ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Pil Dewa


__ADS_3

"Mawar ya, terimakasih karena sudah membantuku, sebagai ucapan terima kasih maukah kau ikut denganku, aku berjanji akan memberikan beberapa uang sebagai ucapan terima kasih tapi setelah pil buatanku terjual" Ujar Leo.


Mawar yang masih menundukkan kepalanya hanya bisa mengangguk ketika Leo berjanji akan memberikannya upah karena sudah memberitahunya efek pil buatannya.


"Kau adalah tipe orang yang jarang bicara ya, kalau begitu besok aku akan menemuimu" Ujar Leo kemudian dia pergi dari sana meninggalkan Mawar yang mana pipinya bersemu merah seperti tomat.


"Kenapa jantungku berdetak dengan kencang, apa yang terjadi pada diriku" Guman Mawar dengan wajah yang terus tertunduk.


…..


Esok harinya suasana tempat pelelangan begitu ramai, bisa melihat banyak orang berlalu lalang dan mengantri masuk ke dalam tempat pelelangan.


Semua orang yang Leo temui rata-rata menutup wajahnya dengan topeng untuk menutupi identitas mereka, ada juga beberapa orang yang dengan gamblangnya memaparkan identitas mereka, orang-orang yang menunjukkan identitas mereka kepada orang lain rata-rata memiliki nama yang sangat besar dan sangat sulit untuk di singgung di seluruh kota Lamongan.


Termasuk diantaranya adalah Ronny dan Putri, Leo bisa melihat dua orang itu berjalan masuk ke dalam tempat pelelangan dengan puluhan pasang mata yang mengawasi langkah keduanya.


Sangat jarang mereka bertemu dengan dua orang yang masuk dalam peringkat 10 besar kekuatan di Kota Lamongan, bertemu dengan Ronny dan Putri merupakan sebuah berkah bagi kebanyakan Hunter yang hadir di sana.


Mereka memikirkan berbagai cara agar bisa dekat dengan keduanya karena menjalin pertemanan dengan 2 orang itu akan membawa usaha mereka jauh lebih besar dibandingkan saat ini.

__ADS_1


Semua itu karena kakak pertama mereka atau ayah dari Misari merupakan pebisnis paling besar di Kota Lamongan dengan total aset mencapai ratusan triliun rupiah.


Sementara itu saat ini Leo sedang mengenakan jubah hitam untuk menutupi identitasnya, selain jubah hitam yang menutupi hampir seluruh wajahnya Leo juga menyiapkan pedang berkarat yang ada di dalam cincin penyimpanan miliknya serta menyiapkan 20 butir pil kecantikan tingkatan paling rendah di dalam sebuah botol kaca yang akan dilelang.


Mawar yang memiliki janji untuk bertemu dengan Leo tidak kelihatan pada hari itu sehingga membuat Leo memutuskan masuk ke tempat pelelangan seorang diri.


Dia berpikir mungkin Mawar sedang ada urusan sehingga wanita itu tidak datang.


Ketika Leo akan memasuki tempat pelelangan Leo dihentikan oleh seorang penjaga karena tampilan Leo yang sangat mencurigakan, mereka mungkin bisa menerima jika tamu memakai topeng untuk menutupi identitas mereka, tapi jubah lebar seperti Leo yang menutupi seluruh tubuhnya, mereka tidak bisa membiarkan orang mencurigakan seperti itu masuk ke tempat pelelangan.


"Maaf tuan, jika Tuan ingin masuk ke dalam maka kami membutuhkan identitas anda"Ujar salah satu penjaga yang saat ini telah berdiri di hadapan Leo.


"Kalau begitu izinkan aku bertemu dengan manajer tempat pelelangan ini, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya" Ujar Leo.


Wanita itu menatap ke arah Leo dari atas sampai bawah dengan penuh selidik, setahunnya dia tidak mengenal maupun memiliki hubungan dengan orang seperti Leo, terlebih Dia merasakan tingkat pelatihan Leo yang berada di tingkat pemurnian tubuh Bintang 3 tetapi sedikit samar.


