ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Datang Untuk Melamar


__ADS_3

"Kau janji akan melamar aku bukan? Kau berjanji akan bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku" Ujar Misari membuang mukanya tapi dia masih berjalan berdampingan dengan Leo saat ini, dia memang terlihat tidak suka dengan Leo dan terlihat kesal dengannya tapi tidak separah sebelumnya.


"Ya ya, aku akan membicarakan hal ini pada ayah ku jika aku bertemu dengannya, hais, aku tidak menyangka akan menemukan masalah seperti ini" Ujar Leo menghela nafas panjang.


"Siapa ayahmu dan dimana dia? Aku belum pernah mendengar mengenai ayah dan ibumu" Ujar Misari membuat Leo sangat terkejut.


"Ah anu, maaf karena aku tidak memberitahumu sebelumnya, ayahku adalah Satria yang dijuluki sebagai saint Suci dan ibuku bernama Fitri, ayahku bilang dia berada di suatu tempat untuk menyelesaikan urusannya" Ujar Leo yang mana setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Leo, Misari tidak bisa tetap tenang.


"Siapa nama ibumu? Fitri? Bagaimana ciri-cirinya?" Tanya Misari menatap ke arah Leo karena nama itu mengingatkannya pada gurunya Fitri sang Dewi Keadilan.


"Ibuku adalah orang yang sangat baik padaku" 


"Bukan itu, maksudku ciri ciri fisiknya, apakah kau bisa menjelaskannya padaku?" 


"Ibuku memiliki paras yang begitu cantik dengan dua buah anting berbentuk Feniks yang diselimuti ditempa dengan sangat baik menyerupai Feniks sungguhan, dia juga memiliki gelang berbentuk naga yang terbuat dari material khusus yang tidak berasal dari dunia ini hadiah dari kakekku, untuk wajahnya akan sangat sulit jika aku menjelaskannya padamu karena tidak ada tanda khusus di wajah ibuku" Ujar Leo yang mana membuat Misari terkejut sampai tidak bisa berkata kata.


"Sepasang anting berbentuk Feniks dan Gelang berukir Naga, ternyata dia adalah putra guruku, pantas saja bakatnya sangat mengerikan, dua darah kekuatan besar mengalir di dalam tubuhnya dan kedua orang tuannya juga memiliki binatang spiritual Mistis" Batin Misari yang mana dia sampai sampai tidak bisa menutup mulutnya.


"Akhem, kau tahu bahwa orang tuamu tidak akan bisa datang karena memiliki banyak urusan, kau tidak serius melamar aku?" Tanya Misari dengan tagas.


"Bukan begitu, aku ingin tapi jika tidak ada keluarga yang mendampingi lamaran ini tidak akan bisa dilakukan" Ujar Leo dengan wajah panik.

__ADS_1


"Kalau begitu biar aku saja yang datang, bukankah aku adalah adik kakak" Suara yang cukup polos terdengar di belakang mereka semua dan ketika Leo dan Misari menolehkan kepalanya ke arah belakang, mereka menemukan Lili, Dinda dan Masamune tersenyum menatap ke arah keduanya.


"Kakak benar akan melamar kakak ini, kapan acaranya? Aku akan mewakili ibu dan ayah kakak untuk melamarnya" 


"Tunggu Lili"


"Leo, aku pikir kau tidak pandai memilih wanita, tapi siapa yang menyangka kau bisa mendapatkan permata sepertinya bahkan kalian sudah berencana mengadakan lamaran" 


"Hais, aku pikir kenapa kau tidak pulang semalaman, kau membuatku, Lili dan Masamune khawatir kau tau!" Ujar Dinda tapi wajah wanita itu terlihat begitu kecewa dengan apa yang terjadi.


"Jadi kau mengangkat seorang adik, baguslah, lebih baik kita pergi ke rumahku sekarang, kau tidak perlu membawa apapun aku yang akan menjelaskannya pada ayahku" Ujar Misari menarik tangan Leo pergi dari sana diikuti oleh yang lainnya.


