa mengeluarkan dua binatang spiritual dan tingkatannya tidak jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat Fantasi.
"Hanya binatang spiritual tingkat Fantasi dan tingkat Mistis, kalian tidak tahu kekuatan apa yang dimiliki oleh manusia jadi kalian tidak tahu potensi seperti apa yang bisa kami capai!" ujar Leo. Setela Leo mengatakan hal itu, tekanan yang lebih kuat keluar dari naga Berzirah yang dikeluarkan.
Bagaimanapun Naga Berzirah adalah binatang spiritual tingkat dewa yang keberadaanya puluhan kali lebih kuat dibandingkan dengan binatang Spiritual Mistis.
Kendati demikian, melawan ratusan binatang spiritual dengan tingkat yang lebih rendah bukanlah pilihan yang mudah karena resiko yang mungkin didapatkan juga bertambah banyak.
Leo memajukan tangan kanannya dan seketika Naga Berzirah yang berada di atas kepalanya melesat menuju ke arah Orbion. Tidak berhenti di sana, Leo menyambar tombak yang melayang di depannya membuatnya kini membawa dua senjata spiritual dalam waktu bersamaan, tombak Guntur dan pedang kuno di masing masing tangannya.
"Pedang Kobaran Api, Tombak Lautan Guntur dan Naga Menelan Bintang!" Ujar Leo, baru kali ini dia mengeluarkan tiga serangan sekaligus dalam waktu menit dan detik yang sama.
Pedang yang digunakan oleh Leo terbakar oleh api sementara tombak yang digunakan diselimuti oleh petir dan listrik yang sangat besar. naga Berzirah yang ada di atas kepalanya juga membuka mulutnya lebar lebar dan tarikan yang sangat kuat menarik semua binatang spiritual yang dikeluarkan oleh para Orbion.
"Hiyaaaa.." Suara teriakan kedua belah pihak terdengar di atas langit dan beberapa saat kemudian.
Blam….Ledakan besar terjadi diikuti oleh gelombang kejut yang sangat besar, meskipun ledakan itu terjadi di atas langit tapi dampak dari ledakan itu bisa dirasakan sampai ke daratan, bahkan kapal jelajah angkasa yang memiliki ukuran sangat besar dibuat oleng oleh gelombang kejut dari ledakan itu.
__ADS_1
……
"Apa apaa? sebenarnya seberapa kuat Leo saat ini?" Fiki tidak bisa berkata kata ketika gelombang kejut yang sangat kuat mendorongnya jatuh lebih cepat dari atas langit.
Jelas bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Leo sangat besar tapi dia juga tahu bahwa kekuatan itu seharusnya tidak dikeluarkan saya ini karena dampak serangan itu, nyawanya menjadi terancam.
Sementara itu di atas arena kompetisi, Misari mengangkat kedua tangannya dan rusa jutaan tanduk di belakangnya mengeluarkan sulur sulur tidak terbatas dari atas kepalanya dan menangkap Misari dan Satria yang jatuh dari atas langit.
Hempasan kekuatan yang sangat besar cukup mengganggu baginya tapi dia masih beruntung karena rusa jutaan tanduk unggul dalam kemampuan melindungi dibandingkan dengan menyerang sehingga pertahanan yang dimiliki olehnya menjadi jauh lebih kuat dibandingkan dengan orang lainnya.
"Guru!" Dinda datang menghampiri Satria yang ditangkap oleh sulur sulur yang turun dari atas langit lantas dia menatap ke arah Misari.
"Misari, apakah kau membawa pil penyembuh? Jika kau membawanya cepat berikan padaku agar kita bisa menyelamatkannya" Ujar Dinda mengulurkan tangannya dan bukan hanya Satria, Lili juga terlihat sangat panik melihat kondisi Satria.
"Aku tidak memiliki pil penyembuhan, tapi aku memiliki pil pemulih"
"Berikan saja apa yang kau punya agar kita bisa menyelamatkannya, meskipun pil pemulih hanya bisa mengembalikan kekuatan spiritual dan menutup beberapa luka, itu cukup untuk saat ini" Ujar Dinda dengan panik dan Misari segera memberikan apa yang diminta oleh Dinda.
"Leo, aku harap kau tidak memaksakan dirimu terlalu jauh" Batin Misari menatap ke atas langit dimana percikan serangan layaknya kembang api bermunculan di segala tempat.
__ADS_1