ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kabar Kematian


__ADS_3

"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Misari menatap ke arah masamune dan yang lainnya karena mereka semua menatapnya dengan tatapan tajam.


Misari tahu bahwa mereka semua kebingungan dengan apa yang terjadi pada Leo begitupun dirinya yang juga sama bingungnya dengan tingkah laku yang Leo tunjukkan di atas arena.


Memang Leo telah memenangkan kompetisi putaran pertama meskipun dia mendapatkan banyak luka yang serius tapi Misari tahu bahwa ada yang salah dengan Leo saat ini.


Bukan hanya tidak mau diobati ketika sampai di kediaman Luan, Leo mengurung diri di kamarnya sendiri, bahkan Lili sekalipun tidak diperbolehkan masuk oleh Leo meskipun dia sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Sebagai seorang adik tentu dia sangat khawatir dengan keadaan Leo yang ketika kembali ke kediaman Luan penuh dengan noda darah di seluruh tubuhnya, saat itu hanya ada Lili sedangkan Masamune, Dinda dan juga Misari memiliki urusan masing masing.


Misari sedang mengikuti kompetisi sementara Masamune dan Dinda sedang menemui penempa yang dikatakan memiliki kemampuan yang sangat hebat di kota Lamongan.


Ketika Masamune dan Dinda kembali, mereka mendapati Lili sangat panik dan tidak tenang seperti biasanya, ketika Lili menjelaskan alasannya mereka berdua juga menjadi tidak tenang sehingga menunggu Misari untuk mencari jawaban dari kondisi Leo saat ini.


"Kau juga ada di kompetisi itu bukan, cepat katakan, apa yang terjadi pada kakakku sampai dia seperti itu?" Tanya Lili menunjuk ke kamar Leo yang terlihat tertutup sangat rapat.


"Kau bertanya padaku? Apa apaan! Aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada Leo, di tengah pertarungan dia tidak membalas serangan apapun dan menginginkan rasa sakit, kau pikir aku ingin melihat dia seperti ini, daripada kalian menyalahkan orang lain lebih baik lihat kalian sendiri, apa yang sudah kalian lakukan untuknya!" ujar Misari kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar Leo, tapi baru beberapa langkah Misari dihentikan oleh salah satu pelayan yang memberitahunya bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengannya.


"Siapa yang ingin bertemu denganku?" 


"Aku tidak tahu siapa itu nona, tapi dia mengenal nona dan berasal dari Aliran Legendaris"


"Aliran Legendaris, apakah guru? Tapi jika itu memang guru seharusnya dia menemuiku langsung, kenapa harus melapor pada pelayan? Seharusnya pelayan ini juga tau mengenai guruku tapi dia mengatakan tidak tahu, siapa sebenarnya orang ini" Batin Misari lantas dia berbalik dan menunda urusan nya untuk menemui Leo.

__ADS_1


"Biarkan dia masuk"Ujar Misari berjalan menuju ke tempat duduk dan merebahkan dirinya di sana sambil memegangi kepalanya diikuti oleh Lili dan yang lainnya yang sama sama merebahkan dirinya di tempat duduk yang sama dengan Misari.


Hanya kesunyian yang menemani mereka semua, mereka berpikir bahwa mereka bodoh sampai tidak tahu masalah apa yang dihadapi oleh Leo sampai sampai dia bisa bertingkah begitu aneh hari ini.


Beberapa saat kemudian pelayan sebelumnya berjalan menuju ke arah Misari dan di belakangnya terdapat dua orang dari Aliran Legendaris, yang sangat Misari kenal karena mereka berdua adalah salah satu Saint yang berada di aliran legendaris, Viktor dan Diki.


"Tuan Viktor dan tuan Diki, aku tidak tahu kalau kalian akan berkunjung kemari, maaf tidak menyambut kalian sebelumnya" Ujar Misari beranjak dari tempatnya dan menangkupkan tangannya di depan keduanya yang segera ditahan oleh Viktor.


"Jangan terlalu formal pada kami, lagi pula kami mendengar kau sudah akan menikah" Ujar Viktor dengan wajah yang terlihat sangat sedih ketika dia mengatakan hal itu.


