
"Selama ini ayah pergi kemana? Kenapa tidak menemuiku dan ibu pada saat ibu masih hidup?" tanya Leo.
Saat ini Leo dan Satria tegah menyusuri jalanan yang mana saat ini Satria hanya mengikuti Leo yang entah pergi kemana.
"Heh, kau menyumpahi ibumu mati, aku tidak menyangka memiliki seorang putra sepertimu yang bahkan berani mengatai ibu kandungnya sendiri mati"
"Bukan begitu ayah, tapi ada sebuah kejadian yang memaksa ibu harus meregang nyawa, dan ketika kejadian itu terjadi, aku tidak bisa melakukan apapun" Ujar Leo sambil menundukkan wajahnya, perasaan bersalah menyelimuti diri Leo ketika dia mengingat kejadian kebakaran yang menewaskan ibunya, jika saja Leo saat itu memiliki kekuatan, maka dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi di depan matanya sendiri.
"Kau salah paham mengenai ibumu, ibumu masih hidup dan saat ini dia berada di suatu tempat" Ujar Satria yang mana hal itu membuat Leo membelalakkan matanya kemudian dia menatap ke arah Satria dengan tatapan tidak percaya.
"Ayah, apakah ayah serius mengatakan hal itu? tapi aku sangat yakin karena aku melihat tubuh ibu terbaring tak bernyawa di depanku dan itu benar benar ibu" Tanya Leo.
"Apakah kau melihat wajahnya dan memastikan itu benar benar ibumu, aku pikir kau tidak melakukannya dan menganggapnya ibumu hanya dengan postur tubuh yang sama bukan?
Ada banyak hal yang tidak kau ketahui mengenai ibumu Leo, dan lebih baik kau tidak mengetahui mengenai ibumu lebih dari apa yang dia tunjukkan padamu, yang lebih penting saat ini adalah kau tau bahwa ibumu masih hidup" Ujar Satria yang mana hal itu membuat air mata menetes membasahi pipi Leo.
Leo memang merasakan bahwa ibunya tidak benar benar tiada ketika dia dilanda keputusasaan beberapa bulan belakangan, bahkan ibunya pernah menemuinya dan memberikannya sebuah saran yang membuat Leo kembali bangkit dan mengejar cita cita yang selama ini dia inginkan.
"Lalu bagaimana aku bisa bertemu dengan ibu lagi, apakah ayah bisa membantuku bertemu dengan ibu?"Tanya Leo dengan semangat, tiba tiba dia merindukan ibunya saat ini karena sudah beberapa bulan Leo tidak bertemu dengan ibunya.
Ibu Leo adalah satu satunya wanita yang ada di hati Leo untuk saat ini, tentu jika dia mengetahui bahwa ibunya masih hidup dan selamat dari kematian dia sangat senang.
__ADS_1
"Jika kau ingin bertemu dengan ibumu, kau harus bertambah kuat dan melatih jurus Mata Dewa Wang yang aku berikan padamu setidaknya sampai tahap mata kebenaran, jika kau bisa melatih jurus itu maka kau bisa melihat kebenaran dari dunia ini.
Jurus itu dibagi menjadi empat penguasaan dan perubahan mata yaitu, mata roh, mata kebenaran, mata waktu, dan yang terakhir adalah mata dunia.
Sampai sejauh ini aku hanya bisa mencapai mata waktu tapi aku yakin kau bisa mencapai pelatihan yang jauh lebih tinggi dari apa yang aku capai" Ujar Satria menjelaskan.
"Dari mana ayah mendapatkan jurus itu? Seharusnya jurus itu bukan berasal dari masa sekarang dan berasal dari peradaban kuno, bahkan bahasanya tidak mudah untuk dipahami bahkan dengan ilmu pengetahuan sekalipun" Ujar Leo, dia terkejut karena ayahnya mengetahui mengenai Jurus Mata Dewa Wang pemberian gurunya.
