
Benteng yang diciptakan oleh para Hunter yang ada di bibir pantai memang mampu menahan terjangan dari ombak besar tsunami yang akan menghantam kota Yogyakarta.
Akan tetapi benteng yang diciptakan dengan kekuatan spiritual setiap Hunter tidak akan bisa menahan gempuran tsunami yang begitu besar terus-menerus.
Satu demi satu para Hunter mulai kehabisan kekuatan spiritual mereka karena gempuran dari tsunami benar-benar berada jauh dari kekuatan yang bisa mereka tangani untuk saat ini.
Leo menyadari akan hal itu lantas dia menghujam jauh ke arah ombak besar dan ledakan petir yang sangat besar membuat ombak itu terbelah, akan tetapi karena kekuatan Leo yang terbatas, setelah melakukan serangan itu dirinya kehabisan seluruh kekuatan spiritual sehingga kedua senjata spiritualnya kembali masuk ke dalam tubuhnya dan dirinya hanya bisa mengandalkan kekuatannya sendiri untuk keluar dari dalam air.
Dua menit telah berlalu, usaha yang dilakukan oleh semua Hunter tidak sia sia, mereka semua berhasil menahan terpaan demi terpaan dari ombak ombak raksasa lautan.
Meskipun banyak Hunter yang tumbang, tapi setidaknya mereka tidak mengalami luka sedikitpun dan hanya kehabisan kekuatan spiritual, setelah semuanya usai, mereka segera memulihkan kekuatan spiritual mereka termasuk Leo karena bagi seorang Hunter, kekuatan spiritual bagaikan hidup mereka.
Banyak orang bertanya tanya bagaimana anak muda itu bisa keluar dari deburan ombak raksasa dan bertanah di dasar laut cukup lama, tapi mereka tidak ingin menanyakan hal itu pada Leo karena dari senjata spiritual yang dimiliki oleh Leo, mereka tahu bahwa Leo bukanlah anak biasa dan tidak sesederhana kelihatannya.
"Fiuh, menggunakan pil untuk memulihkan kekuatan spiritual memang yang terbaik, tidak butuh waktu lama kekuatan spiritualku sudah terisi penuh" Ujar Leo beranjak dari tempatnya dan pandanganya jatuh pada orang orang yang duduk bersila sambil memulihkan kekuatan spiritual.
"Kau sudah memulihkan kekuatan spiritualmu?" Tanya Iyan berjalan menuju ke arah Leo karena melihat Leo bangkit dari tempatnya.
"Aku sudah memulihkan kekuatanku" Ujar Leo disusul anggukan kepala Iyan, meskipun Iyan penasaran bagaimana Leo memulihkan kekuatan spiritual secepat itu, dia tidak bertanya karena menurutnya Leo memiliki sesuatu yang disebut sebagai Privasi dan jika dia tidak ingin mengungkapkannya sendiri, dia tidak akan memaksa hal itu.
Terlebih Leo cukup berjasa dalam bencana kali ini, jika tidak ada Leo mungkin kota Yogyakarta sudah tenggelam menjadi lautan saat ini.
__ADS_1
"Terimakasih karena sudah mau mendengarkan aku dan memperingatkan semuanya, aku masih ada urusan, mungkin hanya ini yang bisa aku berikan padamu dan yang lainnya sebagai ucapan terima kasih" Ujar Leo sambil mengeluarkan satu toples pil dan memberikannya pada Iyan.
"pil ini berguna untuk memulihkan kekuatan spiritual, satu orang hanya bisa mengonsumsi satu setiap waktunya" Ujar Leo menjelaskan yang mana penjelasan dari Leo cukup membuat Iyan terkejut.
"Bukankah semua ini terlalu berlebihan?" Ujar Iyan menatap satu toples penuh pil ditangannya.
"Aku bisa membuatnya lagi jadi jangan khawatir" Ujar Leo kemudian karena Leo terus memaksa, akhirnya Iyan menerima pemberian Leo.
Setelah mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Leo barulah Iyan mengerti kenapa Leo bisa memulihkan kekuatan spiritual begitu cepat, semua itu tak lain dan tak bukan karena pil yang ada di tangannya saat ini.
