
Saat ini Leo bisa merasakan guncangan yang sangat hebat di dasar Laut, bukan hanya Leo tapi semua makhluk hidup yang ada di dasar laut juga merasakan yang sama dan karena guncangan itu, ruang penempaan senjata dibuat bergetar dengan sangat hebat hingga senjata senjata yang diciptakan berjatuhan satu demi satu.
"Apa yang terjadi?" Ujar Leo kemudian dia berlari keluar dari ruang penempaan itu diikuti oleh Siluman Hiu Martil di belakangnya yang mana ketika mereka keluar, pemandangan di depan mereka benar benar dibuat terkejut.
Ratusan ribu pasukan ratu laut Selatan telah siap bertempur melawan jutaan siluman dan mahluk gaib yang ada di depan mereka, Leo bisa melihat semua itu dengan jelas karena dia mengaktifkan kemampuan Mata Dewa Wang Miliknya.
"Tuan, terimakasih karena sudah membuatkanmu dua senjata yang begitu hebat, aku masih memiliki urusan jadi sampaikan salamku pada ratu" Ujar Leo sambil melambaikan tangannya kemudian dia berenang sejauh mungkin karena Leo tahu apa yang diinginkan oleh siluman dan mahluk gaib itu adalah pedang miliknya.
"Jika aku tinggal lebih lama di tempat ini, maka Ratu Laut Selatan pasti tidak akan membiarkanku pergi begitu saja setelah melihat banyak harta pada tubuhku, Pedang yang memiliki sihir sendiri yang belum pernah terdengar di mana mana, tombak Guntur yang bisa mengendalikan Guntur, dan apa yang akan dia pikirkan jika tau bahwa tungku pil miliknya bukan meledak tapi aku sembunyikan di dalam cincin penyimpanan ku" Batin Leo kemudian dia mempercepat renangnya hingga dia melihat sebuah lubang hitam dan dengan cepat Leo memasuki Lubang hitam itu.
"Fuah….Leo muncul di permukaan air kemudian dia melihat ke belakang dimana ombak yang sangat besar bergerak ke arahnya dan menyeretnya menuju ke daratan, bisa dikatakan ombak itu adalah tsunami karena tingginya mencapai tiga meter, akan tetapi hal itu terjadi di tengah tengah lautan yang mana semakin menepi, ombak itu semakin mengecil.
Selain ombak tinggi itu, Leo juga melihat pusaran angin yang menggulung lautan serta deretan Sambaran petir yang turun dari langit, bahkan bongkahan bongkahan es berceceran ke segala arah ketika fenomena mengerikan itu terjadi.
"Aku harus pergi dari sini" Ujar Leo berenang menjauh sambil di dorong oleh ombak hingga setelah dua jam, Leo berhasil keluar dari air dan kembali mendarat di pulau Yogyakarta.
Leo bisa menyimpulkan demikian karena dia bisa melihat bekas bencana sebelumnya dan beberapa orang yang masih nampak mencari korban lainnya dari bencana besar sebelumnya.
Melihat hal itu, Leo segera beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju ke arah kerumunan orang dengan langkah kaki yang terasa begitu berat karena seluruh pakaiannya basah karena air.
Ketika melihat Leo, mereka berpikir bahwa Leo adalah salah satu korban selamat dari bencana itu sehingga semua regu penyelamat yang bersiaga segera berlari ke arah Leo dan membantunya.
"Apakah kau baik baik saja, kau bisa tenang karena bencana sudah selesai" Ujar salah satu dari orang orang yang datang ke arah Leo dan memapahnya.
__ADS_1
"Bukan itu" Ujar Leo sambil menghentikan langkah kakinya yang mana membuat semua orang memandang ke arahnya.
"Lautan saat ini sedang kacau, dan bencana yang lebih besar akan terjadi, jika kalian percaya padaku, tolong bantuannya untuk mengungsikan semua orang yang berada di bibir pantai" Ujat Leo sambil membungkuk dan tepat ketika Leo membungkuk, gempa bumi dahsyat terjadi yang mana membuat semua orang yang ada di sana panik.
Mereka menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Leo bukanlah sekedar omong kosong belaka karena gempa bumi semacam ini benar benar tidak normal.
