ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Bersimbah Darah


__ADS_3

Bertahan adalah pilihan terbaik yang Leo milik saat ini, menghadapi Orbion yang berada di hadapannya saat ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.


Dari aura kekuatan yang keluar dari dalam tubuh Orbion Itu, Leo bisa merasakan sebuah tekanan yang cukup berat pada dirinya, dia bisa memperkirakan bahwa Orbion yang dia hadapi ada di tingkat Pemurnian Tubuh Bintang 7.


Hanya berbeda lima bintang dengan Leo, tapi perbedaan itu sudah cukup untuk menciptakan sebuah celah yang sangat luas bagi kekuatan keduanya.


Jika bertarung melawannya, Leo khawatir dia tidak akan bisa bertahan lebih dari sepuluh menit, tapi jika diminta mengulur sedikit waktu sampai bantuan tiba, setidaknya Leo bisa melakukannya.


Saat ini bahu tangan kanan Leo mengalami pendarahan yang cukup serius dimana darah segar terus mengalir membasahi pakaian yang dikenakan oleh Leo.


Sebagian pakaian yang dikenakan oleh Leo saat ini berwarna merah darah akibat noda darah dari luka yang diciptakan oleh Orbion itu.


Saat ini Leo terus mencari tempat yang sekiranya cukup aman hingga dia menemukan sebuah bangunan kecil yang mana jendela bangunan itu terbuka lebar, dengan Langkah Awan yang dimiliki olehnya, Leo melesat ke arah bangunan itu dan memasukkan anak kecil itu ke dalam bangunan melalui jendela yang terbuka.


"Nak, kau diamlah, jika makhluk itu sampai mendengar tangisanmu maka kau akan dimakan" Ujar Leo dan seketika anak itu menutup mulutnya meskipun masih terdengar suara Isak tangis darinya.


"Ini lebih baik, sekarang adalah.." Belum sempat Leo menarik nafas lega setelah menemukan tempat yang cukup aman untuk anak kecil itu, sebuah cahaya melesat ke arahnya dan beberapa sentimeter lagi ke arah kanan maka kepala Leo akan benar benar ditembus oleh serangan itu.


"Karena kau cukup menarik maka aku akan bermain main denganmu sebentar sebelum para Hunter lainnya datang" Ujar Orbion itu kemudian senapan laser yang ada di tangannya mulai berubah bentuk menjadi sebilah pedang.


Melihat hal itu Leo hanya bisa merapatkan giginya, jelas bahwa teknologi yang dimiliki oleh para Orbion lebih maju dibandingkan dengan manusia pada umumnya, tapi entah darimana mereka mendapatkan teknik pelatihan yang disimpan rapih oleh para Hunter selama ini.

__ADS_1


Dengan teknik itu, kemampuan bertarung yang dimiliki oleh Orbion semakin mengerikan, bahkan sedikit peluang kemenangan yang bisa didapatkan ketika Hunter dengan kekuatan yang sama mencoba menantang seorang Orbion.


"Darimana kau bisa mempelajari cara berlatih, Orbion seharusnya tidak memiliki teknik untuk melakukan pelatihan seperti kami para manusia" Ujar Leo, dia memegangi bahu kanannya yang terasa sangat sakit akibat ditembus oleh tembakan laser beberapa saat yang lalu.


"Hoh, ternyata ada juga manusia yang tidak tahu mengenai asal dari kekuatan yang kami miliki, karena kau sebentar lagi mati, maka aku akan memberitahumu sebuah rahasia" Ujar Orbion itu sambil mengacungkan pedangnya ke arah Leo.


"Rahasia?" 


"Ya, rahasia bahwa selama ini kami menyamar sebagai manusia di bumi ini dan perlahan lahan mencuri teknik pelatihan yang kalian miliki, sungguh konyol bukan, bahkan kalian manusia yang memiliki kekuatan dan menyebut diri kalian seorang Hunter bisa dikalahkan dan ditipu oleh Orbion seperti kami" Ujar Orbion itu sambil tertawa terbahak bahak.


