
"Sepertinya wanita itu benar-benar memiliki masalah yang serius, apakah kau yakin tidak ingin bertanya kepadanya mengenai masalah yang dihadapi saat ini Leo?" Ujar Masamune sambil menatap ke arah Dinda yang nampak melamun setelah bertarung di atas arena.
"Jika aku bertanya padanya, mungkin dia akan marah besar padaku kau saja yang tanya aku akan menunggu di sini" Ujar Leo yang sama sama ikut mengawasi Dinda.
"Heh, Leo kau tidak bisa begini, bagaimanapun dia adalah murid dari ayahmu jadi seharusnya dia mendengarkan apa yang kau katakan" Ujar Masamune berniat mengelak tapi tidak digubris oleh Leo.
"Kau lihat sendiri kan? dia bahkan sangat membenciku dan mengatai aku orang yang mesum ketika kita bertemu, ditambah saat ini dia sedang memiliki masalah jadi lebih baik kau yang datang padanya, aku bahkan tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika aku mengajaknya bicara" Ujar Leo yang mana hal itu memicu perdebatan sengit keduanya.
Setelah mendapat desakan keras dari Leo, akhirnya Masamune bersedia untuk menanyakan masalah yang dihadapi oleh Dinda dan sebisa mungkin dia akan berusaha untuk menarik Dinda ke dalam kelompok yang akan mereka bangun ke depannya.
Seluruh jantungnya berdebar dengan sangat keras ketika dia berjalan semakin mendekat ke arah Dinda karena dia tahu bahwa wanita itu saat ini sedang berada dalam masalah yang besar.
Terlihat sangat jelas bahwa Dinda beberapa kali bertarung di atas arena, bahkan dalam setengah hari ini saja Dinda sudah melewati 5 pertarungan yang mana seluruh pertarungan itu dimenangkan olehnya.
Dinda bahkan tidak setenang sebelumnya Yang mana dia akan membiarkan lawannya melancarkan serangan terlebih dahulu, kali ini teknik bertarung yang Dinda gunakan terkesan lebih agresif dan sangat keras dimana ketika Dinda bertarung di atas arena dia akan mengambil inisiatif untuk melancarkan serangan terlebih dahulu dan bukan main main, serangan yang dilakukan oleh Dinda adalah serangan-serangan kuat yang bahkan mampu menggetarkan seluruh Arena.
__ADS_1
"Ah…anu Dinda, bisakah kita mengobrol sebentar, aku bisa melihatmu memiliki banyak masalah dan jika mungkin kami bisa membantumu.."
"Jangan ganggu aku, kau adalah teman dari orang mesum itu jadi jangan pernah menunjukkan wajahmu di depanku atau aku akan menghajarmu meskipun aku tahu kekuatanmu berada jauh di atasku" Ujar Dinda dengan tatapan dingin.
"Anu sebenarnya aku ingin mengatakan hal yang sama padamu seperti apa yang aku katakan sebelum-sebelumnya, maukah kau bergabung dengan kami di kelompok yang akan kami dirikan?" Tanya Masamune menatap kearah Dinda.
Mendengar hal itu, Dinda nampak sangat marah tapi beberapa saat kemudian sebuah senyuman tipis terukir di wajahnya dan dia menatap ke arah Masamune yang mana akibat tatapan itu Masamune merasakan perasaan dingin yang merembes keluar melalui tulang-tulangnya.
"Aku akan bergabung dengan kalian tapi dengan satu syarat yang harus kalian penuhi" Ujar Dinda yang mana membuat Masamune tersentak kaget tidak percaya dengan apa yang dia dengar, dia menatap kearah Dinda dan bertanya-tanya syarat apa yang harus mereka penuhi agar wanita itu mau bergabung dengan kelompok yang akan mereka bangun.
"Syaratnya sangat sederhana, kalian dapatkan batu angin di pelelangan besok maka aku akan bergabung dengan kelompok kalian" ujar Dinda dengan sebuah senyuman cerah karena dia berpikir dua orang pemuda tidak akan memiliki uang sebanyak itu.
"Kalau hanya itu yang kau inginkan maka masalah ini akan menjadi lebih mudah bagiku, hanya mendapatkan batu angin saja apakah tidak ada yang lain?" Tanya Leo yang datang menghampiri mereka karena mendengar percakapan yang keduanya lakukan.
"Kau sangat sombong tapi apakah kau yakin bisa mendapatkan batu angin itu, harga batu angin bisa mencapai ratusan juta rupiah dan aku sangat yakin kau tidak akan sanggup membayarnya terlebih batu angin itu ditawarkan di pelelangan Yang mana harganya akan terus melambung tinggi" Ujar Dinda.
__ADS_1
"Itu masalah.gampang, aku akan mengurusnya untukmu, justru aku yang bertanya-tanya apakah kau yakin jika kami bisa mendapatkan batu angin itu kau mau bergabung dengan kelompok yang akan kami dirikan?"
"Kalau begitu ayo buat perjanjian darah denganku, jika salah satu dari kita melanggarnya maka untuk selamanya dia akan menjadi budak dari orang yang menepati janji itu bagaimana, tapi jika aku mau bergabung dan kau juga bisa mendapatkan batu angin itu maka janji ini tidak akan berlaku" Ujar Dinda dengan penuh percaya diri karena dia berpikir bahwa Leo tidak akan berani melakukan janji itu tapi siapa sangka Leo melukai jempol tangan kanannya dan setetes Darah melayang di udara.
"Jika kau ingin melakukan perjanjian darah denganku maka cepatlah aku tidak ingin membuang waktuku sia-sia karena masih ada hal yang ingin aku lakukan setelah ini guna mendapatkan batu angin itu" Ujar Leo, hal itu memang membuat anda merasa kesal tapi mau tidak mau dia harus melakukan hal yang sama dengan apa yang Leo lakukan karena dia tidak ingin menelan ludahnya sendiri.
Dinda melukai tangannya dan meneteskan setetes Darah yang mana darah itu melayang dan menyatu dengan darah milik Leo sebelumnya, ketika darah dari kedua orang itu bertemu seketika sebuah lingkaran terbentuk yang mana lingkaran itu berwarna merah darah dan berisi beberapa kata yang merupakan janji dari keduanya.
Beberapa saat kemudian lingkaran itu mulai memudar dan akhirnya menghilang dengan sendirinya ketika perjanjian darah sudah selesai terbentuk.
"Aku menantikan hari esok, sementara itu aku akan pergi untuk istirahat lebih cepat karena setelah ini, kau akan mencarikan aku uang" Ujar Dinda kemudian berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Leo.
"Leo apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan, batu Angin adalah barang yang sangat mahal bagaimana kau bisa mendapatkannya di pelelangan?"
"Tentu saja dengan pembelinya, jika harganya hanya berkisar ratusan juta mungkin aku masih bisa mendapatkannya, tapi jika mencapai miliaran mungkin aku gagal tapi batu itu paling tidak hanya seharga 100 sampai 300 juta, akan lebih mudah mendapatkan sesuatu yang kisaran harganya sudah kita ketahui karena kita tidak harus repot-repot untuk mencari tahu mengenai harga pasar"
__ADS_1
"Bukan itu maksudku bagaimana kita mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli batu Angin?"
"Apakah uang segini cukup?" tanya Leo sambil mengeluarkan tumpukan uang kertas yang membuat Masamune mematung tak percaya.