
Setelah pertarungan demi pertarungan berlangsung, kini akhirnya giliran Misari yang bertarung dengan lawan pertamanya yaitu Roy perwakilan dari Surabaya.
Roy memiliki usia yang lebih tua beberapa tahun darinya tapi tingkat pelatihannya sudah meroket naik jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Misari saat ini.
Meskipun Misari berada di tingkat Perombakan tulang bintang satu tapi lawan yang dihadapi saat ini berada empat tingkat lebih tinggi dibandingkan dengannya.
Bisa dikatakan beban yang harus ditanggung oleh Misari sangat besar karena menghadapinya sama saja menghadapi dua puluh orang yang tingkatannya sama dengannya.
"Nona, lebih baik kau menyerah dan mengaku kalah sebelum aku menyerangmu karena aku tidak yakin bisa menjaga senjata spiritualku agar tidak melukai orang lain" Roy mengeluarkan sebilah pedang berwarna merah dari dadanya.
"Aku tidak akan menyerah meskipun kau memintanya, aku sudah berjanji pada seseorang untuk mendapatkan kemenangan" Misari mengeluarkan dua bilah belati dari dadanya menanggapi apa yang dikatakan oleh Roy.
Bukan hanya itu, seekor rusa dengan tanduk yang tidak terhingga muncul di belakang Misari yang mana tanduk tanduk rusa itu terus tumbuh dan bergerak dengan sangat cepat memenuhi arena.
Tekanan yang diberikan oleh Rusa dengan tanduk tanpa batas itu membuat hampir semua orang membuka mata mereka lebar lebar, sebuah binatang spiritual tingkat Mistis yang dikatakan hanya ada di dalam rumor.
Mereka tidak pernah menyangka akan melihat binatang spiritual yang memiliki kekuatan sebesar itu di kompetisi di atas arena.
Beberapa pengamat berpikir bahwa Misari mungkin bisa mengimbangi Roy, salah satu peserta yang menjadi kuda hitam dalam kompetisi kali ini sementara itu beberapa orang yang mendukung Roy terlihat geram ketika melihat binatang spiritual yang dikeluarkan oleh Misari.
"Roy, apapun yang terjadi habisi dia di atas arena, jika dia dibiarkan maka rencana kita akan berantakan" sebuah suara jarak jauh terdengar di telinga Roy dan Roy melihat ke arah beberapa orang yang melihat dari ruang VIP terlihat menganggukkan kepalanya kepadanya.
"Dia akan menjadi ancaman jika terus dibiarkan, aku harus membunuhnya di tempat ini dan berpura pura bahwa aku tidak sengaja melakukannya" Ujar Roy kemudian dia mengangkat pedangnya tinggi tinggi ke atas kepalanya.
__ADS_1
Energi hitam yang sangat pekat berkumpul di ujung pedang Roy, bersamaan dengan itu ada sebuah kekuatan aneh yang meledak dari tubuh Roy hingga memaksa kekuatan fisiknya yang hanya berada di tingkat perombakan tulang bintang 5 menjadi lebih kuat dari itu.
Setidaknya orang yang berada di tingkat Perombakan tulang bintang 7 masih akan kesulitan menghadapi kekuatan yang dimiliki oleh Roy saat ini.
Roy tidak mengatakan apapun, terlihat bibir tipis pemuda itu tidak berucap apapun, hanya saja gerakan yang dia lakukan menunjukkan sebaliknya.
Setelah kekuatan Roy meningkat secara paksa, Roy segera mengambil sikap kuda kuda dan menatap ke arah Misari dengan tatapan tajam, sedetik kemudian.
Dash…Roy mendorong tubuhnya dan bergerak dengan sangat cepat ke arah Misari, lantai yang dia pijak sampai sampai dibuat hancur dengan gerakan cepat yang dilakukan oleh Roy.
Melihat hal itu, Misari menggerakkan tangan kanannya ke depan dan meremas tangannya diikuti oleh tanduk tanduk rusa yang dikeluarkan sebelumnya mengelilinginya dan membentuk sebuah kepompong yang mampu melindungi serangan yang dilakukan oleh lawannya.
"Binatang spiritual ini benar benar luar biasa, aku harus berterima kasih kepada Leo karena sudah membuatku menyatu dengan binatang spiritual ini meskipun aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya" Ujar Misari di dalam kepompong yang melindunginya.
