ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kekacauan di Dalam Pelelangan (Bag 4)


__ADS_3

Setelah selesai mengurus beberapa orang yang menyerang orang-orang awam, Leo melihat orang-orang yang menjaga mutiara di atas arena berjatuhan satu demi satu.


Karena melihat hal itu, Leo menolehkan kepalanya ke segala arah dan menemukan hal yang aneh, Leo bisa melihat seseorang yang menggunakan pedang tengah mengawasi kekacauan yang terjadi, meskipun Leo tahu bahwa orang yang mengawasi saat ini memiliki kemampuan yang lebih hebat dari nya tetapi jika orang sepertinya tidak turun tangan maka kemungkinan besar dia adalah pimpinan dari orang-orang yang melancarkan serangan terhadap tempat pelelangan itu.


"Mungkin dia adalah pemimpinnya, jika aku bisa menghabisinya maka semua kekacauan ini akan mereda dan mutiara itu tidak akan jatuh ke tangan orang yang salah" Ujar Leo kemudian dia menggunakan langkah awan miliknya dan bergerak sangat cepat menaiki dinding menuju ruangan VIP orang itu.


"Hampir semua orang sibuk berada di bawah sana dan tidak menyadari kehadiran kita berdua, aku cukup salut dengan anak muda sepertimu karena bisa tahu keberadaan kami" Ujar orang itu sambil mengumpulkan kekuatan spiritual di tangan kanannya yang mana energi spiritual berkumpul dalam jumlah yang sangat besar seolah menjadi sarung tinju di tangan itu.


Ketika Leo muncul di pandangannya nya, orang itu lantas melancarkan sebuah pukulan yang mendarat tepat di perut Leo membuat Leo terlempar sangat jauh bagaikan sebuah komet yang mendekat ke arah bumi.


Leo melesat dan berhenti ketika tubuhnya membentur beberapa kursi hingga menghancurkan lantai tempat pelelangan itu dengan cukup parah bahkan menimbulkan keretakan yang mulai merambat pada dinding-dinding tempat pelelangan.


Kepulan debu menutupi tubuh Leo saat ini dan hampir semua pandangan Hunter tertuju ke arahnya karena apa yang dilakukan oleh Leo membuat tempat pelelangan bergetar selama beberapa saat.


"Apakah dia sudah mati!"


"Dia pasti sudah mati, serangan seperti itu tidak mungkin bisa ditahan begitu saja"


"Sepertinya orang-orang yang menyerang kita saat ini bukanlah orang biasa bahkan bisa mengeluarkan serangan semacam ini!" 


Ujar beberapa Hunter tingkat rendah yang ada di bawah yang mana di antara mereka ada Masamune dan Dinda.

__ADS_1


"Leo!" Ujar keduanya sambil berlari ke arah Leo, tapi beberapa saat kemudian ledakan kekuatan spiritual terjadi ditempat Leo dilemparkan saat ini.


Bayangan seekor Feniks dengan sedikit aura berwarna hitam hampir memenuhi seluruh bangunan tempat pelelangan itu yang mana tekanan dari burung api itu membuat beberapa orang harus menahan beban yang cukup berat di pundak mereka.


Terkejut, tentu mereka semua terkejut karena baru kali ini mereka melihat binatang spiritual mistis, kendati demikian orang-orang yang pernah melihat pertarungan Leo dan Dinda diatas arena segera menyadari identitas dari Leo yakni orang biasa yang telah memecahkan sebuah rekor legendaris dari arena pertarungan.


Siapa yang pernah datang ke arena pertarungan pasti pernah mendengar nama orang biasa karena kemampuannya yang memang berada jauh di luar nalar dan memenangkan 100 pertarungan tanpa adanya kekalahan satu kali pun.


"Pantas saja aku merasa bahwa anak ini memiliki bakat yang lebih besar dibandingkan anak-anak lainnya, tidak aku sangka bahwa dia memiliki binatang spiritual mistis yang mampu menekan semua orang di tempat ini" ujar orang yang memukul Leo sebelumnya sambil memegangi dagu nya karena makanan yang diberikan oleh binatang spiritual milik Leo tidak memberikan dampak apapun padanya dengan tingkat pelatihannya saat ini.


