ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kekacauan di Dalam Pelelangan (Bag 3)


__ADS_3

"Kita sudah menyelesaikan yang disini, apa yang seharusnya kita lakukan? kita megambil mutiara itu dan pergi atau kita harus membantu orang orang di bawah?" Tanya Masamune dan memang benar Leo mendengar suara bising di tempat pelelangan di lantai bawah.


Suara itu bukan suara tawar menawar harga seperti sebelumnya melainkan suara berisik yang terdengar di tempat pelelangan saat ini adalah jeritan minta tolong dan suara panik dari orang orang karena beberapa orang mengeluarkan senjata dan membunuh beberapa orang dari mereka.


Mendengar hal itu Leo merapatkan tangannya karena bagaimanapun juga Mutiara itu sangat penting dan jika sampai jatuh ketangan yang salah, takutnya bencana besar akan terjadi tapi dia tetap tidak bisa menghiraukan orang orang yang saat ini meminta pertolongannya.


Mendengar mereka begitu panik dan berteriak minta tolong memaksa membuat Leo harus mengambil keputusan yang sangat sulit.


"Kita selamatkan semua orang, untuk mutiara itu jika memiliki kesempatan kita harus mendapatkannya, prioritas kita ada tiga, yang pertama adalah keselamatan nyawa kita sendiri, yang kedua keselamatan orang orang awam yang ada di sini dan yang ketiga adalah mendapatkan mutiara itu!" ujar Leo diikuti anggukan kepala Masamune dan Dinda.


Setelah Leo memutuskan hal itu, baik Dinda maupun Masamune tersenyum ke arah Leo kemudian ketiganya berlari keluar dari ruang VIP dan melompat turun untuk membantu lebih banyak orang yang berada di lantai dasar.


……


"Arg" Satu lagi dari dua belas orang penjaga mutiara yang di sewa oleh pihak pelelangan harus meregang nyawa setelah sebuah peluru spiritual ditembakkan dan bersarang tepat di kepalanya.


Sebelumnya sudah ada beberapa orang penjaga yang harus gugur untuk mempertahankan Mutiara yang berada di atas arena dan kini hanya tersisa tujuh orang yang terus menerus menahan gempuran dari serangan serangan senjata spiritual dari berbagai arah.

__ADS_1


Kebanyakan serangan yang diarahkan ke arah para penjaga Mutiara itu adalah serangan jarak jauh dan asalnya dari beberapa tamu VIP yang sudah dikuasai oleh orang orang yang memulai kekacauan ini.


Meskipun sebagian besar serangan bisa di tahan dengan kekuatan spiritual, akan tetapi ada serangan yang terus menembus pertahanan yang mereka bentuk hingga perlahan lahan pertahanan semakin melemah.


Sementara itu ditempat lain, seorang pemuda yang nampak berusia dua puluh lima tahunan tengah mengarahkan senjata spiritualnya yang berbentuk layaknya senapan sniper menuju ke kepala salah seorang yang menjaga Mutiara.


Kekuatan spiritual berkumpul di tangan orang itu dengan kepadatan yang sangat tinggi dan sihir ber-elemen angin menyelimuti kekuatan spiritual itu yang perlahan lahan berubah menjadi peluru.


"Jay, bisakah kau lebih cepat, kita harus mendapatkan mutiara itu sebelum semua orang kita ditumpas dan dihabisi oleh para Hunter di tempat ini!" ujar salah satu dari mereka dengan senjata kapak menatap ke arah orang yang sedang membidik saat ini.


"Bersabarlah sedikit, yang perlu kau lakukan saat ini hanyalah melindunginya karena hanya kekuatanku yang bisa menembus pertahanan dari para penjaga itu, sedikit berkorban tidak akan masalah selama hasil yang kita dapatkan jelas" Ujar Orang yang dipanggil Jay dan setelah dia memasukkan peluru ke dalam senapan sniper miliknya, da mengerakkan senapannya dan menarik pelatuknya hingga membuat peluru yang ada di dalam senapan itu melesat dengan sangat cepat dan sekali lagi menembus kepala salah satu penjaga.


