ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Lili!


__ADS_3

Pagi harinya leo membuka matanya dan dirinya menemukan tubuhnya dipenuhi oleh kotoran hitam yang berbau sangat menyengat, rupa-rupanya bukan hanya Jurus yang Leo kuasai melainkan saat ini dia telah naik tingkat menjadi pemurnian tubuh bintang 4.


Bakat yang sangat mengerikan dimiliki oleh seorang pemuda yang bahkan baru berusia 16 tahun, jika saja orang itu berusia 17 tahun, hal itu cukup wajar tapi bagi anak-anak yang mencapai tingkat pemurnian tubuh bintang 4 sebelum usia 17 tahun mereka sudah bisa dianggap sebagai jenius sejati.


Selain itu, Leo juga berhasil menguasai bagian pertama dari jurus mata dewa Wang Secara tidak sempurna, yang mana dengan kemampuan Leo saat ini dia bisa melihat beberapa hal yang seharusnya tidak bisa dilihat oleh banyak orang.


Termasuk makhluk makhluk halus seperti hantu, ketika Leo mencoba menggunakan kemampuan itu, seketika dia dibuat melompat kaget karena hantu yang sebelumnya mengganggu dirinya kembali muncul dan kini hantu itu berada di jari telunjuk tangan kanan.


Memang hantu itu tidak memiliki ukuran sebesar sebelumnya tetapi tetap saja apapun jenisnya hantu tetaplah hantu dan Leo tetap takut terhadap bantu.


Leo berusaha mengibas-ngibaskan tangannya tetapi percuma hantu itu seolah menempel dan memeluk cincin milik Leo sehingga tidak mau lepas begitu saja.


Kata-kata yang selalu diucapkan oleh hantu itu ada makan sambil menunjuk ke arah cincin penyimpanan milik Leo, saking takutnya akhirnya Leo memutuskan untuk mengeluarkan semua isi cincin penyimpanannya termasuk pedang berkarat miliknya.


Seketika itu pula Aura yang sangat mengerikan menyebar keluar dari pedang berkarat memenuhi kamar Leo saat ini, mendapati Aura mengerikan seperti itu hantu itu terbang mendekat dan membuka mulutnya lebar-lebar.


Dengan jurus mata Dewa Wang yang dipelajari oleh Leo, Leo bisa melihat energi-energi hitam bergerak ke arah mulut hantu itu dan masuk ke dalamnya tubuhnya.


Dalam waktu yang sangat singkat banyak Aura hitam yang keluar dari Padang masuk ke dalam mulut hantu itu den setelah beberapa saat perut hantu itu nampak semakin besar dan setelahnya suara sendawa keluar dari mulut hantu itu barulah hantu itu menghentikan aksinya.


"Terimakasih atas makanannya, sudah ratusan tahun aku tidak menikmati makanan seenak ini" Ujar hantu itu sambil mengelus perutnya yang sudah mengembang dan lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.


"Ka...kau bisa bicara, Ba... bagaimana mungkin?" Tanya Leo sambil menunjuk ke arah hantu itu dengan tubuh yang bergetar ketakutan.

__ADS_1


Hantu itu kemudian terbang ke arah Leo dan menatap leo dengan perasaan yang sangat marah, dia seolah berniat mengatakan sesuatu tapi beberapa saat kemudian ia bisa melihat pipi hantu itu mulai bersemi merah sebelum akhirnya mulai angkat bicara.


"Anu, aish" hanya sepatah kata yang keluar dari mulut hantu itu sebelum dia berhenti karena menggigit lidahnya sendiri, konyol memang, hantu yang menggigit lidahnya sendiri mungkin baru kali ini terdengar dan disaksikan oleh seseorang.


"Apa yang akan dilakukan oleh hantu ini, apakah dia melakukan ritual untuk memanggil teman-temannya?" Guman Leo dengan tubuh bergetar hingga akhirnya hantu itu mulai berbicara padanya.


"Anu, maaf sebelumnya namaku adalah Lili dan ini adalah interaksi ku dengan manusia setelah dua ratus tahun terakhir" Ujar hantu itu sambil membungkukkan badannya yang mana hal itu membuat Leo sangat terkejut.