Ryan sebelumnya mengatakan bahwa kitab jurus itu adalah pemberian dari temannya dan dari fakta ini Leo bisa mengetahui bahwa ayahnya adalah teman baik dari gurunya, akan tetapi seharusnya bahasa yang ada di buku itu tidak mudah dipahami, bahkan oleh kemajuan teknologi manusia puluhan tahun sebelumnya.
"Aku sudah pernah menceritakan padamu mengenai kakek buyutmu bukan, dia yang mengajariku membaca jurus itu bahkan dia sendiri yang menulisnya, dia mengatakan bahwa jurus itu akan berguna di masa depan bagi orang orang yang ditakdirkan" Ujar Satria menjelaskan yang mana hal itu membuat Leo semakin tertarik dengan kakek buyutnya.
Masih ada sebuah tirai besar mengenai identitas dari ibunya, terutama kakek buyutnya yang memiliki jurus kuno dan mengetahui bahasa di dalamnya.
Leo jelas tahu bahwa jurus Mata Dewa Wang yang diberikan oleh ayahnya bukanlah jurus yang bisa disepelekan karena meskipun hanya meningkatkan kemampuan melihat, jurus itu masih bisa melihat sesuatu yang sangat tabu layaknya roh dan hantu dan lain sebagainya yang mana jika semakin meningkat penguasaannya, maka semakin besar pula kemampuan yang bisa dimiliki.
….
"Aku sangat yakin bahwa energi besar barusan adalah milik Master, aku tidak percaya bahwa master akan kembali muncul setelah semua yang terjadi, meskipun semua itu baik karena aku bisa bertemu dengannya" Ujar Dinda.
Wanita dengan kekuatan pemurnian tubuh bintang 7 itu memiliki usia yang tidak berbeda jauh dengan Leo, wajahnya yang anggun dan tubuhnya yang proporsional mampu membuat siapapun yang menatapnya akan jatuh hati pada pandangan pertama.
__ADS_1
Selain itu Dinda yang selalu mengenakan pakaian tertutup mampu membuat siapapun menjadi penasaran akan identitas di balik penutup wajah yang selalu digunakan oleh Dinda.
Ada sebuah kejadian besar yang mana kejadian itu membuat Dinda harus berguru pada mesternya saat ini.
Saat itu keluarganya dihancurkan dan dimusnahkan oleh pasukan Orbion ketika Dinda masih berusia sekitar empat belasan tahun, ketika nyawanya sudah berada di ujung tanduk, orang itu datang.
Dengan kharisma dan kekuatan yang sangat besar, orang itu membabat habis semua Orbion yang menyerang keluarga Dinda dan membantu Dinda keluar dari dalam krisis.
Bahkan orang itu memberikan pendidikan yang seharusnya Dinda dapatkan hingga lulus smp, tapi ketika Dinda ingin di daftarkan ke sebuah akademi, wanita itu menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan orang yang membantunya.
Sudah cukup banyak Dinda merepotkan orang yang menjadi penolongnya sekaligus menjadi masternya dalam waktu yang bersamaan, Dinda memilih untuk mencari pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya sehari hari hingga dia memutuskan untuk bertarung di atas arena untuk menghasilkan banyak uang.
….
"Leo, ada satu hal yang harus kau ingat, aku memiliki seorang murid gadis di kota ini, dia juga ikut bertarung di atas arena sama sepertimu, aku berharap kau bisa akur dengannya dan kalau memungkinkan, aku ingin kau mengajarkan mengenai sedikit tata krama padanya" Ujar Satria.
"Ayah, kenapa sepertinya aku mendapat beban yang sangat berat setelah ayah mengatakan hal itu, gadis yang tidak memiliki tata Krama mengingatkanku pada seseorang" Ujar Leo kemudian dia menatap cincin penyimpanannya diikuti oleh Satria.
"Jadi hantu kecil itu juga cukup merepotkan, kalau begitu kau harus bertahan" Ujar Satria yang mana membuat Leo menghela nafas panjang.
Sepertinya sudah tidak ada hal apapun yang mampu mengejutkan Leo setelah ini, tapi pengungkapan yang dia dengar selanjutnya membuat Leo terdiam dan mematung selama beberapa saat.
__ADS_1