ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Orang Biasa


__ADS_3

"Di usiamu yang masih begitu muda kau sudah bekerja, apakah orang tuamu tidak ada?" Tanya Leo menatap ke arah anak itu yang mana pertanyaan dari Leo membuat anak itu menundukkan kepalanya.


"Memang seharusnya aku tidak melakukan pekerjaan ini, tapi ibuku sedang sakit dan aku memerlukan banyak uang, ayahku pergi dengan wanita lain dan meninggalkan ibuku sehingga aku harus menjaga ibuku meskipun artinya aku harus kehilangan masa mudaku" Ujar anak itu sambil menundukkan kepalanya.


Leo bisa melihat air mata mengalir membasahi pipi anak itu dan dia benar benar tersentuh hanya dengan cerita singkat yang diberikan oleh anak itu karena cerita hidup anak itu sama dengannya.


Leo dulunya hanya tinggal dengan ibunya yang sakit sakitan sementara ayahnya entah pergi kemana meninggalkan keduanya, tapi yang dialami Leo lebih menyakitkan karena dia harus kehilangan ibunya karena sebuah insiden dan ketika Leo melihat anak itu, dia berpikir harus membantunya agar masa depan anak itu tidak sama sepertinya.


"Baiklah, siapa namamu?"Tanya Leo menatap ke arah anak itu.


"Kristan" Ujar anak itu menatap ke arah Leo berharap Leo mau menggunakan jasanya karena sangat jarang dia menemukan orang yang memerlukan jasanya di arena pertarungan itu.


"Kristan, kalau begitu aku akan memanggilmu Kris, tunjukkan padaku dimana tempat pendaftaran peserta, aku akan membayarmu setelah kau membantuku" Ujar Leo diikuti senyuman cerah dari Kristan dan dengan semangat anak itu menuntun Leo menuju tempat pendaftaran.


…..


Di Tempat pendaftaran, tampak hanya beberapa orang yang sedang mengisi formulir sementara banyak petugas yang menganggur di sana.


Memang tidak banyak orang yang mau mendaftar dalam pertarungan di atas arena karena ketika mereka bertarung di atas arena, maka nyawa mereka bisa berada dalam ancaman kapan saja.


Keuntungan yang didapatkan dengan bertarung di atas arena tidak seberapa, hanya beberapa juta untuk setiap peserta yang bertarung sesuai dengan peringkat yang mereka miliki.


Untuk peringkat sendiri, di arena pertarungan dibedakan menjadi tujuh lencana yaitu.


Perunggu \= 0 poin 


Perak \= 100 poin

__ADS_1


Emas \= 500 poin


Platinum \= 1250 poin


Giok putih \= 2500 poin


Zamrud \= 5000 poin


Berlian \= 10000+ poin


Semakin tinggi lencana yang dimiliki maka semakin besar pula peluang mendapatkan gaji yang besar, sebagai contoh untuk pertarungan pemilik lencana perunggu hanya akan mendapat satu juta di setiap pertarungan yang mereka lakukan sementara untuk petarung di tingkat platinum, pendapatan mereka bisa mencapai seratus juta hanya dengan satu kali pertarungan.


Untuk naik tingkat lencana juga tidak mudah karena diperlukan poin untuk semua itu, dan poin poin itu dikumpulkan dari kemenangan yang didapatkan dalam pertarungan di atas arena.


Jika kalah maka poin akan dikurangi dan akumulasi poin yang digunakan di atas arena adalah setiap satu kali kemenangan akan mendapatkan lima poin sementara jika mendapat kekalahan poin akan dikurangi sebanyak lima belas poin.


Untuk kekuatan sendiri Leo tidak perlu khawatir karena pertarungan hanya akan dilakukan jika kekuatan kedua belah pihak dinyatakan sama satu sama lain atau jika pun ada perbedaan, mungkin yang diizinkan hanya beberapa tingkat lebih tinggi atau beberapa tingkat lebih rendah untuk menghindari pembantaian satu pihak di atas arena.


Tentu saja semua itu juga disandingkan dengan pemilik lencana yang sama, dan semakin tinggi tingkat pelatihan dan lencana yang dimiliki maka semakin berat pula pertarungan yang harus dilakukan.


