ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Fiki Tertangkap Orbion


__ADS_3

Pada hari pertama Leo kembali ke akademi, hampir semua mata pelajaran dia tertidur dan semua guru yang mencoba membangunkan Leo akan berakhir dipermalukan baik pengetahuan mengenai Peracik, Pengetahuan umum bahkan sejarah sekalipun Leo bisa menguasainya membuat semua orang bertanya tanya apakah Leo benar benar anak manusia karena apa yang dia tunjukkan benar benar tidak umum.


"Ternyata tidak ada yang menarik di akademi ini, jika saja bukan karena ingin mengikuti kompetisi aku mungkin sudah keluar dari tempat ini" Ujar Leo yang mana saat ini dia berjalan berdampingan dengan Misari.


Tidak seperti sebelumnya, tidak ada wanita lainnya yang mencoba mendekati Leo seperti sebelumnya, dikarenakan mereka berpikir bahwa Leo berada di dunia yang berbeda dari mereka semua.


Kecuali Fara, wanita itu masih bersikeras untuk mendapatkan Leo, bahkan dia sudah menyiapkan trik yang kesekian kalinya untuk mendapatkan Leo.


Ketika Leo keluar dari bangunan akademi, Fara berlari ke arahnya dan berpura pura seolah dia tersandung sesuatu, Fara menjatuhkan dirinya tepat ke arah pelukan Leo yang mana ketika Leo melihat hal itu dia segera menghentikan langkahnya dan menghentikan langkah Misari sambil menghindari Fara yang mana membuat wanita itu terjatuh ketanah.


Buk….Fara terjatuh di tanah, rencananya adalah dia akan berpura pura terjatuh dan Leo akan menangkapnya, tapi siapa sangka bukan hanya tidak menangkapnya, setelah melihat Fara terjatuh, Leo dan Misari berjalan melewatinya seolah olah tidak terjadi apapun di depan mata mereka dan Fara saat ini menjadi pusat perhatian.


"Leo tunggu, kenapa kau tidak menangkapku ketika aku terjatuh!" Fara tidak bisa tidak merasa marah setelah dia rela dipermalukan di depan umum dengan menjatuhkan dirinya dan Leo hanya melewatinya begitu saja.


"Bukankah kau seorang Hunter, tersandung semacam itu bagaimana mungkin kau bisa terjatuh, sungguh konyol jika berpikir Kami percaya dengan trik murahan semacam itu" Ujar Misari menatap ke arah Fara dengan tatapan tajam.


"Dan ingat satu hal, jangan pernah mendekati Leo karena dia adalah tunanganku!" ujar Misari sebelum dia menarik Leo pergi dari sana.


"Tu…tunangan" Fara tidak bisa tidak terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan Misari, dia tidak menyangka bahwa Leo adalah tunangan Misari.


Sebenarnya bukan tunangan melainkan calon istri, Leo dan Misari bisa dikatakan memiliki hubungan dan kedekatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan tunangan karena mereka sudah melakukan lamaran dan tinggal menunggu tanggal pernikahan.


"Maaf, tapi aku tidak memiliki waktu untuk melayanimu" Ujar Leo sedikit menolehkan kepalanya ke belakang yang mana terlihat mata Fara meneteskan air mata.

__ADS_1


…..


"Leo sebenarnya apa yang ada di dalam batu itu? Hanya sebuah batu kenapa kau begitu tertarik?" 


"Misari, apa binatang spiritualmu?" 


"Kelinci kilat"


"Aku tahu, maksudku berada di tingkat apa binatang spiritualmu saat ini?" 


"Fantasi mungkin"


"Apakah kau mau mengubah binatang spiritualmu menjadi tingkat Mistis?" 


"Aku serius mengatakannya, jika kau tidak percaya nanti malam kau datanglah ke kamarku, aku akan membantumu mengubah binatang spiritual" Ujar Leo dengan senyuman genit menatap ke arah Misari membuat gadis itu membuang wajahnya jauh jauh.


"Yah, jika kau memang bisa melakukannya aku akan datang ke kamar mu nanti malam" Ujar Misari dengan pipi memerah.


…..


