
"Mereka lebih cepat dari apa yang aku pikirkan" Ujar Leo menatap tujuh orang yang berlari menuju ke arahnya.
"Leo, apakah kau yakin, dilihat dari manapun mereka bukanlah orang yang bisa dengan mudah dihadapi" Ujar Masamune menatap ke arah Leo dan ketujuh orang yang menuju ke arah mereka dengan khawatir.
Dia benar benar khawatir terhadap Leo karena dia bisa melihat bahwa orang orang yang berlari menuju ke arah mereka saat ini bukanlah orang biasa karena basis pelatihan mereka tidak bisa dia baca.
"Jangan khawatir, mereka tidak akan melakukan apapun padaku!" ujar Leo kemudian dia berjalan mendekat menuju ke arah orang orang yang berlari menuju ke arah mereka.
"Heh, jadi anak kecil ini yang menyebabkan masalah untuk keponakanku, kalian semua dengar, dia adalah orang yang menghalangi proses pencarian korban, karena itu proses pencarian korban berjalan lambat" Ujar Rui menunjuk ke arah Leo.
"Ck...ck...ck, apakah kalian semua berpikir seperti itu? Maaf kak Ronny dan Kak Putri, tapi sepertinya Hunter yang ada di kota Lamongan tidak berguna sama sekali" Ujar Leo sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Oh, jadi kau benar benar Leo, aku tidak menyangka kau banyak berubah dibandingkan dengan sebelumnya setelah hampir satu tahun kita berpisah"Ujar Ronny menatap ke arah Leo dengan senyuman tipis yang terlukis di wajahnya sebelum Danu melompat ke arah Leo dengan pedang berselimut api miliknya.
"Danu apa yang kau lakukan!" ujar Putri tapi tidak didengarkan oleh Danu, pemuda itu tetap menghunuskan pedangnya ke arah Leo yang mana membuat semua orang panik termasuk Rui yang terlihat panik dengan hati kecil yang mengatakan 'Bagus, kurangi orang orang sepertinya, semua itu akan menguntungkan rencanaku kedepannya'
"Anak kecil, kau sudah mengatakan bahwa Hunter di kota Lamongan tidak berguna, aku akan membiarkanmu melihat kekuatan dari seorang Hunter!" Ujar Danu yang mana membuat Leo menghela nafas panjang.
Leo mengayunkan tangannya dan seketika sebilah pedang muncul yang mana ketika pedang itu muncul, baik aura kematian dan aura es yang ada di bilah pedang itu memenuhi udara sekitar Leo.
Semua orang merasa kesulitan bernafas setelah pedang Milik Leo dikeluarkan karena pedang itu memiliki kekuatan yang hampir tidak terkalahkan serta sakura yang sangat mengerikan.
Danu yang sebelumnya melompat ke arah Leo dan menghunuskan pedangnya tepat ke arah pemuda itu segera jatuh tertunduk di tanah sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh dengan pedangnya.
__ADS_1
"Bukankah kakak ingin memperlihatkan kekuatan dari seseorang Hunter? Kenapa malah duduk di sana?" Tanya Leo menatap ke arah pemuda yang ada di depannya.
"Sialan, sebenarnya siapa bocah ini, kekuatannya berada di luar jangkauan" Ujar Danu sambil merapatkan giginya.
Tekanan pedang yang keluar dari pedang Leo benar benar mampu membuatnya kehabisan nafas seolah dia berhadapan dengan seorang malaikat penjaga neraka.
"Padahal kurang dari setahun tapi Leo sudah meningkat sampai sejauh ini? Benar benar tidak bisa dipercaya" Guman Ronny menatap ke arah Leo.
Beberapa saat setelah memberikan tekanan itu, Lili datang menuju ke arah Leo dengan wujud roh dan mengatakan bahwa dua korban telah ditemukan, jadi semua korban yang ada di wilayah itu sudah tidak ada lagi.
"Hais, sudahlah, aku tidak ingin mencari masalah dengan kalian" Ujar Leo kemudian dia menyimpan pedang miliknya membuat semua orang akhirnya bisa bernafas dengan lega.