….


Ketika giliran Leo untuk mendaftar, petugas yang menjaga pendaftaran hanya bisa dibuat mengernyitkan keningnya karena melihat Leo masih begitu muda, ditambah dia tidak bisa melihat tingkat pelatihan Leo Membuatnya berpikir bahwa Leo hanya ingin mengantar nyawa dengan datang mendaftar di tempat pendaftaran.


"Anak kecil, jangan menghalangi jalan, masih banyak orang yang ingin mendaftar di sini" Ujar petugas pendaftaran yang mana Leo tahu bahwa petugas itu berniat mengusirnya karena tempat itu benar benar sepi, Yang ada di sana hanya Leo dan Kristan, tidak ada orang lain.


"Kakak, maaf kami kemari ingin mendaftar bukan untuk bermain" Ujar Leo kemudian dia menyerahkan setumpuk uang di meja pendaftaran yang membuat panitia itu meliriknya sesaat kemudian kembali menatap ke arah Leo.

__ADS_1


"Baiklah, nama apa yang ingin kau gunakan?" tanya petugas itu dengan cepat bersiap memasukkan sesuatu di keyboard komputer miliknya, dilihat dari manapun Leo tahu bahwa arena tempatnya mendaftar sebagai petarung kali ini adalah sebuah tempat yang sangat kaya, bahkan ada banyak teknologi digunakan seperti layar siaran langsung, kamera, komputer, dan pengeras suara, serta lampu.


Untuk memperbaiki semua teknologi itu, setidaknya arena pertarungan harus mengeluarkan lima ratus juta rupiah lebih yang mana membuktikan seberapa banyak uang yang mereka miliki.


Leo memegang dagunya mencoba memikirkan nama yang cocok untuknya, Leo berpikir menggunakan nama asli dalam pertarungan di atas arena bukanlah hal yang bijak, jadi Leo berpikir membuat nama yang benar benar sangat baru dan terkesan sangat keren.


Setelah memikirkan banyak hal akhirnya Leo mencapai sebuah kesimpulan mengenai nama yang akan dia ambil untuk mendaftar di arena.


"Orang Biasa" Ujar Leo yang mana hal itu membuat baik petugas yang mengurus pendaftaran maupun Kristan yang ada di sana sangat terkejut.


"Orang Biasa?" ujar keduanya sambil menatap Leo saking terkejutnya mereka dengan apa yang Leo katakan.


"Gunakan nama itu untuk pertarungan ku di atas arena, jangan menatapku seperti itu, kalian membuatku merinding" Ujar Leo yang mana hal itu membuat petugas maupun Kristan saling bertatapan satu sama lain berpikir mengenai isi kepala Leo.


Tapi karena melihat tumpukan uang yang ada di atas mejanya membuat petugas itu mencatat sesuai nama yang diberikan oleh Leo sekaligus bertanya mengenai beberapa informasi lainnya.


"Tuan, nama yang tuan pilih…"


"Tenang saja, memang nama itu terlihat begitu konyol tapi dalam waktu satu minggu, aku akan mengubah pandangan semua orang Mengenai nama Orang Biasa" Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan setumpuk uang lainnya dan memberikannya pada Kristan.


"Untuk biaya berobat ibumu dan ucapan terima kasih dariku!" ujar Leo setelah dia mendapatkan lencana perunggu dan berjalan pergi meninggalkan Kristan yang sangat terkejut dengan tumpukan uang yang diberikan Oleh Leo.


Ketika dia ingin bertanya dan menoleh ke arah Leo, dia sudah tidak menemukan Leo dimanapun dia mengedarkan pandangannya.


"Terimakasih Tuan "Orang Biasa" Ujar Kristan dengan air mata yang menetes mengalir membasahi pipinya.


Sementara itu, ditempat lain Masamune yang melihat Leo bisa mendaftar hanya dengan menyerahkan beberapa uang hanya bisa menghela nafas dalam.

__ADS_1


"Uang memang bisa menyelesaikan segalanya" Guman Masamune sebelum dia berjalan masuk ke dalam arena.


__ADS_2