Sementara itu, Leo hanya bisa menatap Orbion itu dengan tatapan tidak percaya, dia benar benar tidak menduga bahwa selama ini Orbion merencanakan sesuatu yang sangat besar di tengah tengah kerumunan manusia.


Jika dibiarkan maka masa depan umat manusia akan benar benar musnah dari muka bumi.


Orbion yang menyamar sebagai manusia dan berlatih bersama dengan mereka untuk menghancurkan para manusia, apakah hal semacam itu bisa diterima?


Pertanyaan kembali muncul di benak Leo memikirkan masalah ini tapi sebelum itu, Orbion itu kembali buka suara.


"Kalian manusia memiliki banyak musuh, bukan hanya kami melainkan dari kaum kalian sendiri, bahkan ada beberapa orang yang memilih bekerja sama dengan kami dan aku sangat yakin, latar belakang mereka yang besar tidak bisa kau singgung seenaknya" Ujar Orbion itu yang mana hal itu membuat Leo semakin terkejut.


"Jadi ada beberapa orang dari kalangan atas yang bekerja sama dengan para Orbion, tapi siapa mereka dan bagaimana mungkin? Mereka menjual diri mereka dan negaranya demi uang dan kekuasaan, apakah mereka benar benar manusia?"Guman Leo.

__ADS_1


Dalam hatinya Leo bertanya tanya bagaimana mungkin seorang manusia mengorbankan sesama bangsanya kepada makhluk asing yang menjajah dunia mereka dan memperbudak mereka.


Sebenarnya apa yang mereka inginkan? Uang, kekuasaan, atau kekuatan? 


Pertanyaan pertanyaan yang sama terulang di pikiran Leo sebelum Orbion yang berdiri di hadapannya memanggilnya dan memecahkan lamunannya.


"Sudah, aku sudah memberitahumu beberapa rahasia yang seharusnya tidak diketahui oleh manusia, sekarang adalah saatnya kau mati!" Ujar Orbion itu kemudian dia menghempaskan tubuhnya ke arah Leo.


Melihat hal itu, Leo melompat mundur ke belakang tapi sialnya, di belakangnya saat ini adalah bangunan tempatnya menyembunyikan anak barusan dan jika dia menghindarinya, Leo takut terjadi hal buruk pada anak itu.


Dengan tangan kirinya yang masih bersih akan noda darah, Leo mencengkeram erat erat pedang yang digunakan oleh Orbion itu hingga darah segar menetes dari tangan Leo.


Darah itu menetes sedikit demi sedikit dan ketika Leo melihat banyak darah keluar dari tangannya, tiba tiba kepalanya menjadi pusing dan tubuhnya perlahan menjadi lemas.


Wajah Leo perlahan lahan mulai berubah warna menjadi pucat dan kesadarannya perlahan lahan mulai hilang.


Tapi ketika Leo mengingat anak yang ada di belakangnya, dia dengan cepat memajukan pedang yang dia cengkram hingga sekali lagi melukai bahu kanannya dan semakin banyak darah yang mengalir membasahi pakaiannya, bahkan kali ini pakaian yang dikenakan oleh Leo mulai berubah menjadi merah darah.


"Kau lumayan berani, mempertahankan kesadaran dengan melukai dirimu sendiri, aku belum pernah bertemu dengan kaumku maupun manusia yang bisa melakukan hal yang sama sepertimu" Ujar Orbion itu kemudian dia menarik pedangnya dan luka yang ada di tangan dan bahu kanan Leo nampak semakin besar dan tetes demi tetes darah mengalir dari sana.


"Aku tidak akan kalah darimu!" ujar Leo terbata bata, meskipun saat ini tubuhnya bersimbah darah akibat semua luka yang dia terima.

__ADS_1


Tapi disisi lain, Cincin penyimpanan yang ada di jari telunjuk tangan kanan Leo mulai menunjukkan sebuah reaksi aneh, cincin itu menyerap darah milik Leo dan cahaya cahaya keemasan mulai bermunculan mengikuti ukiran cincin itu.


__ADS_2