ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Bertemu Dengan Ibu Yang Dirindukan


__ADS_3

"Sebelumnya maaf karena aku membawa putri anda tanpa memberikan kabar terlebih dahulu, tapi sebelumnya kami masih menutup diri dan tengah mempersiapkan diri untuk kejadian yang lebih besar" Ujar seorang wanita paruh baya dengan wajah cantik serta anting Feniks dan Gelang berukir naga yang melingkar di tangannya.


"Dewi Keadilan tidak perlu sungkan, justru aku yang merasa senang jika putri saya satu satunya bisa masuk ke dalam aliran legendaris yang memiliki nama besar di seluruh dunia, terlebih gurunya adalah seseorang dengan julukan Dewi Keadilan" Ujar seorang pria dengan setelan jas terlihat cukup gugup berbicara dengan lawan bicaranya.


Bagaimana tidak, saat ini yang ada di depannya adalah Fitri sang Dewi Keadilan serta Tiffany, manajer tempat pelelangan kota Lamongan yang diundang secara khusus oleh pria di depannya karena Fitri ingin membicarakan mengenai sesuatu dengannya.


"Tuan Luan terlalu memuji, aku mengangkatnya menjadi murid bukan semena mena karena dia mampu tapi karena bakatnya yang sangat luar biasa, aku bisa tahu hanya dengan melihatnya bahwa dia memiliki bakat yang tidak dimiliki oleh banyak orang" Ujar Fitri sambil menikmati teh yang disediakan untuknya.


"Jadi Nona Fitri, apa yang Aliran Legendaris inginkan dari tempat pelelangan kami?" Tanya Tiffany gugup karena orang yang ada di depannya saat ini adalah sosok yang sangat besar, bahkan statusnya mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan seorang kepala negara.


"Aku mendengar tempat pelelangan kalian memiliki seseorang yang bisa memproduksi pil pil yang hebat, kalian menyebutnya pil Dewa benar?" Tanya Fitri.


"Benar, tapi tidak ada orang semacam itu di tempat pelelangan kami, pil pil itu diproduksi oleh seorang peracik yang cukup hebat, tapi dia jarang berkunjung ke tempat pelelangan setelah satu tahun" Ujar Tiffany sambil menundukkan kepalanya.


Dia benar benar takut salah bicara di depan Fitri karena sosoknya yang memiliki status sangat tinggi, jika dia menyinggungnya dia takut akan mendatangkan bencana yang sangat besar.


"Aku dengar dari salah satu bawahan ku bahwa di salah satu cabang tempat pelelangan kalian muncul pil pil dengan kualitas yang sangat luar biasa dan pil itu muncul dalam waktu dekat ini, apakah kalian masih memiliki beberapa?" Tanya Fitri menatap ke arah Tiffany yang mana membuat wanita itu semakin gugup.


"Anu Maaf Dewi, tapi peracik yang membuat pil itu benar benar sangat sulit untuk dijumpai" Ujar Tiffany.


"Anu, jika Dewi Keadilan tidak keberatan maka aku akan menyuruh para bawahan ku untuk mencari Peracik hebat yang dimaksud" Ujar Luan ayah dari Misari menatap ke arah Fitri.


"Kalau begitu tolong, aku tidak memiliki banyak waktu jadi aku harap kalian segera menemukan peracik itu" Ujar Fitri.

__ADS_1


"Kami akan berusaha menemukannya" Ujar Luan dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya sementara Tiffany dengan wajah panik segera menyela pembicaraan mereka.


"Anu, aku tidak bisa membantu karena aku tidak tahu wajah dari peracik itu, yang aku tahu adalah suaranya dan usianya yang masih begitu muda" Ujar Tiffany dengan tubuh bergetar hingga pintu ruangan mereka dibuka dan muncul beberapa orang di depannya.


….


"Leo, kau harus menguatkan dirimu karena aku yakin bahwa ayahku tidak akan setuju akan hal ini, tapi kau tenang saja aku akan membantumu berbicara dengan ayahku" Ujar Misari.


"Jika ayahmu tidak setuju maka kita bisa melupakan mengenai lamaran kalian, lagi pula kalian masih terlalu muda untuk melakukan lamaran ini, dan aku sangat yakin ayahmu tidak akan menyetujuinya jadi sia sia kita melakukan ini" Ujar Dinda.