…..


"Lewat sini! Semuanya kemari!" ujar Leo dan teman temannya berusaha mengarahkan orang orang awam untuk pergi menjauh dari tempat kekacauan.


Bukan hanya Leo, Dinda, dan Masamune, banyak Hunter yang turut membantu ketiganya mengarahkan orang orang awam agar tidak menjadi korban dari kekejaman orang orang yang berniat mendapatkan Mutiara di atas arena.

__ADS_1


"Kalian cukup berbakat, dari aliran mana kalian berasal?" Tanya salah satu dari mereka sambil mengarahkan orang orang awam menuju tempat aman.


"Kami tidak berasal dari aliran manapun, kami adalah satu kelompok kecil Hunter yang ingin memulai petualangan dan ini adalah debut pertama kami" Ujar Masamune menjelaskan.


"Jika kalian tertarik, kalian bisa bergabung dengan aliran Majapahit kami karena kami yakin bakat kalian bisa berkembang dengan pesat setelah bergabung" Ujar orang itu yang mana membuat Masamune mencibir dalam hatinya.


"Kalian hanya mengumpulkan para jenius berbakat untuk bergabung dan setelah bergabung dan tidak memiliki kegunaan lain, kalian bahkan tidak ragu untuk membuang mereka, meskipun kalian menawarkan ratusan juta sebagai bayaran sekalipun, aku tidak akan menerimanya" Batin Masamune dan orang itu bisa melihat bahwa Masamune tidak tertarik dengan penawaran yang dia berikan justru sebaliknya, nampak Masamune muak dengan penawaran yang diberikan oleh orang itu.


"Masamune Awas!" Suara Leo terdengar cukup keras dan setelah mendengar hal itu, Masamune segera melompat mundur dan benar saja, tempatnya berdiri saat ini sudah terdapat sebuah lubang yang cukup besar dan jika melihat ke atas, Masamune bisa melihat seseorang yang memiliki sepasang datang mengarahkan anak panah ke arahnya.


"Sial, padahal sedikit lagi tepat sasaran!" ujar Orang itu dengan ekspresi kesal setelah tembakannya meleset dari target yang semestinya.


"Mereka bahkan memiliki Hunter yang bisa terbang, sepertinya pertarungan ini akan menjadi pertarungan yang sangat sulit!" ujar orang yang berbicara dengan Masamune sebelumnya dan setelah mengatakan hal itu dua buah granat muncul di tangannya dengan fluktasi kekuatan spiritual yang sangat besar.


"Tapi bukan berarti kami akan kalah begitu saja!" ujar orang itu kemudian dengan sekuat tenaga dia melemparkan dua granat itu ke atas langit dan ketika granat itu berada di ketinggian yang cukup, suara ledakan yang sangat keras terdengar dan berdenggung di seluruh tempat pelelangan.


"Dia berada di tingkat Perombakan tulang, pantas saja serangannya bisa semengerikan ini!" ujar Masamune dan beberapa saat kemudian Leo datang menuju ke arah Mereka.

__ADS_1


"Bantu Dinda, aku akan mengurus beberapa orang merepotkan yang ada di sana!" ujar Leo berlari melewati Masamune dan setelah mendengar arahan dari Leo, Masamune segera pergi dari sana menuju ke arah Dinda saat ini yang tengah bertarung menghadapi beberapa orang dengan Hunter lainnya.


"Anak ini jelas lebih berbakat dibandingkan dengan anak sebelumnya, aku harus bisa menariknya ke aliran Majapahit bagaimanapun juga setelah pertarungan ini selesai, aku yakin jika anak ini bergabung maka orang sebelumnya juga akan bergabung dengan aliran Majapahit dan pastinya namaku akan melambung tinggi setelah ini!" ujar orang yang melemparkan granat sebelumnya menatap ke arah Leo yang mulai hilang di tengah kerumunan orang yang berusaha pergi keluar.


__ADS_2