
"Heh? kenapa aku bisa berada di dalam ikatan, apa yang terjadi?" Masamune menatap semua orang yang ada di sana tapi mereka terlihat enggan menjawab apa yang dikatakan oleh Masamune setelah apa yang pemuda itu lakukan.
Beberapa saat yang lalu Masamune berteriak dengan lantang dan mengibaskan senjata spiritual beberapa kali, Leo dan yang lainnya sudah berusaha membangunkannya, tapi Masamune tetap tertidur dan menyerang semua orang yang dia lihat.
Leo menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Masamune.
"Maaf Masamune, kami terpaksa mengikatmu karena kau tanpa alasan mengayunkan senjata spiritual kepada kami. Jika kami tidak mengikatmu kami takut kau akan lepas kendali. Ini adalah keputusan paling benar yang bisa aku pikirkan" Ujar Leo.
"Yah, aku rasa ini akan sedikit lebih baik, tapi aku rasa akan jauh lebih baik jika kau membunuhku sekarang" Ujar Masamune. Terlihat dari wajah Masamune sebuah penyesalan yang begitu dalam hingga meskipun Leo menyelam ke dalamnya, dia tidak bisa menemui dasar dari penyesalan yang dirasakan oleh Masamune.
Leo juga merasa heran dengan perubahan sikap yang tiba tiba ditunjukkan oleh Masamune karena sebelumnya dia tidak bersikap seperti ini dan menginginkan kematian.
"Apa yang kau katakan Masamune, kau pikir nyawa bisa di ambil begitu saja. Asal kau tau saja meskipun kau dicurigai tapi kau tetap adalah anggota dari Kelompok Segitiga Emas jadi berpikirlah sebelum berbicara" Ujar Dinda lantas dia mengeluarkan senjata spiritualnya sambil menatap para Saint yang terbang di atas langit saat ini.
__ADS_1
Meskipun tingkat pelatihannya terpaut sangat jauh dengan mereka semua, nyatanya Dinda tetap tidak gentar sedikitpun, terlebih semua itu menyangkut mengenai gurunya yang ditangkap oleh Orbion dan saat ini berada dalam keadaan kritis.
"Kalian bertiga tetap di sini dan jaga dua Masamune, kami yang akan mengurus mereka semua" Ujar Leo yang mana kata kata yang dia ucapkan ditujukan untuk Dinda, Misari dan Lili yang berdiri di sana.
"Kakak, tapi aku ingin menyelamatkan ayah?" ujar Lili yang mana setelah mengatakan hal itu, telapak tangan Leo menempel tepat di rambut gadis hantu itu dan mengeluasnya dengan lembut.
"Kau tidak perlu khawatir, kami akan menyelamatkan ayah dan juga kami tidak hanya tiga orang" Ujar Leo, baru saja Leo mengatakan hal itu beberapa cahaya bergerak dengan sangat cepat dan muncul bergantian di tengah arena kompetisi yang tinggal puing puing.
Melihat banyak orang yang datang membuat Lili menolehkan kepalanya ke segala arah, meskipun jumlah mereka tidak sebanyak Orbion tapi setidaknya Hunter yang datang saat itu berjumlah dua puluh orang dan kesemuanya adalah Saint.
"Mereka benar benar kejam sampai membuat tempat ini porak poranda dan kacau balau seperti ini" Ujar Viktor menolehkan kepalanya ke segala arah mencoba menelisik seluruh tempat.
"Yah, aku juga tidak menyangka kerusakan begitu besar, dan lagi, sepertinya kita akan seimbang melawan makhluk itu, kami makhluk astral memiliki nyawa lebih banyak dibandingkan dengan manusia seperti kalian" Ujar Nyi Roro kidul dengan senyuman percaya dirinya.
__ADS_1
"Aku pikir tidak semudah itu" Ketika Leo mengatakan hal itu, semua orang segera menatap ke arahnya karena jika Leo mengatakan hal itu, mereka semua yakin bahwa ada alasan dibaliknya sehingga mereka semua memilih untuk mendengarkan Leo.
"Semua senjata yang mereka gunakan bukan senjata spiritual tapi senjata yang ditempa dengan cara khusus dan suhu yang sangat tinggi, sebuah senjata bahkan bisa menandingi kekuatan dari senjata yang mengandung aura langit dan bumi dan bukan hanya itu, senjata mereka juga dilapisi oleh partikel tuhan yang akan semakin berbahaya jika digunakan" Ujar Leo.
"Leo, memang seperti apa kekuatan yang dimiliki oleh partikel tuhan ini, kau dan mereka menyebutnya berkali kali tapi kami sama sekali tidak mengetahui mengenai benda ini" Ujar Jaya.
Memang semua orang masih begitu asing dengan partikel tuhan tapi meskipun demikian mereka masih bisa merasakannya bahwa benda itu sangat berbahaya.
"Akan memakan banyak waktu untuk menjelaskannya, intinya, jika kau terkena serangan dari senjata itu, meskipun kau memiliki tubuh yang abadi, kau masih bisa dilukai dan dihancurkan" Ujar Leo membuat semua orang dari dunia astral hanya terdiam.
Mereka ingin mengatakan sesuatu tapi tidak tahu apa yang ingin mereka tanyakan, sebab itulah semua orang hanya diam dan menganggap apa yang dikatakan oleh Leo adalah sebuah peringatan agar semua orang berhati hati.
"Jika seperti apa yang kau katakan maka mereka tidak terkalahkan!" ujar Jaya.
__ADS_1
"Tidak ada orang atau benda di alam semesta ini yang tidak memiliki lawan" Ujar Leo, dia mengeluarkan pedang milik nya yang mana ketika pedang itu keluar, aura kematian segera memenuhi tempat itu.
"Pedang yang aku gunakan adalah peninggalan peradaban kuno, dengan ini aku bisa menghancurkan senjata mereka tapi aku butuh waktu" Ujar Leo.