Beban besar yang ada di pundak mereka seolah menghilang begitu Leo menyimpan pedang miliknya.
"Anak ini adalah bencana, aku harus mencari cara untuk menyingkirkannya" Batin Rui sambil menolehkan kepalanya ke segala arah hingga pandangannya jatuh tepat ke arah Alan yang tidak sadarkan diri.
"Kau sudah membunuh keponakanku, aku tidak akan membiarkanmu hidup!" Ujar Rui melompat ke arah Leo, wanita itu mengeluarkan tombak dan menusukkan ke arah Leo yang mana tindakan itu membuat semua orang terkejut dan tidak sempat bereaksi.
Mereka ingin membantu Leo tapi terlambat, orang itu sudah terpaut jarak kurang dari satu meter dari Leo.
"Hehe, matilah" Batin Rui dengan sebuah senyuman yang terlukis di wajahnya.
"Jika kau memang ingin membunuhku, jangan cari alasan yang tidak masuk akal seperti itu!" ujar Leo kemudian dia memejamkan matanya dan binatang spiritual milik Leo keluar dari balik punggungnya.
__ADS_1
Seekor naga mengenakan Zirah muncul dan membuat tanah bergetar dengan sangat hebat, naga itu mengibaskan ekornya yang mana karena hal itu Rui terlempar mundur beberapa meter hingga membentuk sebuah jalur hitam karena wanita itu berusaha mengurangi kecepatan dampak pukulan itu.
"Apa? Bagaimana mungkin?" Ujar mereka terkejut dengan kemunculan binatang spiritual yang begitu mengerikan, binatang spiritual itu memiliki aura yang mendominasi bahkan mereka sekalipun belum pernah merasakan tekanan sebesar itu seumur hidup mereka.
"Karena kau ingin menghabisi ku maka aku akan mencoba jurus baru yang baru aku dapatkan" Ujar Leo sambil memasang kuda kudanya.
Bersamaan dengan itu Naga Zirah yang dikeluarkan oleh Leo tersedot masuk ke dalam tubuhnya yang mana setelahnya tubuh Leo memancarkan cahaya emas dari beberapa urat uratnya.
"Seni beladiri Naga: Pukulan Naga Bumi!" ujar Leo sambil melancarkan beberapa pukulan yang mana pukulan pukulan itu bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah Rui membentuk seekor naga.
"Sial, aku lengah tapi tidak akan terulang lagi!" ujar Rui kemudian dia membentuk sebuah dinding spiritual yang mana dinding itu memblokir setiap pukulan Leo.
Setiap kali pukulan Leo mengenai dinding spiritual yang diciptakan oleh Rui, gelombang kejut yang sangat besar tercipta yang mana membuat Ronny dan yang lainnya terperangah tidak percaya.
Mereka dikejutkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Leo di usianya yang masih begitu muda, Leo setidaknya berada di tingkat Pembentukan inti dan tidak lebih lemah dibandingkan dengan Rui.
Benturan demi benturan terjadi dan beberapa saat kemudian muncul beberapa retakan di permukaan perisai spiritual yang digunakan oleh Rui membuat wanita paruh baya itu terkejut hingga membuka matanya lebar lebar.
"Dasar tidak berguna!" Ujar Leo kemudian dia kembali mengambil sikap kuda kuda dan mengumpulkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar di tangan kanannya.
"Seni Beladiri Naga, Cakar Naga Langit" Leo mengarahkan serangan cakar menuju ke arah Rui, yang mana ketika Leo melakukan hal itu, bayangan cakar naga terbuat dari kekuatan spiritual bergerak menuju ke arah Rui dan begitu serangan itu menghantam perisai spiritual, ledakan besar terjadi diikuti oleh hempasan gelombang kejut yang sangat hebat menyapu area sekitar mereka.
Rui yang sebelumnya berlindung di balik perisai spiritual terhempas mundur ke belakang dan menjatuhkan ponsel canggih miliknya.
__ADS_1
"Leo, benda yang jatuh itu!" Dinda datang menghampiri Leo setelah melihat pertarungan yang terjadi antara Leo dan Rui, begitu Rui menjatuhkan ponsel miliknya, Dinda merasa ada yang salah.