"Minta semua orang untuk pergi dari sini, tempat ini sudah tidak aman" Ujar salah satu dari tenaga medis meminta semua orang untuk pergi dari sana.
Leo bisa melihat nama di balik seragam orang itu yang mana bertuliskan nama Iyan, yang seharusnya memang namanya.
"Kau bisa pergi dari sini, aku akan mencoba menahan serangan ini" Ujar Iyan sambil melangkah kedepan sampai menyentuh air kemudian dia mulai menggerakkan tangannya hingga membentuk beberapa naga air yang bisa dia kontrol sesukanya.
"Dia adalah seorang Hunter dan dari kekuatannya, sepertinya dia masuk daftar ranking di kota ini" Guman Leo kemudian dia pergi dari sana kerana dia tidak bisa membayangkan seberapa besar bencana yang ditimbulkan dari pertarungan di istana Laut Selatan.
"Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan kota Yogyakarta tenggelam sekali lagi!" ujar Iyan menggenggam erat Tombak Harpun miliknya sambil menatap jauh ke tengah laut.
…..
"Lewat sini, jangan berdesakan!" ujar beberapa orang yang saat ini sedang mengarahkan para korban sebelumnya untuk menjauh dari pantai.
Bukan hanya korban sebelumnya melainkan banyak orang yang melakukan hal yang sama di berbagai tempat karena mereka takut bencana besar akan terjadi.
Mereka bisa merasakan guncangan demi guncangan terjadi di tengah laut yang mana guncangan guncangan itu membuat banyak hal di sekitar mereka bergetar dengan hebat.
__ADS_1
Semua orang memang merasa panik tapi saat ini mereka diminta untuk tetap tenang dan kondusif agar tidak membuat kekacauan yang semakin besar.
"Aku tidak menyangka perang benar benar terjadi, tapi apa sebenarnya penyebab perang itu?" Ujar Leo menatap ke arah lautan yang mana saat ini badai besar terjadi di sana.
Leo tidak tahu saja bahwa bencana besar yang terjadi di dasar laut saat ini diakibatkan oleh dirinya, dia yang telah membangkitkan senjata yang begitu kuat bahkan kekuatannya seolah menantang seluruh dunia.
….
Ditempat lain.
"Kenapa kakak belum juga kembali, aku merasakan sesuatu yang buruk terjadi" Ujar Lili yang mana saat ini dia menatap keluar jendela Mansion mewah yang dia sewa dengan uang pemberian Leo.
Di belakangnya terdapat dua ranjang yang mana salah satu ranjang terdapat Dinda yang kedua tangannya tidak bisa digerakkan dan Masamune yang kedua kakinya telah diamputasi.
"Kau tenang saja, kakakmu bukanlah orang biasa jadi aku yakin dia akan baik baik saja, tapi apakah kau yakin kakakmu tahu sebuah obat yang bisa mengembalikan kami ke kondisi terbaik kami sebelumnya?" Tanya Masamune menatap ke arah Lili karena menurut logika, orang yang sudah cacat seperti mereka sulit mendapatkan peluang dan kesempatan lainnya.
"Kalau dia tidak kabur! mungkin dia mengatakan bahwa akan pergi selama satu bulan tapi semua itu pasti hanya akal akalannya saja agar bisa meninggalkan kita yang cacat ini" Ujar Dinda membuang mukanya jauh jauh karena dia benar benar merasa kecewa dengan Leo yang pergi begitu saja tanpa memberikan kabar.
Mereka telah resmi membentuk sebuah kelompok tapi ketika mereka sudah cacat dan dia baik baik saja, justru Leo memilih untuk pergi dan mengatakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu mengembalikan tubuh mereka.
"Kak Dinda, jangan mengatakan hal buruk pada kakak , kakakku bukan orang seperti itu!" Ujar Lili menatap tajam ke arah Dinda yang mana membuat gadis itu membuang mukanya jauh jauh.
"Dia benar Din, tidak mungkin Leo meninggalkan kita begitu saja, buktinya dia memberikan kita sejumlah uang selama dia pergi" Ujar Masamune tapi ditanggapi dengan sinis oleh Dinda.
__ADS_1
"Terserah apa yang kalian katakan, aku tidak peduli!" Ujar Dinda kemudian dia memejamkan matanya untuk tidur.