
"Orang Biasa, sudah lama aku menantikan pertarungan denganmu" Ujar wanita itu sambil memainkan kedua belatinya dengan sangat lihai kemudian meletakkan kedua belati itu tepat di depan dadanya.
Leo juga memasang kuda kudanya karena dia tahu bahwa lawan yang sedang ia hadapi saat ini bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
Meskipun nampak sederhana, nyatanya kekuatan yang dimiliki oleh Dinda benar benar misterius, Leo pernah melihat pertarungan yang dilakukan oleh Dinda dan pertarungan itu melawan seseorang yang berada di tingkat yang jauh lebih tinggi darinya.
Ketika orang itu melancarkan serangan terkuatnya pada Dinda, entah apa yang terjadi tiba tiba orang itu yang terjatuh dan kalah di atas arena pertarungan.
Bagi sebagian orang, apa yang dilakukan oleh Dinda adalah menyerang orang itu secara diam diam tapi Leo memiliki pemikiran lain, dia merasa bahwa Dinda memiliki kekuatan untuk membalikkan serangan lawan.
"Terimakasih karena sudah menantikan bertarung denganku, tapi aku tidak akan kalah dalam pertarungan ini"Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan aura spiritual yang mana aura spiritual itu meledak dari tubuh Leo.
"Mungkin dia bisa membantuku membangkitkan kekuatan sejati dari elang berapi, aku membutuhkan api dalam jumlah yang besar untuk membangunkannya dan kebetulan orang ini bisa memantulkan serangan" Guman Leo dengan senyuman tipis di wajahnya.
Sementara itu Dinda juga melakukan hal yang sama,Wanita itu mengeluarkan aura spiritualnya sehingga nampak di atas arena, pertarungan sengit antara kedua aura spiritual yang saling berbenturan.
"Dua orang ini benar benar luar biasa, padahal belum menginjak tingkat pembentukan inti tapi mereka berdua sudah bisa mengontrol kekuatan spiritual mereka sampai tingkatan seperti ini, guru orang orang ini pasti bukan orang biasa"Ujar beberapa orang ketika melihat pertarungan kekuatan spiritual yang sangat besar terjadi di atas arena yang mana dari kursi penonton, pertarungan itu layaknya benturan dua kekuatan yang sangat besar.
__ADS_1
"Anak itu sudah belajar dengan baik, tidak sia sia aku menerimanya sebagai seorang murid, tergantung bagaimana dia menanggapi kekuatan lawannya, hanya dia yang bisa memutuskan hal itu" Ujar Ryan yang mana saat ini pemuda itu mengawasi jalannya pertarungan tanpa mengambil taruhan.
Berbeda dengan biasanya yang mana setiap kali Leo bertarung, maka Ryan akan memberikan semua uangnya dan bertaruh pada Leo, tapi saat ini situasi sedikit berbeda, lawan yang harus dihadapi oleh Leo benar benar bukanlah orang sembarangan dan prestasi yang dicapai tidak lebih buruk dibandingkan dengan apa yang Leo capai saat ini.
Tanpa menunggu terlalu lama, Leo segera melesat menggunakan langkah awan miliknya menuju ke arah Dinda.
Melihat hal itu Dinda dengan cepat menoleh ke arah kiri dan dengan kecepatan yang tidak kalah dengan Leo, wanita itu bergerak dan menghindar dari serangan yang dilakukan oleh Leo.
"Apa apaan ini, mataku bahkan tidak bisa mengimbangi kecepatan bertarung yang mereka berdua lakukan"
"Benar aku hanya melihat dua bayangan yang sedang bergerak dengan cepat di arena sana" Ujar beberapa penonton yang hanya datang untuk menikmati pertarungan dan bukan merupakan Hunter.
"Dua anak ini, bisa bisanya mereka bertarung seperti itu, sayangnya Leo Wahyuda tidak mau bergabung dengan aliran Majapahit, kalau bisa aku ingin merekrut mereka berdua" Ujar salah satu orang dari aliran Majapahit kemudian memandang pemuda di sampingnya.