"Namaku adalah Tiffany, aku adalah manager dari tempat pelanggan ini, kalau boleh tau apa tujuan tuan ingin menemui saya?" Tanya wanita itu menatap ke arah Leo dengan penuh selidik.


Jika dikatakan bahwa dia mencurigai Leo, memang benar saat ini Tiffany mencurigai Leo  karena memang tingkah laku orang itu sangat mencurigakan, bahkan identitasnya saja tidak jelas.

__ADS_1


Mendengar hal itu Leo mengeluarkan sebutir pil dari dalam cincin penyimpanannya.


Apa yang dilakukan oleh Leo sangat mengejutkan seolah Leo mengambil sebutir pil dari udara kosong.


Karena hal itu dua penjaga sebelumnya segera mengarahkan tongkat pemukul ke arah Leo dan mengambil sikap waspada.


"Aku ingin menjual pil kecantikan ini dalam pelelangan, kau bisa mencoba khasiatnya terlebih dahulu" Ujar Leo kemudian melemparkan pil itu kepada Tiffany dan dengan cepat wanita itu menangkap pil yang dilemparkan oleh Leo.


Tentu Tiffany tidak akan memakan pil itu sembarangan, Dia memiliki posisi paling atas dalam pelelangan Kota Lamongan, jika pil itu mengandung racun maka semuanya akan berakhir dengan kacau. Oleh karenanya Tiffany memanggil salah satu pelayannya yang mana Di pipi pelayan itu terdapat sebuah goresan memanjang.


Goresan itu pelayan dapatkan ketika Orbion pertama kali datang ke bumi, beberapa kali pelayan itu menemui dokter dan berusaha menyembuhkan lukanya tetapi tidak ada yang mampu menyembuhkannya.


Mungkin jika suatu saat semua teknologi sudah kembali seperti sebelumnya menyembuhkan luka itu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi situasi saat ini berbeda.


Kekacauan yang diakibatkan oleh orbion benar-benar membuat segala sesuatu tidak bisa berjalan seperti seharusnya, bahkan luka yang seharusnya bisa sembuh hanya dalam waktu 3 hari kini memerlukan waktu lebih lama untuk menutup luka itu.


"Kau makanlah ini dan tunjukkan khasiatnya, Tuan ini bilang bahwa itu adalah pil kecantikan, mungkin itu bisa membantumu pulih" ujar Tiffany, padahal sebenarnya wanita itu hanya takut Leo memasukkan sesuatu ke dalam pil itu.


Dengan perasaan sedikit ragu pelayan itu kemudian memasukkan pil itu ke dalam mulutnya dan seketika pil itu mencair dan menyebar ke seluruh tubuhnya dalam waktu singkat, pada awalnya tidak terjadi apapun pada pelayan itu tapi beberapa saat kemudian wajah pelayan wanita itu memancarkan cahaya putih dan setelah semua cahaya itu hilang luka yang ada di wajahnya juga ikut menghilang, bukan hanya itu bahkan wajahnya tampak lebih putih dibandingkan dengan sebelumnya Yang mana hal itu membuat Tiffany sangat terkejut.

__ADS_1


"Pi….pil dewa!" Tiffany terkejut sampai tidak bisa menutup mulutnya dan menunjuk ke arah Leo, entah Kenapa dirinya tiba-tiba merasakan sebuah penyesalan karena tidak memakan pil yang diberikan oleh Leo.


"Jika tuan tidak keberatan maka bisakah tuan ikut dengan saya sebentar, pil seperti ini harus dibicarakan secara pribadi" Tiffany mempersilahkan Leo, keduanya kemudian berjalan beriringan menuju ke ruangan Tiffany untuk membicarakan pil buatan Leo dan kemungkinan kerjasama bisnis yang bisa mereka lakukan.


__ADS_2