ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Menusuk Punggung


__ADS_3

Prang….benturan senjata yang sangat keras terjadi di atas langit.


Sebuah tombak melesak menuju ke arah Leo disertai oleh derit listrik yang terus mengalir dari gagang tombak itu. Ketika Leo menyadari serangan itu dia buru buru melemparkan Fiki dan Ayahnya yang ada di tangannya lantas Leo mengeluarkan pedangnya untuk menahan serangan itu.


Dan begitulah, sebuah kembang api muncul di atas langit akibat benturan pedang Leo dengan tombak yang dilemparkan ke arahnya.


"Tidak pernah aku sangka kalian manusia bisa melakukan semua ini untuk mengelabui kami"Ujar sebuah suara dari dalam kepulan debu dan beberapa saat setelah suara itu berhenti, Leo bisa merasakan dirinya ditarik oleh sesuatu yang sangat kuat menuju ke atas langit.


Kekuatan tarikan itu benar benar sangat kuat bahkan dengan kecepatan yang sama seperti ketika Leo jatuh, tarikan itu membawa Leo melesak menuju ke arah langit tepatnya ke arah kepulan debu.


"Sial!" Leo hanya bisa bergumam karena dia bisa melihat dengan kesadaran spiritualnya ada lebih dari sepuluh Orbion dengan senjata lengkap telah menunggunya serta salah seorang Orbion wanita menarik Leo.


Leo bisa merasakan kekuatan yang sangat aneh seolah Orbion Wanita yang menariknya saat ini memiliki kekuatan yang berada di luar kekuatan spiritual maupun kekuatan langit dan bumi.


Leo merasa bahwa kekuatan yang dikeluarkan oleh Orbion itu lebih seperti kekuatannya sendiri layaknya kekuatan super.

__ADS_1


"Raungan Naga Langit!" Ujar Leo. Leo membuka mulutnya lebar lebar dan sebuah gelombang suara keluar dari mulut Leo. Gelombang suara yang keluar dari mulut Leo sangat keras bahkan gelombang suara itu bisa membuat seseorang menjadi tuli jika terus mendengarnya. Karena itu banyak orbion mengalirkan kekuatan spiritual mereka ke telinga untuk menutup pendengaran mereka.


"Ternyata benar bahwa wanita itu tidak memiliki kekuatan spiritual ataupun kekuatan langit dan bumi, dia benar benar memiliki kekuatan super seperti apa yang aku pikirkan" Leo membatin sambil menyebarkan kesadaran spiritualnya dan dia menemukan wanita yang menariknya sebelumnya menutupi kedua telinganya dengan erat.


"Sekarang yang menjadi masalah adalah" Guman Leo ketika semua debu yang ada di atas langit ikut terhempas, dia bisa melihat banyak Orbion menatap ke arahnya dengan tatapan haus darah.


Saat ini Leo benar benar bisa merasakan kehidupan seekor kelinci yang dikepung oleh sekawanan serigala. Menakutkan, hanya itu yang terlintas di pikiran Leo saat ini.


Dia tentu bukan lawan bagi semua Orbion yang menatap ke arahnya, meskipun Leo mungkin unggul dalam kekuatan, tapi jika membahas mengenai jumlah, pasukan musuh jauh ratusan kali lebih unggul dibandingkan dengan Leo.


"Cih, tidak ada pilihan lain" Ujar Leo, setelah mengatakan hal itu Leo hanya memiliki satu jalan keluar untuk masalah yang dia hadapi.


"Langkah awan!" Ujar Leo lantas dia melangkah terbang menuju ke arah Orbion, memang menurut banyak orang apa yang dilakukan oleh Leo adalah hal yang sangat gila tapi bagi Leo, apa yang dia lakukan adalah usaha terakhir yang bisa dia lakukan untuk saat ini.


…..

__ADS_1


"Apakah orang itu gila? Dia menerobos ke arah Orbion sendirian!" ujar Nyi Roro Kidul yang terlihat menggigit bibir bagian bawahnya sambil mendongakkan kepalanya menatap ke arah Leo.


"Kalau begitu kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja!" Ujar Nyi Blorong lantas dia melayang di udara dan melesat menuju ke Arah Leo dengan kecepatan yang bisa ditempuh.


"Blorong! Anak itu kenapa begitu keras kepala" Nyi Roro kidul memegangi keningnya sendiri kemudian dia menatap ke arah pasukan yang dia bawa.


"Kalian semua, kita bantu anak itu dan Blorong, pastikan kalian menghindari senjata yang mereka gunakan" Ujar Nyi Roro kidul lantas dia terbang menuju ke langit diikuti dua belas Saint di belakangnya.


….


"Anak ini sudah menyerah begitu cepat, kalau begitu kalian cepat habisi agar dia tidak bisa membuat masalah" ujar pimpinan Orbion melihat ke arah Leo yang terbang ke arahnya dengan sangat cepat.


Dia tidak perlu khawatir karena setelah semua debu menghilang semua bawahannya bisa melakukan tindakan dan benar saja, dua orang muncul, masing masing di depan Leo dan yang lain muncul di belakangnya dengan pedang yang dihujamkan menuju ke arah perutnya.


"Gawat!" ujar Leo, dia menahan serangan yang berada di depannya tapi dia tidak sempat bereaksi kala itu sehingga serangan dari belakang menusuk perutnya hingga membuat darah mengalir dari perutnya.

__ADS_1


"Gawat, aku bisa merasakan jiwaku mulai terkikis sedikit demi sedikit karena pedang ini, aku harus melepaskannya!" ujar Leo, dia berusaha melepaskan pedang yang menusuk punggungnya.


"Hahaha, kau berusaha melepaskan diri dari kami ya? Tidak semudah itu" Ujar Orbion yang menusuk Leo sebelumnya dan dengan menambah tenaganya, dia mendorong lebih dalam serangan yang menancap pada tubuh Leo.


__ADS_2