……


"Kakak, kira kira berapa lama kakak bisa membeli bangunan sebesar ini?" Tanya Lili menatap ke arah Leo, apa yang ada di depannya saat ini benar benar berada ribuan kali lipat dibandingkan dengan bangunan yang mereka sewa.


Meskipun bangunan yang mereka sewa sudah bisa dikatakan sebagai tempat yang sangat mewah, tapi rumah Lili lebih dari mewah, bahkan terkesan megah.


"Aku tidak tahu berapa uang yang dibutuhkan untuk membangun bangunan semegah ini, tapi yang jelas aku membutuhkan waktu beberapa bulan untuk bisa membangun bangunan yang sama" Ujar Leo yang mana dirinya juga terkesima dengan apa yang ada di depannya.


"Jangan membual, ayahku bekerja selama bertahun tahun untuk membangun rumah ini dan mendapatkan semua fasilitas di dalamnya, jika dihitung hitung jumlahnya setidaknya mencapai lima triliun rupiah" Ujar Misari menjelaskan dengan penuh percaya diri berharap Leo dan yang lainnya terkejut tapi dia tidak melihat keterkejutan itu di mata mereka semua.

__ADS_1


"Lima triliun itu banyak ya? Pantas saja Ratu Nyi Blorong meminta kompensasi yang begitu besar pada kakak" Ujar Lili sambil menganggukkan kepalanya.


"Jika dipikir pikir lagi Leo sepertinya bisa mendapatkan rumah semacam ini dalam waktu satu bulan, bahkan dia bisa menghasilkan puluhan miliar dalam hitungan jam" Ujar Dinda dengan senyuman mengejek ke arah Misari.


"Sepertinya orang ini juga menyukai Leo, tapi aku tidak akan menyerahkan Leo begitu saja setelah apa yang dia lakukan padaku" Ujar Misari dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Benarkah? Kalau memang begitu aku adalah wanita paling beruntung di dunia, bisa menjadi pasangan dari orang yang bisa menghasilkan banyak uang dalam hitungan jam" Ujar Misari kemudian dia menarik tangan Leo dan memeluknya dengan erat dan membawanya masuk ke kediamannya.


"Mereka berdua benar benar tidak tahu tempat untuk bermesraan" Ujar Dinda sambil mengepalkan tangannya kemudian dia berjalan mengikuti Leo dan Misari yang sudah masuk ke dalam kediaman bak istana itu.


"Nona, anda kembali?" Salah satu pelayan menghampiri Misari yang mana dia cukup dikejutkan dengan beberapa orang yang ikut bersama dengannya, terlebih saat ini Misari memeluk tangan Leo dengan begitu erat.


"Ya, dimana ayah sekarang, ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya" Ujar Misari.


"Saat ini tuan sedang menemui dua tamu penting di ruangannya" Ujar Pelayan itu.


"Baiklah, kau bisa pergi, aku akan kesana untuk menemuinya" Ujar Misari melangkahkan kakinya sebelum dia dihentikan oleh pelayan itu.


"Maaf nona, tapi tuan berpesan jangan ada orang yang mengganggu dirinya dan tamu kali ini karena masalah yang mereka bahas sangat penting" Ujar pelayan itu.


"Penting apanya, aku adalah putrinya, apa yang lebih penting dibandingkan denganku!" ujar Misari tetap melanjutkan langkah kakinya membuat pelayan itu hanya bisa diam.

__ADS_1


Menyinggung siapapun di antara keduanya bisa mengakhiri karirnya sebagai seorang pelayan di kediaman yang megah itu.


"Semoga saja aku tidak dipecat hanya karena ini, nona benar benar membuat masalah seperti biasa, aku harus peringatkan pelayan yang lain mengenai hal ini karena kemarahan tuan pasti akan meledak setelah ini" Ujar Pelayan itu sebelum dia berbalik dan pergi untuk memberitahu pelayan pelayan lainnya.


__ADS_2