ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Mendapatkan Inti Binatang Buas


__ADS_3

"Leo bagaimana kau mengambar formasi sebelumnya, ajarkan padaku"


"Minggir kau, Leo ajarkan padaku mengenai Formasi barusan, aku pasti tidak akan mengecewakanmu dalam banyak hal"


"Leo, jika kau mengajariku maka aku akan menerimamu sebagai pacarku" beberapa murid wanita berkerumun dan meminta diajarkan oleh Leo mengenai Formasi yang dia gambar sebelumnya.


Kendati demikian Leo tidak merasa tenang melainkan sebaliknya, dia merasakan aura membunuh yang sangat kuat tertuju ke arahnya, dia tahu bahwa jika dia mengajarkan wanita wanita yang ada di depannya maka dia akan kena omel panjang lebar dari seseorang.


"Sial, apakah tidak ada yang bisa dia lakukan selain menatap dingin padaku" Batin Leo menatap ke arah Misari tapi beberapa saat kemudian tatapannya ditutupi oleh para gadis muda yang berusaha mendekatinya.


"Maaf nona nona, aku ada urusan yang harus diurus secepatnya jadi aku permisi" Ujar Leo beranjak dari tempatnya tapi setelah itu sebuah pelukan yang sangat erat mendarat di tangan Leo.


Wanita itu adalah Fara, meskipun berada di kelas yang berbeda dari Leo entah kenapa setelah melihat Leo diperebutkan oleh banyak orang membuatnya sontak memeluk Leo dengan sangat erat membuat semua wanita berhenti menarik Leo pada mereka.


"Apakah urusan itu denganku, aku tidak menyangka kau begitu jantan dengan tubuh yang sangat atletis" Ujar Fara sambil menurunkan jari telunjuk dari mulai dada sampai belahan perut Leo.


Mendapatkan perlakukan semacam itu membuat Leo semakin bergidik ketakutan karena dia bisa merasakan aura kematian yang ditujukan padanya sebelumnya semakin kuat dibandingkan dengan beberapa saat yang lalu.


"Maaf nona, aku tidak mengenalmu jadi jangan ganggu aku" Ujar Leo mendorong Fara mundur ke belakang sebelum dia berlari dan menarik Misari keluar dari kelas bersama dengannya.


"Lagi lagi wanita itu, lihat saja aku akan memberinya pelajaran!" ujar Fara kemudian dia menghentakkan kakinya dengan sangat keras meninggalkan kelas Leo.


Bukan hanya Fara, banyak gadis yang memperebutkan Leo sebelumnya juga turut membubarkan diri mereka karena bagi mereka, bersaing melawan Misari sama saja bersaing dengan langit.

__ADS_1


…..


"Hais, untung kita bisa lepas dari orang orang itu" Ujar Leo dengan nafas terputus putus sementara Misari yang melihat hal itu hanya bisa menahan tawanya.


"Kau memang bisa mengatakan hal itu tapi aku tau kau menyukainya bukan, diperebutkan oleh banyak orang seperti mereka" Ujar Misari membuang mukanya jauh jauh dari Leo padahal dia tersenyum melihat tingkah Leo.


"Ah ayolah, kau tau aku tidak tertarik dengan hal semacam ini, lagipula kita sudah melakukan lamaran" Ujar Leo yang mana sekali lagi membuat pipi Misari memerah karenanya.


"Yah kalau itu sih. Leo sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu, sebenarnya aku…"


"Misari, Leo, kebetulan kalian berada di sini, kepala akademi ingin bertemu dengan kalian berdua" Ujar salah seorang tenaga pengajar datang menghampiri mereka ketika Misari berniat mengatakan sesuatu yang mana karena orang itu Misari tidak jadi mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Baiklah, aku akan segera kesana, ayo" Ujar Leo menarik tangan Misari dan dia menariknya menuju ke ruangan kepala akademi membuat Misari hanya bisa menundukkan kepalanya karena kejadian itu disaksikan oleh banyak orang termasuk tenaga pengajar yang memberitahu mereka.


