
Dor…dor..dor…suara tembakan terus keluar dari moncong pistol yang ada di tangan Lili saat ini, Lili memang penasaran dengan asal kekuatan Leo karena tiba tiba Leo mendapatkan kekuatan tertinggi yang melampaui seluruh orang yang pernah bertemu dengannya, tapi untuk saat ini Lili berusaha menghilangkan kebingungannya.
Lili setidaknya tau sedikit garis besar kekuatan yang ada di dunia, memang beberapa orang bisa dikatakan sebagai orang yang sangat kuat dan mereka bisa naik tingkat dalam waktu yang sangat singkat Seperti halnya Zetian, kakek Leo, dia bahkan berada di tingkat saint hanya membutuhkan beberapa waktu dan menurut penjelasan yang diberikan oleh Fitri sebelumnya, ketika kakek Leo memulai pelatihan semua orang masih belum mengenal apa yang dinamakan tingkatan.
Semua orang masih manusia biasa tanpa ada yang bersinggungan dengan dunia Hunter seperti saat ini.
"Kakak memang jenius dari semua jenius yang pernah aku temui" Lili menunjukkan sebuah senyuman tipis menatap sosok Leo yang saat ini berada di atas arena dan tengah berhadapan dengan Kaisar Darah.
"Jadi kau yang menyerang kami diam diam sejak tadi gadis kecil, meskipun kau masih berusia muda tapi kau harus mati di tanganku!" Seseorang berdiri di belakang Lili dengan tombak yang siap di hujamkan ke arah gadis hantu itu.
Karena jarak yang begitu dekat dengannya Lili tidak bisa menghindari serangan itu sehingga tombak yang digunakan oleh pria di belakang Lili menembus perutnya Lili membuat cipratan darah keluar dan berceceran di mana mana.
"Heh, dengan ini kau tidak akan bisa membunuh lebih banyak anggota kami" Ujar pria itu tapi Lili tersenyum menatap ke arah pistol yang ada di tangannya.
"Aku beritahu satu hal padamu, meskipun kau membunuhku sebanyak ribuan kali, kau tidak akan bisa menghentikan ku" Ujar Lili, setelah mengatakan hal itu tubuh Lili perlahan lahan memudar dan bercak darah yang sebelumnya berceceran di lantai menghilang dengan sendirinya.
Melihat kejadian itu, pria yang menusuk Lili sebelumnya sangat panik, dia buru buru berbalik tapi Lili sudah berdiri di belakangnya dengan pistol yang mengarah tepat ke kepala pria itu.
Ditodong oleh pistol semacam itu membuat tubuh pria itu bergetar, dia tahu bahwa dirinya akan mati hari itu dan yang lebih mengerikan adalah mati di tangan hantu berwujud manusia.
"Apa ini, kenapa tiba tiba ada bau pesing?" Lili melihat ke bawah kaki Pria itu dan menemukan celana yang dia kenakan basah serta lantai tempat pria itu berdiri sebelumnya juga dipenuhi oleh air.
Tidak perlu dijelaskan apa yang terjadi dengan pria yang ditodong oleh senapan Lili saat ini, Lili sudah bisa menembak dengan sangat tepat ketika melihat cairan yang mengenang di bawah kaki pria itu.
"Orang ini ketakutan sampai kencing di celananya, heh, lebih baik aku sedikit bermain main dengan dia" Batin Lili dengan senyuman yang mampu membuat siapapun tergetar ketakutan ketika melihat ke arahnya.
__ADS_1
….
Prang…
Saat ini tombak Leo berbenturan dengan pedang yang dimiliki oleh kaisar Darah.
Benturan senjata spiritual mereka menciptakan gelombang kejut yang sangat panas serta merusak apapun yang ada di sekitarnya.
Bukan hanya Leo dan Kaisar Darah yang bertarung di atas arena tapi dua belas orang tingkat kelahiran yang sebelumnya berusaha menghentikan Leo juga ikut bertarung satu sama lain.
Tapi untuk saat ini, dilihat dari sudut manapun pihak Leo akan mendapatkan kemenangan meskipun di bangku penonton mengalir darah segar dari orang orang yang tidak bersalah.
Banyak orang kehilangan nyawa dalam insiden kali ini dan mayat mayat korban berserakan di beberapa tempat di tribun penonton.