"Dia memiliki Feniks, sebenarnya siapa dia dan apa hubungannya dengan pemimpin, Kenapa dia bisa memiliki binatang spiritual yang sama persis dengan binatang spiritual yang dimiliki oleh pemimpin kita?" Ujar salah satu orang dari aliran legendaris ketika melihat binatang spiritual milik Leo dan reaksi temannya tidak jauh berbeda dari apa yang ditunjukkan oleh orang itu.


Keduanya sama-sama terkejut dengan binatang spiritual yang dimiliki oleh Leo karena setahu mereka binatang mistis tidak pernah memiliki pemilik yang sama dan jika pun harus memiliki pemilik yang sama maka pemilik sebelumnya pasti akan mati terlebih karena berdasarkan data dan catatan yang dimiliki oleh dunia mereka saat ini tidak pernah dijelaskan bahwa binatang mistis tidak pernah memiliki dua pemilik dalam waktu bersamaan.


"Apakah apa yang kau pikirkan sama dengan apa yang aku pikirkan?" 


Ujar dua orang dari aliran legendaris saling bertatapan satu sama lain kemudian keduanya melesat menuju ke arah Leo.


….


"Leo kau tidak apa apa?" Masamune menghampiri Leo tapi sepertinya apa yang ada di depannya bukanlah Leo, Masamune lantas menggunakan kemampuan dari ekor ketiga binatang spiritual miliknya dan dia bisa melihat Lili yang saat ini mengendalikan tubuh Leo.

__ADS_1


"Jadi ini definisi dari kesurupan" Guman Masamune menatap ke arah Leo sambil menelan ludahnya.


Leo yang sudah dirasuki oleh Lili tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Masamune, dia mengumpulkan kekuatan kegelapan dalam jumlah yang sangat besar di kedua tangannya dan kekuatan itu diselimuti oleh kobaran api yang mana karena kekuatan kegelapan dari Lili, api yang sebelumnya berwarna merah kini berubah warna menjadi hitam legam.


"Beraninya kau menyakiti kakakku!" ujar Lili dengan Tubuh Leo dan dengan beberapa pukulan tangan, pukulan pukulan berbentuk kobaran api melesat menuju ke arah ruang VIP tempat orang yang melemparkannya sebelumnya hingga ledakan ledakan besar terus terjadi silih berganti.


"Bisakah kau menghentikan orang itu, aku tidak bisa berkonsentrasi jika terus di serang seperti ini" Ujar Jay sambil memasukkan peluru ke dalam Laras sniper miliknya dan mengaliri nya dengan sihir angin.


"Kalau begitu cepat selesaikan dan bawa pergi Mutiara itu, aku akan menahan orang itu" Ujar orang yang memukul Leo sebelumnya kemudian dia mengumpulkan kekuatan spiritual ke tangan kanannya dan melakukan pukulan yang sangat keras ke arah Leo.


Ketika pukulan itu dilakukan udara bergetar dengan sangat kuat seolah udara benar benar akan runtuh, tentu jika Leo menahan serangan itu dia akan dihancurkan karena tingkat pelatihannya benar benar masih sangat rendah.


Meskipun Lili membantunya, tetap saja kekuatannya masih belum cukup untuk menahan pukulan dari orang yang berada di puncak perombakan tulang bintang 9 secara telak.


Melihat hal itu, Leo hanya bisa menutup matanya dan beberapa saat kemudian Masamune dan Dinda berdiri di depannya dan mengeluarkan binatang mistis keduanya tanpa ragu ragu.


Masamune mengeluarkan seekor rubah dengan delapan ekor sementara Dinda mengeluarkan Garuda yang mana kemunculan tiga binatang spiritual Mistis tentu saja membuat semua orang tertegun tidak percaya.


"Kalian, jangan bertingkah bodoh!" ujar Lili dengan tubuh Leo.


"Kau gadis yang lebih bodoh dibandingkan dengan kami, kau pikir siapa yang mencari masalah di tempat ini!" ujar Dinda.

__ADS_1


Pukulan itu semakin dekat menuju ke arah mereka hingga akhirnya meledak dengan sangat keras membuat tempat pelelangan bergetar dengan hebat.


__ADS_2