Ketika Misari berpikir demikian, kepompong yang melindunginya terlihat mulai retak dan hancur akibat serangan, Yap serangan yang sangat besar dilancarkan oleh Roy dari sisi lain kepompong yang membungkus tubuh Misari saat ini.
Baik kecepatan maupun keakuratan serangan yang dilakukan oleh Roy meningkat puluhan kali lipat dari biasanya dan kekuatan serangan yang dihasilkan menciptakan daya hancur yang luar biasa.
"Jangan salahkan aku karena sebelumnya aku memberikanmu peringatan untuk menyerah, kau sudah berani menerima pertarungan ini jadi kau tidak akan bisa lepas dariku!" Ujar Roy.
Setelah dia melancarkan beberapa serangan yang tidak berhasil menghancurkan kepompong yang melindungi Misari, dia berlari menuju ke arah kepompong itu dan menggunakannya sebagai media loncatan untuk melompat ke atas.
Pada ketinggian tertentu, Roy mengarahkan pedangnya ke bawah dengan aliran kekuatan spiritual yang berpusat pada ujung pedang yang digunakan, seolah gaya gravitasi semakin kuat, tubuh Roy ditarik ke bawah dengan kecepatan yang sangat cepat dan dengan kecepatan itu, pedang yang digunakan akhirnya berhasil menembus pertahanan dari kepompong yang melindungi tubuh Misari.
__ADS_1
Karena serangan itu pula ledakan yang sangat besar terjadi mendorong Mundur Misari hingga mendekati tepi arena dengan luka yang terlihat dengan jelas di lengan kanannya.
Siapa sangka Serangan yang dilakukan oleh Roy berhasil menembus pertahanan yang dimiliki oleh Misari bahkan mampu meninggalkan bekas luka di tubuh wanita itu.
Meskipun mendapatkan luka yang serius Misari tidak ingin berhenti begitu saja, di dalam dirinya sudah tertanam keinginan untuk menang dan mendapatkan hadiah utama, karena itu dia berlari dengan sangat cepat menuju ke arah Roy tapi sekali lagi dia dilemparkan oleh Roy ke belakang dengan ayunan pedang yang menggores pipinya.
"Bagaimana, apakah kau sudah merasa kalah dan mengakui bahwa kota kalian adalah kota yang lemah" Ujar Roy yang mana kata kata itu bukan hanya memancing amarah Misari tapi semua orang dari kota Lamongan yang menyaksikan pertarungan keduanya.
Suara riuh penonton bersorak menyemangati Misari dan menyuruh Misari untuk memberikan pelajaran kepada Roy karena berani merendahkan kota Lamongan, kota mereka yang sangat mereka cintai.
"Tarik kembali ucapanmu atau aku akan merobek bibirmu!"
"Heh, merobek bibirku? Apakah kau mampu melakukannya, sebelum kau melakukannya mungkin aku sudah menyingkirkanmu dari atas arena ini" Ujar Roy dengan senyuman yang terlukis di wajahnya.
"Kau benar benar membuatku muak!" Misari mengalirkan kekuatan spiritual ke kedua belatinya serta ke kedua kakinya dan dengan cepat dia bergerak menuju ke arah Roy, dalam waktu beberapa detik Misari sudah berada belakang Roy dan dengan cepat dia mengayunkan senjatanya.
Trang…ketika Misari mengayunkan senjatanya ke punggung Roy, dia tidak menyangka bahwa Roy bisa menahan serangannya bahkan lebih parahnya lagi, dengan gerakan yang sangat cepat Roy membuat perutnya terkoyak dan darah berceceran dimana mana.
Suara riuh penonton sebelumnya yang memberikan semangat pada Misari sebelumnya berhenti seketika setelah melihat apa yang terjadi pada Misari bahkan beberapa tamu nampak begitu panik karena luka yang dialami oleh Misari bisa mengancam kehidupannya.
"Kalian harus menghentikan Pertarungan ini, dia sudah tidak bisa melawan balik" Ronny berusaha membujuk petugas yang menjaga ketertiban di bangku penonton bersama dengan Putri di sampingnya, mereka tidak kuasa melihat hal yang begitu buruk terjadi pada Misari karena luka yang diderita olehnya jelas jelas bukan luka kecil dan mustahil bisa melanjutkan pertarungan.
"Sesuai aturan yang berlaku, selama lawan masih sadar dan tidak mengarah, selagi lawan tidak keluar dari arena kompetisi, apapun alasannya kompetisi tidak bisa dihentikan" Ujar petugas yang diminta tolong oleh keduanya.
__ADS_1