"Apa tujuan kalian semua ha! Apakah kalian tidak takut mendapatkan balasan atas apa yang kalian lakukan?" Tanya Leo.
Kaisar Darah adalah orang yang sering berhubungan dengan Orbion jadi Leo sangat yakin dia pasti tahu akan sesuatu.
"Apapun yang terjadi aku harus mendapatkan informasi darinya, dia bisa menjadi kunci untuk mengusir para Orbion itu dari bumi jika dia mengatakan hal yang penting!"
Leo membatin sambil melompat mundur bersamaan dengan Kaisar Darah.
Kaisar Darah merasa bahwa ada hal yang aneh dengan Leo karena dia yakin Leo jauh lebih kuat dibandingkan dengannya, tapi dia segera menepis pemikiran itu dan berpikir bahwa Leo memang memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengannya tapi kemampuan bertarung yang dimiliki oleh Leo lebih sedikit dibandingkan dengannya sehingga dia bisa mengimbanginya saat ini.
Memang wajar jika dilihat dari usia Leo yang masih begitu muda, di usia yang belum mencapai dua puluh tahun, Leo sudah mendapat kekuatan sebesar itu, memang kondisi yang dimiliki oleh Leo saat ini cukup aneh bahkan bagi kaisar Darah sekalipun tapi dia tidak memperdulikannya.
__ADS_1
Selama masih ada kesempatan untuk menang melawan Leo maka dia akan mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki.
"Balasan, memang siapa yang berani membalas apa yang kami lakukan, apakah kau? Kau bahkan tidak cukup kuat untuk mengalahkanku, asal kau tahu saja, Hunter Terkuat di seluruh dunia telah kami tangkap dan bukan hanya itu, kau akan takut jika mendengar bahwa kami telah membuat pemimpin dari Aliran Legendaris terbunuh!" Ujar Kaisar Darah.
"Jadi benar bahwa Organisasi Kegelapan telah bersekongkol dengan Orbion dan kalian menangkap ayah dan membunuh ibuku"
"Ayah dan ibu siapa, tunggu dulu apa maksud…" belum sempat Kaisar Darah menyelesaikan kata katanya, seekor naga Berzirah keluar dari tubuh Leo.
Kehadiran dari Naga Berzirah itu membuat langit berubah menjadi hitam dan menyambarkan petir ke berbagai tempat di sudut kota lamongan, bukan hanya itu, langit saat ini seolah terbakar karena setiap Sambaran petir yang terlihat di atas langit pasti diiringi oleh cahaya merah yang merembet membakar awan hitam yang terus bermunculan.
Kejadian itu sangat menggemparkan bahkan semua orang yang ada di tempat kompetisi mematung menyaksikan apa yang terjadi pada langit.
…..
Ditempat lain di waktu yang sama, sebuah kapal angkasa bergerak dengan kecepatan lima ratus kilometer per jam tengah menuju tempat kompetisi yang berlangsung di kota Lamongan.
Kemunculan kapal itu dibarengi dengan bahan peledak yang dijatuhkan hingga menghancurkan wilayah yang dilewati olehnya.
Selain itu tembakan demi tembakan laser meledak dan bermekaran layaknya sebuah pertunjukan yang menghancurkan segala hal yang ada di bawahnya.
Terlihat banyak orang berlari dengan panik berusaha menghindari serangan serangan itu dan beberapa Hunter tampak menahan serangan yang dilancarkan kapal angkasa meskipun sebagai hasilnya mereka harus mengalami luka yang serius setiap terkena satu serangan.
"Tuan, kabar buruk, sinyal yang dimiliki oleh Tuan Roy telah padam" Ujar salah satu Orbion menghampiri Orbion yang tampak seperti seorang pria berusia 50 tahun yang menatap keluar jendela kapal angkasa itu.
"Percepat kapal, jangan pedulikan mereka semua, kita bisa menghancurkan mereka nanti" Ujar Orbion yang menatap ke arah Jendela disusul anggukan kepala Orbion yang melaporkan barusan kemudian dia segera pergi dari sana untuk memberikan perintah pada yang lain untuk bergerak lebih cepat.
__ADS_1
"Roy, kau menemui leluhur lebih dulu dibandingkan dengan kita, aku harap kau tenang" Ujar Orbion yang menatap keluar jendela dengan air mata menetes turun membasahi pipinya.