"Orang ini benar benar ingin menjauhkan aku dari Leo, tapi aku tidak boleh kalah, bagaimanapun Leo harus mempertanggung jawabkan perbuatannya terhadapku" Batin Misari.


"Meskipun sifat ayah seperti itu tapi kau tidak perlu khawatir, ayah memang kadang bersikap kasar tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik, aku yakin jika kau menyampaikan maksudmu dengan cara yang tepat dia akan menerima lamaranmu" Ujar Misari dengan senyuman hanya dengan tangan yang menggenggam erat tangan Leo dan sebuah cubitan kecil mendarat di sana.


"Orang ini, kenapa dia harus mencubitku hanya untuk menyampaikan hal ini" Ujar Leo sambil mengelus bekas cubitan Misari.


"Kakak, kenapa kakak terlihat begitu panik?" Tanya Lili yang mana membuat Leo menggaruk kepalanya dengan tangan kirinya.


"Hahaha…aku cukup gugup dalam hal ini, karena ini adalah pertama kalinya bagiku" Ujar Leo dengan dengan senyuman yang terlihat dipaksakan.


"Kalau begitu tolong, aku tidak memiliki banyak waktu jadi aku harap kalian segera menemukan peracik itu" 


"Kami akan berusaha menemukannya"

__ADS_1


"Anu, aku tidak bisa membantu karena aku tidak tahu wajah dari peracik itu, yang aku tahu adalah suaranya dan usianya yang masih begitu muda" beberapa suara terdengar ketika mereka mendekat menuju ruang Luan yang mana dua di antara suara suara itu Leo cukup mengingatnya.


"Suara ini, apakah aku salah mendengar, tidak seharusnya memang suara dari ibu, tapi kenapa dia bisa berada di sini? Dan suara yang satunya bukanlah suara dari manajer tempat pelelangan, dia juga ada di sini" Ujar Leo cukup terkejut sampai dia diam di tempatnya tanpa bergerak setelah mendengar suara itu selama beberapa saat sebelum Misari menariknya dan membuka pintu ruangan milik Luan.


…..


"Misari, kau sudah kembali, haha lihat siapa yang datang kemari"Ujar Luan sambil menunjuk ke arah Fitri yang mana ketika Fitri menolehkan kepalanya dia juga dibuat terkejut sampai membuka kedua matanya dengan lebar.


Bukan karena Misari melainkan Leo, Fitri bisa melihat putranya menatap ke arahnya dengan tatapan yang sama terkejutnya dengan dirinya sendiri.


"Jelaskan padaku kenapa kau menghilang selama setahun ini!" Tanya Leo masih dengan keadaan menunduk tapi semua orang yang ada di sana kecuali Fitri dan Misari masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Leo.


"Leo, apa yang kau katakan? Jika kau mengatakan hal yang aneh ayah pasti tidak akan merestui…." Ujar Fitri berusaha menghentikan Leo tapi Leo tetap memotong apa yang dia katakan.


"Jawab aku, kenapa kau menghilang selama satu tahun ibu" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu, semua mata tertuju ke arah Fitri menunggu penjelasan dari wanita itu.


Fitri menarik nafasnya dalam dalam kemudian dia bangkit dan menatap ke arah Leo dengan mata yang berkaca kaca, melihat Leo secara langsung membuatnya teringat akan kesalahan yang dia buat, meskipun dia tidak ingin meninggalkan Leo tapi dia juga tidak bisa membiarkan dunia jatuh ke dalam kegelapan.


"Ada banyak alasan mengenai aku yang meninggalkan dirimu, terutama adalah karena kita berada di dunia yang berbeda" Ujar Fitri yang mana membuat Leo membelakkan matanya.


"Berada di dunia yang berbeda ha? Sungguh" Ujar Leo yang mana setelah dia mengatakan hal itu, di tangan kirinya muncul pedang dengan aura kematian yang sangat besar sementara di tangan kanannya muncul sebuah tombak yang mengandung elemen langit dan bumi yang begitu kental.


Selain itu muncul seekor Naga Berzirah di belakang Leo yang memancarkan Sambaran petir dan api dari seluruh tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2