Viktor yang melihat dengan mata kepalanya sendiri kematian dari Fitri benar benar tak kuasa menatap Misari karena wanita itu adalah murid satu satunya dari pemimpinnya dan memiliki kedekatan lebih baik dari siapapun yang ada di aliran Legendaris.


Bagaimana jika sampai Misari mengetahui mengenai kematian Fitri, Viktor benar benar tidak kuasa menahan emosinya sehingga setetes air mata mengalir keluar dari kelopak matanya.


"Tidak perlu, aku bisa mengurusnya sendiri" Ujar Viktor membersihkan air mata miliknya dengan lengan bajunya tapi yang membuat Misari keheranan adalah air mata itu hanya satu tetes tapi Viktor menyeka air mata itu cukup lama.


"Misari, apakah Leo ada, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan dengannya dan masalah yang ingin kami sampaikan sangat penting karena ini adalah perintah langsung dari pemimpin" Ujar Diki.


"Leo ada di dalam kamarnya tapi sepertinya hari ini dia memiliki masalah jadi tidak ingin diganggu oleh siapapun bahkan oleh adiknya sendiri" Ujar Misari.


"Dia memiliki adik?"


"Dia punya dan kalian bisa melihatnya di depan mata kalian, dia adalah adik Leo namanya Lili" Ujar Misari menunjuk ke arah Lili.

__ADS_1


"Nona Lili" Ujar mereka sambil menangkupkan tangannya di susul anggukan kepala Lili.


"Apa urusan kalian bertemu dengan kakakku? Dan kenapa terlihat begitu mendesak, aku bisa melihat di dalam hati kalian bahwa kalian saat ini mengalami tekanan yang sangat besar ketika mengatakan ingin berbicara dengan kakak" Ujar Misari yang mana membuat keduanya menghela nafas panjang.


"Kami mendengar dari pemimpin bahwa kakakmu adalah orang yang berbakat jadi kami ingin mengajaknya bergabung dengan aliran legendaris untuk menggantikan posisi pemimpin di sana" Ujar Diki yang tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut tanpa terkecuali.


"Bukankah aliran Legendaris dipimpin oleh ibu, kenapa tiba tiba kalian ingin menggantinya dengan kakak, apa yang terjadi pada ibu?"


Lili terlihat sangat panik setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Diki, meskipun hanya beberapa kali bertemu, tapi hubungannya dengan Fitri cukup dekat layaknya hubungan ibu dan anak, jadi ketika mereka menyinggung mengenai pergantian pemimpin, Lili berpikir pasti ada yang salah, terlebih setelah mendapatkan pertanyaan dari Lili keduanya tampak memejamkan matanya sambil menundukkan kepalanya.


Tugas yang diberikan kepada mereka benar benar tugas yang sangat berat dimana mereka harus menyampaikan kematian Fitri kepada Leo dan keluarganya, Air mata yang mereka kumpulkan tidak terbendung sesaat setelah Lili mengajukan pertanyaannya tapi mereka harus tetap mengatakan apa yang terjadi pada Fitri.


"Pemimpin, dia"


"Dia kenapa? Kenapa dengan ibu?"


"Pemimpin, dia telah gugur dalam sebuah misi" Ujar Diki yang mana seketika membuat wajah semua orang yang ada di sana menjadi putih pucat.


Seolah tidak memiliki tenaga lagi, Lili merasakan rasa sakit yang luar biasa di hatinya hingga beberapa saat kemudian dia jatuh pingsan, tak jauh berbeda dengan Lili, Misari juga jatuh pingsan setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Diki mengenai kematian Fitri sang Dewi Keadilan.


Ketika Lili dan Misari pingsan, dengan cepat Dinda dan Masamune menangkap keduanya dan mendudukkannya di tempat duduk sebelum Dinda berlari mencari minyak kayu putih untuk membuat keduanya tersadar.


Kini mereka tahu alasan Leo bertingkah sangat aneh hari ini, mungkin Leo bisa merasakan bahwa ibunya sudah tidak ada lagi di dunia.

__ADS_1


__ADS_2