"Kali ini kita harus berhasil merekrut Dinda menjadi anggota dari aliran Majapahit, jangan sampai terlepas seperti sebelumnya" Ujar orang itu disusul anggukan pemuda yang diberi perintah sebelum pemuda itu berubah menjadi bayangan dan menghilang.
"Jika tidak bisa mendapatkan Leo, maka kami harus mendapatkan Dinda bagaimanapun caranya" Ujar Orang itu sambil merapatkan tangannya.
__ADS_1
Sementara itu saat ini pertarungan yang berlangsung di atas arena tampak semakin intens dan mengerikan, baik Leo maupun Dinda tidak ada satupun dari mereka yang memberikan celah satu sama lain dan meskipun Dinda bertarung menggunakan belati, akan tetapi wanita itu belum berhasil melukai Leo sedikitpun.
"Cara bertarung orang ini sangat aneh, dia tidak menghindar tapi menangkis serangan yang aku lakukan dan menangkisnya dengan sangat baik, entah berapa banyak pengalaman dan teknik bertarung yang dimiliki oleh orang ini?" Guman Dinda ketika pergelangan tangannya dipukul oleh Leo sehingga sayatan belati yang dia lakukan meleset dari target yang semestinya.
"Wanita ini, serangannya begitu mematikan seolah dia telah dilatih selama bertahun tahun, entah seperti apa guru yang melatihnya, jika ada kesempatan aku ingin bertemu dengannya" Guman Leo ketika dia menahan serangan yang dilakukan oleh Dinda.
Setelah beberapa kali beradu serangan, Leo dan Dinda akhirnya melompat mundur dan mengambil jarak aman satu sama lain, luka goresan dapat terlihat di pipi kanan Leo sementara nampak luka memar di salah satu lengan Dinda.
"Sudah saatnya" Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan kekuatan spiritual ke seluruh pembuluh darahnya dan seketika itu pula kedua tangan Leo diselimuti oleh kobaran api yang menjilat jilat.
Bersamaan dengan itu siluet seekor elang berapi muncul di balik Punggung Leo yang mana hal itu membuat Dinda tersenyum cerah.
"Ini adalah serangan terkuat yang kau miliki bukan, dengan serangan ini maka pertarungan akan berakhir" Ujar Dinda kemudian dia juga mengalirkan kekuatan spiritual ke seluruh tubuh dan perlahan lahan bayangan tubuh manusia muncul di belakang tubuh Dinda.
Memang bayangan yang muncul di belakang tubuh Dinda adalah bayangan manusia tapi kedua kakinya berupa cakar dan tidak memiliki tangan melainkan sepasang sayap berwarna putih, kepala dari bayangan itu juga sebuah paruh yang sangat besar sebesar kepala manusia yang mana siapapun yang melihatnya berdiri dari tempat duduk mereka saat ini.
"Tidak heran dia bisa mengalahkan musuh yang tingkatannya jauh lebih tinggi darinya dan menarik banyak perhatian, wawasanku mengenai binatang spiritual memang masih sangat lemah bahkan ada binatang spiritual seperti ini, aku bahkan tidak mengetahuinya. Tapi binatang spiritual ini sangat berbahaya, aku berharap Leo bisa menanganinya dan tidak bertindak gegabah" Ujar Ryan sambil melihat kepakan sayap dari binatang spiritual yang dikeluarkan oleh Dinda.
__ADS_1
Sementara itu bukan hanya aliran Majapahit, bahkan semua kekuatan dan semua keluarga besar yang ada di arena menyimpan sebuah ketertarikan terhadap Dinda, setelah melihat binatang spiritual Dinda semua orang ingin menjadikan Dinda sebagai keluarga mereka maupun membuat wanita itu bergabung dengan mereka karena perkembangan yang akan dimiliki oleh Dinda tidak akan dibatasi dan bisa dengan mudah mencapai tingkatan tertinggi.