Cring…sebuah belati memotong kepala seorang pemuda di kota Lamongan, belati itu bukan hanya satu satunya yang membuat seseorang kehilangan nyawa, ada beberapa aksi serupa di berbagai tempat dan kebanyakan dilakukan di tempat tempat sepi.


"Manusia memang sangat rapuh, tapi mereka begitu sombong" Ujar orang yang memotong pemuda sebelumnya kemudian dia membuka tudung yang menutupi matanya dan terlihat bahwa orang itu memiliki kulit berwarna merah.

__ADS_1


Kulit berwarna merah, siapa yang tidak mengetahui mengenai siapa dalang di balik semua ini kecuali Orbion, Orbion itu mengangkat kepala korbannya kemudian dia meneteskan darah orang itu di gelang yang dia pakai.


Beberapa saat kemudian rupa Orbion itu telah berubah menjadi manusia sama persis dengan pemuda yang dia habisi sebelumnya.


"Dengan wujud ini aku akan membuat semua manusia merasakan penyesalan dengan membangkitkan kekuatan terbesar di dunia, kekuatan yang akan membuat dunia ini runtuh" ujarnya sambil tertawa terbahak bahak dengan sebuah senyuman di wajahnya.


Ketika sedang tertawa ada orang yang melihat kejadian itu dan dia benar benar tidak bisa percaya dengan apa yang dia lihat sampai sampai membuatnya membuka mulutnya lebar lebar.


"Orbion, mereka bisa menyamar menjadi manusia, aku harus memberitahukan hal ini pada Hunter lainnya" Ujar Fiki yang menyaksikan hal itu, dia berniat berbalik tapi sialnya kakinya menginjak kayu dan membuatnya patah sehingga Orbion itu menolehkan kepalanya ke arahnya.


"Gawat!" ujar pemuda itu berniat melarikan diri tapi sebelum itu, Orbion itu mengaktifkan salah satu teknologinya dan dengan satu lompatan dia sudah berada di depan Fiki tanpa bisa Fiki rasakan keberadaanya padahal Fiki sudah berada di tingkat Perombakan tulang.


"Anak muda, bagaimana jika kita buat kesepakatan!" ujar Orbion itu sambil menodongkan senjatanya ke arah Fiki.


Bukannya takut Fiki justru menepis senjata itu dengan raut wajah marah karena baginya yang mengejar peringkat tertinggi sebagai Hunter, mengalahkan Orbion adalah tujuannya.


"Heh, aku tidak ingin membuat kesepakatan dengan kalian makhluk rendahan, aku lebih baik mati daripada harus menuruti kata katamu!" ujar Fiki kemudian dia mengeluarkan pedang usang dari dada nya yang mana pedang itu memiliki pancaran kekuatan sangat mengerikan layaknya pedang milik Leo tapi sedikit lebih lemah.


Bukan hanya itu, dua binatang spiritual Mistis keluar dari tubuh Fiki yang mana satu berupa seekor Naga Azure dengan sisik yang terbuat dari es yang mengeluarkan hawa dingin sampai menusuk ke dalam kulit sementara satu lainnya berupa Laba Laba dengan mata terbuat dari giok dan seluruh tubuhnya diselimuti oleh aura kegelapan dan aura tidak nyaman yang menyebar ke segala arah layaknya sebuah racun.


"Hoh, kau cukup hebat memiliki dua binatang spiritual, kalau begitu aku tidak jadi membunuhmu tapi aku akan menangkapnya untuk dijadikan sebagai bahan eksperimen" Ujar Orbion itu yang mana setelah mengatakan hal itu suara ledakan yang sangat keras terjadi membentuk sebuah awan jamur yang menjulang tinggi ke atas langit sebelum kejadian berikutnya menjadi sangat sunyi seolah tidak ada apapun yang terjadi ditempat itu.


Tempat pertarungan Fiki dan Orbion itu sebelumnya hanya ada kekacauan, kedua orang itu sudah tidak ada di tempatnya sebelumnya dan hanya ada selembar sebuah bolpoin yang terbuat dari kayu hadiah pemberian Leo sebelumnya dengan ukiran 'teman terbaik'

__ADS_1


__ADS_2