"Kau hantu jenis apa, aku baru kali ini melihat ada hantu yang menundukkan kepala di depan seseorang!" ujar Leo menunjuk ke arah Lili yang mana Leo mengatakan hal itu setelah mengumpulkan semua keberanian miliknya.


"Jahatnya, kakak jangan samakan aku dengan makhluk kotor yang menjijikkan seperti mereka, aku bukanlah hantu melainkan hantu yang sangat cantik" Ujar Lili sambil tersenyum manis manatap ke arah Leo yang mana senyuman manis itu bagi Leo merupakan senyuman paling menyeramkan yang pernah dia lihat.


"Tetap saja kau hantu bukan, pergi dari sini jangan ganggu aku!"Ujar Leo berusaha mengusir hantu itu dengan mengibas ngibaskan tangannya tapi percuma.


"Kakak sebenarnya apa yang kakak lakukan, kakak mengibaskan tangan kakak memanggilku tapi menyuruhku untuk pergi, sebenarnya apa yang harus aku lakukan?" tanya Lili menatap ke arah Leo sambil meletakkan jari telunjuk tangan kanannya di depan bibirnya seolah dia sedang memikirkan sesuatu.


"Lakukan apa saja yang kau suka tapi jangan pernah menggangguku!" ujar Leo yang mana hal itu ditanggapi oleh senyuman tipis Lili.


"Kalau begitu aku akan ikut bersama dengan kakak, dengan ikut dengan kakak maka aku bisa terus merasakan makanan enak itu!" ujar Lili sambil menunjuk ke arah pedang berkarat milik Leo.


Kata-kata yang keluar dari Lili tentu  saja membuat Leo sangat terkejut, Leo membuka matanya lebar lebar kemudian dia mengangkat kedua tangannya dan berniat membacakan doa pengusir hantu dan setan tapi sebelum itu, jari telunjuk hantu itu berada tepat di depan Mulut Leo.


"Percuma saja kakak membacakan doa untuk mengusirku, aku adalah hantu yang sudah memulai pelatihan dan saat ini aku berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 9" Ujar hantu itu yang mana kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat Leo sangat terkejut.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan rasa takutnya Leo segera menuju ke arah hantu itu karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Bagaimana kau bisa melakukan pelatihan, kau bahkan tidak memiliki tubuh seperti makhluk hidup lainnya?" Tanya Leo menunjuk ke arah hantu itu yang mana ditanggapi senyuman tipis olehnya.


Beberapa saat kemudian sepasang kaki muncul dan hantu itu berjalan dengan santainya di kamar Leo seolah kamar Leo adalah kamar miliknya kemudian dia duduk di atas ranjang Leo.


"Apakah kakak tidak tahu bahwa makhluk selain manusia juga bisa melakukan pelatihan, kami para hantu juga bisa melakukan pelatihan dengan menyerap Aura kejahatan maupun kematian dari makhluk lainnya, semakin banyak aura yang kami serap dan semakin tua usia kami , maka kekuatan kami juga akan semakin besar" Ujar Lili menjelaskan dan kembali Leo bertanya mengenai bukti yang bisa meyakinkannya.


"Kakak perlu bukti, kalau begitu kakak pasti pernah mendengar mengenai Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong bukan, yang satu memimpin atas pasukan jin dan yang lain memimpin atas siluman, menurut kakak kenapa mereka bisa memiliki kekuatan? Selama ini mereka melakukan pelatihan layaknya manusia dan kekuatan mereka berada di tingkat Saint bintang 9" Ujar Lili menjelaskan.


"Tunggu, apakah mereka sudah abadi?" 


"Abadi, apa yang kakak bicarakan, sejak awal hantu adalah makhluk abadi dan kami hanya bisa benar-benar tiada ketika kiamat tiba" Ujar Lili menjelaskan.


Lili kemudian tersenyum tipis dan menatap ke arah Leo sebelum kembali mengatakan sesuatu yang membuat Leo melompat mundur karenanya.


"Sepertinya trauma kakak terhadap hantu sudah mulai hilang, aku turut senang" Ujar Lili yang mana hal itu mengejutkan Leo.


🐦🐦🐦🐦


Pengumuman


mungkin hari ini dan besok Up 1 chapter dulu, author agak lelah dan ada banyak masalah yang menumpuk.

__ADS_1


__ADS_2