ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Ujian Tahap Ketiga, Pertarungan Leo (Bag 1)


__ADS_3

Saat ini Leo sudah berada di atas arena bersama dengan beberapa peserta yang lain, sesaat setelah pertarungan yang dilakukan oleh Dony selesai, saat ini giliran Leo yang akan bertanding.


Tapi yang menjadi masalahnya saat ini adalah, lawan-lawan yang harus dihadapi oleh Leo hampir setengahnya adalah tingkat pemurnian tubuh bintang 2, mungkin jika mereka melawan Dony hal itu masih mungkin tapi saat ini mereka berdiri di atas arena yang sama dengan Leo.


"Orang-orang ini memiliki latar belakang yang cukup besar, dan diantara mereka semua, ada orang yang benar benar ingin aku hajar sampai babak belur!"Guman Leo sambil menatap ke arah Yuda yang ada di antara mereka semua.


Yuha memang tidak terlalu kuat, dia hanya berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 1, tapi latar belakang yang dimilikinya cukup besar hingga mampu membuat orang-orang yang berada bersamanya mengikuti segala kemauannya.


Dia bisa menebak bahwa pertarungan yang akan dia lakukan kali ini akan sangat berat karena Yuda pasti akan menyuruh teman temannya untuk melancarkan serangan padanya dan Leo tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan semua orang.


"Jadi inilah kekuatan uang" Guman Leo menatap setiap peserta di atas arena secara bergantian.


Pada saat inilah Leo mengingat apa yang pernah dikatakan oleh ibunya semasa masih hidup.


"Leo, sesulit apapun langkah yang akan kau hadapi, kau harus terus melangkah maju dan menyingkirkan semua halangan yang ada di depanmu, kau adalah putraku dan aku sangat yakin bahwa kau bisa menciptakan sebuah perubahan" Kata kata itu membuat api yang ada di tubuh Leo bergejolak dan tanpa sadar aura spiritual Leo sudah dikeluarkan bahkan sebelum pertarungan dimulai.


Berbeda dari sebelumnya kini aura spiritual yang menyelimuti tubuh Leo berwarna merah terang yang mana siapapun yang ada di sekitarnya bisa merasakan sebuah kehangatan dari aura spiritual milik Leo.


Sebelumnya ketika aura spiritual Leo masih berwarna biru cerah perasaan nyaman menyelimuti siapapun yang ada disekitarnya dan saat ini perasaan berbeda kembali muncul ketika aura spiritual berwarna merah terang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


Ketika panitia mulai menghitung mundur dan bersiap melemparkan kain merah yang ada di tangannya, semua peserta sudah bersiap dengan kuda-kuda masing masing dan ketika kan merah dilemparkan dan menyentuh lantai arena semua peserta bergerak menuju ke arah yang sama yaitu ke arah Leo.


"Leo, sebaiknya kau pergi dari hadapan kami karena kau tidak layak berada di akademi Naga Timur!" Yudi melancarkan sebuah pukulan bersama dengan anak anak lainnya ke arah Leo.


Meskipun tahu bahwa dirinya menjadi sasaran serangan itu, Leo tidak bergerak dari tempatnya sedikit pun, dia menunggu momentum yang tepat untuk menghindari serangan dari Yudi dan yang lainnya, selain itu Leo juga berniat melancarkan serangan balasan ketika dia mendapatkan momentum yang tepat.


Leo tahu saat ini energi spiritualnya masih sangat terbatas dan hanya bisa mengeluarkan beberapa jurus, karena itu dia ingin memanfaatkan jurus jurus yang akan dikeluarkannya agar dia bisa bertahan lebih lama diatas arena.


"Apakah anak itu begitu ketakutan sampai sampai tidak bisa bergerak"


"Bukankah sudah jelas dia dikepung oleh 8 orang yang kekuatannya berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 2, bahkan dua diantaranya sudah melatih jurus" 


Beberapa peserta lain yang menyaksikan pertarungan antara Leo di atas arena nampak prihatin karena mereka tahu jika Leo dilatih dengan benar maka dia akan menjadi salah satu Hunter terhebat di dunia.


Seandainya Leo mendapat lawan yang lebih berimbang dan semua lawannya tidak menyerang secara bersamaan masih ada peluang bagi Leo untuk memenangkan pertarungan tapi untuk saat ini, memenangkan pertarungan adalah hal yang mustahil untuk dilakukan.


"Leo, kau akan mendapatkan balasan karena kau sudah mempermalukanku pada waktu itu!" Yudi mengarahkan pukulan ke arah Leo, dia berpikir dia bisa mengalahkan Leo dengan pukulan itu, tidak pernah diduga sebelumnya bahwa saat ini Leo tengah menunjukkan sebuah senyuman tipis di wajahnya.


Kedua kaki Leo telah dialiri oleh kekuatan spiritual yang cukup untuk mengeluarkan tiga kali langkah awan, dan ketika serangan itu hampir mencapai tubuh Leo.

__ADS_1


"Langkah awan" dengan cepat Leo mengeluarkan jurusnya dan dengan jurus itu Leo bergerak dengan sangat cepat hingga membuat semua peserta yang mengarahkan serangan padanya terkejut, mereka buru-buru menghentikan serangan mereka dan mencari keberadaan Leo ke seluruh tempat, tapi belum menemukan Leo, sebuah kesialan kembali menimpa mereka semua.


Pukulan keras mendarat di beberapa bagian tubuh mereka membuat mereka terjatuh di lantai Arena, mereka tidak tahu apa yang terjadi bahkan Yudi yang memimpin serangan terhadap Leo tidak menyangka bahwa akan ada kejadian tidak terduga seperti ini.


"Sialan, Leo jika kau seorang pria maka tunjukkan dirimu!" Yudi berteriak dengan lantang di tengah-tengah arena karena dimanapun dia mencari, keberadaan Leo tidak bisa ia temukan di atas Arena.


Sesaat setelah berteriak memanggil Leo, Leo benar-benar muncul di hadapan Yudi yang mana hal itu membuat Yudi terkejut dan mundur beberapa langkah.


Belum sempat mengambil respon atas apa yang terjadi pukulan keras yang dilancarkan oleh Leo mendarat di pipi anak itu membuatnya terlempar cukup jauh dan terseret di atas Arena.


Hampir semua orang yang melihat kejadian di atas arena tidak percaya, bahkan pihak guru sekalipun tidak pernah mengira bahwa Leo sudah menguasai sebuah jurus di usianya yang mungkin bisa dikatakan paling muda di antara peserta-peserta lain.


"Ini bohong kan, hanya beberapa tarikan nafas banyak yang sudah tumbang"


"Mataku menipuku, apa yang aku lihat pasti tidak nyata" Ujar beberapa peserta yang menyaksikan pertarungan karena hanya dalam beberapa saat, banyak orang yang terjatuh ke atas arena, meskipun mereka masih bisa bangkit dan tidak mengalami luka yang serius, tetap saja apa yang terjadi di depan mata mereka saat ini membuat mereka terkejut.


Di antara semua yang menyaksikan hal itu tentu saja yang paling gembira adalah Ryan, sebab saat ini dia adalah guru Leo dan dugaannya mengenai kekuatan Leo memang benar.


"Sepertinya tidak akan berakhir disini, aura merah yang ada di tubuh Leo saat ini memiliki kekuatan api dari Burung Elang Berapi, aku bisa melihat bahwa potensinya tidak terbatas tapi bisakah dia menggunakan sihir dalam pertarungan ini" Batin Ryan menatap ke arah Leo.

__ADS_1


__ADS_2