"Leo dan Misari, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian mengenai kompetisi kali ini"


"Bicara saja kepala akademi"


"Seperti yang kalian tahu kompetisi kali ini diadakan di kota Lamongan dengan hadiah sebuah gelang yang mampu meningkatkan pelatihan orang yang memakainya beberapa kali lipat, tentu dengan hadiah semacam itu akan banyak kekuatan besar yang muncul jadi kalian harus berhati hati, aku sudah memberitahu Dony mengenai hal ini dan aku yakin Dony tidak memberitahu kalian jadi aku hanya bisa berharap kalian baik baik saja" Ujar kepala akademi kemudian dia mengeluarkan dua buah batu dari kolong mejanya.


Batu itu memancarkan cahaya berwarna biru terang dan terdapat kekuatan misterius di dalamnya yang Leo sangat kenali karena dia juga memiliki beberapa batu semacam itu di dalam cincin penyimpanannya.


"Batu ini aku dapatkan dari para Arkeolog yang mencoba menelusuri mengenai peradaban kuno, menurut mereka batu ini berguna untuk memperkuat pelatihan seseorang tapi aku tidak tahu bagaimana cara menggunakannya karena energi yang ada di dalam batu ini sangat aneh"

__ADS_1


Leo menerima batu itu dan memeriksanya selama beberapa saat, bahkan Leo menggunakan kemampuan Mata Dewa Wang miliknya hingga setelah beberapa saat Leo terdiam tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.


Leo bisa melihat seekor rusa dengan tanduk yang bercabang sangat banyak, jika dilihat dengan mata telanjang, rusa itu terlihat seperti retakan retakan di dalam batu karena ukuran rusanya yang memang sangat kecil dan tersamarkan di dalam batu itu.


"Ini bukan Spirit Stone tapi inti binatang buas, bisa menemukan hal semacam ini sudah merupakan berkah yang sangat besar bagi akademi ini" Ujar Leo dengan sebuah senyuman sambil menatap ke arah batu yang ada di tangannya.


"Kepala akademi, bisakah batu ini untukku, aku pastikan setelah aku menerima batu ini aku tidak akan membuat akademi Naga Timur malu" Ujar Leo dengan semangat membuat sebuah tanda tanya besar muncul di pikiran Misari.


"Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh anak ini, dia menguntit sampah dan dengan penuh percaya diri dia akan membuat akademi memenangkan kompetisi" Batin Misari menatap ke arah Leo.


"Aku tidak bisa mengatakan batu itu untukmu karena itu juga untuk Misari" Ujar Kepala akademi yang mana membuat perhatian keduanya tertuju pada satu arah yang sama.


"Yah kau bisa memilikinya asalkan kau memberikanku beberapa pil pelatihan" Ujar Misari sambil membuang wajahnya, mukanya terlihat memerah sebelum Leo memeluknya dengan sangat erat.


"Terimakasih Misari, aku pasti akan memberikanmu pil terbaik yang bisa aku buat" Ujar Leo dengan semangat.


"Akhem, bukankah kalian terlalu dekat?" Tanya kepala akademi membuat Leo melepaskan pelukannya dengan sangat cepat dan memperbaiki pakaiannya.


"Maaf kelepasan" Ujar Leo membuat kepala akademi menghela nafas panjang.


"Satu hal lagi Leo, aku harap kau bisa menjaga sikapmu, kau tau guru Formasi yang mengajarimu tadi pagi menyerahkan surat pengunduran diri dan dia mengatakan bahwa dia harus belajar lebih banyak lagi mengenai Formasi" Ujar kepala akademi sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ah…maaf soal itu, aku tidak tahu bahwa dia akan keluar hanya karena Formasi yang sangat sederhana" Ujar Leo sambil mengaruk kepalanya.

__ADS_1


Dia tidak pernah berpikir bahwa seorang guru yang dikalahkan oleh Muridnya dalam hal pengetahuan akan terkena serangan mental hingga membuatnya memutuskan untuk mundur dari posisi guru yang dia emban.


__ADS_2