Setelah mengobrol dengan Iyan dan membahas beberapa hal yang tidak penting, Leo akhirnya berpisah dengan Iyan dan pergi kembali menuju kota Jakarta untuk memenuhi janjinya pada dua temannya dan adik angkatnya bahwa dia akan membawakan obat untuk mereka.
…..
Di sebuah altar dimana di tengah tengah altar itu terdapat gagang pedang berukir seekor naga, beberapa persembahan disusun dengan rapi oleh siluman siluman dengan ekor ular.
Salah satu dari siluman itu memiliki wajah yang sangat rupawan dimana tidak ada cacat fisik sedikitpun, jika dilihat dari jauh wanita itu memang seperti wanita biasa tapi pada kenyataanya wanita itu adalah siluman yang paling terkenal di wilayah Jawa.
Nyi Blorong, penjelmaan dari seekor ular dan anak dari Ratu Laut Selatan Nyi Roro Kidul, dikatakan bahwa dulunya dia merupakan panglima besar di laut selatan tapi saat ini, dia sudah mendirikan kerajaan nya sendiri yang mana seluruh makhluk yang tinggal di dalamnya adalah siluman ular.
Bisa dikatakan Nyi Blorong adalah ratu dari semua ular yang ada di dunia, gagang pedang dengan ukiran naga di tengah tengah altar memancarkan kekuatan yang sangat besar dan aura kematian yang cukup mencekam.
__ADS_1
Para siluman termasuk Nyi Blorong sendiri percaya bahwa gagang pedang berbentuk naga itu adalah leluhur dari para siluman Ular sehingga mereka memujanya lebih tinggi dibandingkan dengan apapun.
"Raja kami, berikanlah kami kekuatan dan kemakmuran" Ujar Nyi Blorong diikuti oleh siluman ular lainnya dengan nada yang sama persis diucapkan oleh Blorong.
Setelah memberikan hormat, ritual dilanjutkan dengan menari mengelilingi gagang pedang itu sementara Nyi Blorong membersihkan gagang pedang itu dengan darah segar yang dia dapatkan.
Ketika darah diteteskan pada gagang pedang itu, seketika gagang pedang itu bercahaya sesaat sebelum akhirnya cahaya dari gagang pedang itu lenyap dengan sendirinya.
Setelah semua ritual selesai, para siluman ular bergegas pergi dari sana sementara seekor ular laut datang menuju ke arah Nyi Blorong dan membisikkan sesuatu di telinga siluman itu.
"Jadi para siluman dan makhluk gaib lainnya mengepung istana ibunda hanya karena sebuah pusaka, hais, aku sudah memperingatkan ibunda bahwa dia sudah memiliki kekuasaan, kenapa harus mencari pusaka lainnya" Ujar Nyi Blorong kemudian dia berjalan menuju ke arah sebuah tempat yang mana pintu tempat itu dipenuhi oleh kunci kunci dan rantai.
"Benda terlarang ini tidak boleh digunakan sembarangan tapi situasi ibunda saat ini juga tidak bisa diabaikan" Ujar Nyi Blorong yang mana setelah mengatakan hal itu, borgol demi borgol terbuka dan rantai yang menutupi pintu itu mulai jatuh ketanah.
Bersamaan dengan itu tekanan kekuatan yang sangat besar dapat dirasakan Nyi Blorong dan sebuah batu berukuran layaknya bus sekolah dengan pancaran kekuatan berwarna biru muncul di sekelilingnya.
"Aku tidak tahu benda apa ini, tapi dengan adanya benda ini, banyak hal bisa ditarik termasuk senjata spiritual" Ujar Nyi Blorong menatap ke arah batu raksasa di depannya dengan perasaan gelisah.
Note:
Sekedar Informasi, batu spiritual yang terpampang di depan Nyi Blorong saat ini adalah Spirit Stone High Grade dari Novel Immortal Universe 2, aura dan tekanan yang dia rasakan berasal dari pancaran qi di dalamnya.
__ADS_1