
"Yo anak kecil, sepertinya kau memiliki banyak barang bagus, kalau tidak keberatan maukah kau membaginya pada kami?" Rion datang menghampiri Leo sambil mengulurkan tangannya di ikuti oleh beberapa orang dengan senjata ditangan mereka.
Tidak perlu banyak berpikir untuk mengetahui identitas dari orang orang yang berjalan mendekat ke arah Leo, orang orang yang berjalan ke arah Leo saat ini sudah sangat jelas bahwa mereka memiliki niat buruk terhadap anak itu.
"Hais, aku memang sudah menduga hal ini tapi setidaknya kalian mengirim orang yang bisa diandalkan untuk menyinggung ku, hanya sekelompok sampah masyarakat ingin mencari masalah denganku? Terlalu cepat seratus tahun bagi kalian semua untuk melakukan hal ini" Ujar Leo kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan menatap semua orang yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Cih, tidak ada gunanya mendengar omongan dari orang yang akan mati, selagi kau masih bisa bicara lebih baik kau mengatakan kata kata terakhirmu"
"Bolehkah? Kalau begitu sebelum kalian berusaha membunuhku aku ingin kalian menyingkirkan pedagang sialan itu, dia hampir menipuku di pasar sebelumnya!' Ujar Leo sambil menunjuk ke arah pedagang yang ada bersama mereka yang membuat pedagang itu mundur beberapa langkah ke belakang.
"Kak Rion, tolong habisi dia dengan cara yang paling kejam, aku ingin melihat wajahnya ketika menderita!" Ujar pedagang itu sambil menunjuk ke arah Leo yang diikuti oleh helaan nafas panjang anak itu.
__ADS_1
"Kak, sepertinya kakak bertemu dengan orang orang bodoh, aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan bahkan dengan tingkat pelatihan mereka yang paling tinggi berada ditingkat pemurnian tubuh bintang 3, mereka masih berani melawan kakak" Lili muncul di samping Leo dengan ekspresi yang sangat kecewa karena dia ingin melihat kemampuan yang dimiliki oleh Leo tapi sepertinya untuk saat ini dia masih belum bisa melihat kekuatan penuh dari Leo.
"Aku juga kasihan pada mereka, mereka adalah orang orang payah yang ditipu oleh pedagang penipu itu" Leo menggelengkan kepalanya beberapa kali yang membuat orang orang yang datang padanya sangat marah.
Bagaimana tidak marah, meskipun bagi mereka Leo nampak bicara sendiri, tapi kata kata yang dikeluarkan oleh anak itu bagaikan sebuah anak panah yang dilepaskan dan bersarang pada dirinya.
"Kau, kau akan melihat kemarahan dari kami, Geng Sungai yang tidak terkalahkan!" ujar Rion kemudian aura spiritual meledak dari dirinya yang membuat suasana menegangkan yang ada di sana dipenuhi oleh gelak tawa rekan rekannya.
Padahal sejak awal Leo tidak menganggap serius orang orang yang ada di depannya, justru saat ini dia sibuk mengobrol dengan lili mengenai makan malam yang sebaiknya dipilih untuk mengisi perutnya.
"Heh,aku baru tahu bahwa hantu juga bisa merasa lapar" Ujar Leo sambil mengelus dagunya yang mana hal itu membuat semua orang menolehkan kepalanya ke arah Leo.
__ADS_1
"Apakah anak ini sudah gila? Kita berbicara padanya sejak tadi tapi sepertinya dia tidak memperdulikannya"
"Dia sangat berani menyepelekan geng sungai, kita harus memberinya pelajaran atau kita akan benar benar dipermalukan di kota Jakarta"
Ujar beberapa berandalan itu sambil menatap ke arah Leo dengan tatapan kesal.
"Hei anak kecil!" teriak Rion yang mana hal itu membuat Leo menolehkan kepalanya ke arah berandalan itu.
"Apa yang kalian mau?" Tanya Leo yang mana hal itu membuat wajah Rion memerah, dia tidak peduli akan apapun yang mungkin terjadi dengan dengan cepat melompat ke arah Leo dengan tongkat pemukul di tangannya.
"Jadi kalian mau main kasar ya, kalau begitu aku akan melayani kalian" Ujar Leo kemudian dia mengambil sikap kuda kuda dan bersiap untuk menyambut serangan yang dilakukan oleh Rion.
__ADS_1