ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Membentuk Kelompok


__ADS_3

"Demi apapun, aku tidak akan memaafkan orang itu karena apa yang dia lakukan, pakaian yang aku kenakan sekarang menjadi seperti ini bagaimana caraku pulang?" Dinda melihat pakaiannya yang mana saat ini pakaiannya terdapat beberapa lubang akibat terbakar oleh sihir api milik Leo.


Jika tahu akan berakhir seperti ini maka Dinda mungkin akan memilih mencari pakaian yang lebih tahan terhadap api agar bagian tubuhnya tidak terekspos di depan banyak orang.


"Jadi kau marah padaku hanya karena pakaianmu yang rusak? Hanya pakaian saja apa hebatnya" Ujar Leo kemudian dia melemparkan jubah hitam ke arah Dinda yang mana jubah hitam itu segera ditangkap oleh wanita itu dan dengan cepat digunakan untuk menutupi tubuhnya.


"Dasar mesum, apa maumu?" Tanya Dinda dengan wajah ketus menatap ke arah Leo yang mana hal itu membuat Leo harus menghela nafas panjang.


"Sepertinya aku tau alasan ayah menyerahkan wanita ini padaku, dia benar-benar tidak bisa mengucapkan terima kasih meskipun aku memberinya pakaian untuk menutupi tubuhnya yang terbuka" 


"Tapi dilihat dari manapun, sepertinya Dinda ini cukup menarik, memiliki binatang spiritual tingkat Mistis dan bakat yang melebihi anak-anak di usianya, membuatku ingin mengetahui lebih banyak mengenai dirinya" Tambah Leo sambil menatap ke arah Dinda dengan tatapan yang penuh selidik dari atas sampai bawah.


"Dasar mesum, jangan menatapku dengan mata kotormu!" Ujar Dinda sambil menjauhkan tubuhnya dari Leo.


"Sepertinya aku tahu alasan ayah menitipkanmu padaku, kau sungguh berpikir terlalu buruk pada orang lain" Ujar Leo sambil menggeleng gelengkan kepalanya yang mana ketika Leo menyebut ayah, Dinda sedikit mendongakkan kepalanya.


"Apa maksudmu, ayah?" 


"Ah, jadi ayahku tidak memberitahumu bahwa dia memiliki anak laki laki"


"Bukan itu, maksudku siapa ayahmu dan kenapa dia harus menitipkanku pada orang mesum sepertimu?"


"Ugh, jujur saja kata kata yang keluar dari mulutmu sangat tajam, jika orang itu tidak memiliki mental yang l kuat mungkin dia sudah memberikanmu sebuah pukulan" Ujar Leo sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


"Jawab saja, apa yang aku tanyakan, jangan mengalihkan pembicaraan"Ujar Dinda tapi sebelum Leo sempat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Dinda, Masamune datang menghampiri keduanya dan menepuk punggung Leo dengan cukup keras.


"Leo, kau cukup hebat di atas arena, aku tidak tau bahwa kau mempunyai binatang spiritual seekor Feniks" Ujar Masamune dengan senyuman tipis yang terlukis di wajahnya.


"Aku juga tidak menyangkanya, aku juga baru mengetahui bahwa binatang spiritual memang benar bisa berevolusi ke dalam wujud yang lebih tinggi menjadi binatang Mistis" Ujar Leo sambil menggaruk kepalanya sementara ketika melihat Masamune, Dinda hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berjalan menjauh dari sana.


"Hei tunggu"


"Aku rasa kita tidak memiliki urusan lain yang harus diselesaikan, jadi aku permisi karena banyak hal yang ingin aku lakukan" Ujar Dinda ketika Leo berusaha menghentikannya dan melanjutkan langkah kakinya tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.


"Ayahku adalah orang yang sama yang mengajarkan jurus Mata Dewa Wang"Ujar Leo yang mana setelah mendengar hal itu, Dinda segera menghentikan langkah kakinya sedangkan Masamune hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan kebingungan.


"Jika kalian ingin membahas sesuatu lebih baik aku tidak ikut…"


"Aku melihat pertarungan yang kau lakukan beberapa kali dan orang yang bisa mengubah binatang spiritualnya sesuka hatinya bukanlah orang yang bisa dianggap remeh, tak terkecuali orang yang membangkitkan binatang Spiritual tingkat Mistis di usia yang begitu muda" Ujar Ryan kemudian dia berhenti tepat di hadapan ketiga muda mudi yang menatapnya dengan penuh keheranan.


"Leo, mulai hari ini hukumanmu telah berakhir dan aku tau kau sudah berusaha keras dua bulan ini untuk mencapai tingkatan saat ini, aku sangat bangga padamu" Ujar Ryan "Untuk sembilan bulan kedepan kau bisa berlatih seorang diri atau menikmati waktumu untuk mengetahui dunia luar karena aku mendapatkan panggilan dari temanku untuk menyelesaikan sesuatu yang sangat penting" Tambahnya.


"Jadi maksud guru?"


"Mungkin ini sedikit egois bagi kalian bertiga, tapi aku ingin kalian membentuk sebuah kelompok dan mencari lebih banyak pengalaman di luar sana" Ujar Ryan menjelaskan yang mana penjelasan dari Ryan bukan hanya mengejutkan Leo, bahkan penjelasan dari Ryan membuat Masamune dan Dinda juga sama terkejutnya.


"Membentuk kelompok, sepertinya menarik" Ujar Leo.

__ADS_1


"Aku juga setuju, membentuk kelompok dengan kalian berdua sepertinya bisa membuat nama kita melambung tinggi di seluruh dunia" Ujar Masamune sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


"Tunggu dulu, aku membentuk kelompok dengan orang mesum ini, jangan pernah bermimpi" Dinda menunjuk ke arah Leo sebelum dia membuang wajahnya jauh jauh dan melangkahkan kakinya pergi dari sana.


"Aku tau bahwa kau tidak ingin membuat ayah kerepotan sehingga kau memilih untuk bertarung di atas arena ini, jika kau membutuhkan uang aku bisa membantumu" Ujar Leo yang mana hal itu ditanggapi sinis oleh Dinda.


"Jangan mencoba menyuapku karena aku tidak peduli" Ujar Dinda kemudian dia pergi.


"Sepertinya akan sangat merepotkan untuk mengajaknya bergabung, untuk sementara kita biarkan saja dulu"Ujar Leo.


…..


Berhari hari Leo dan Masamune terus menerus tanpa henti mencoba menyakinkan Dinda untuk membuat kelompok bersama, tapi sekeras apapun keduanya melakukan hal itu, Dinda tetap teguh dalam pendiriannya bahwa dia tidak ingin membentuk kelompok dengan Leo.


"Sudah berapa kali kita mencoba menyakinkan wanita itu, tapi sepertinya usaha yang kita lakukan tidak ada artinya, apakah kita benar benar harus mengajaknya bergabung dengan kelompok kita" Ujar Masamune sambil membanting gelas yang ada di tangannya hingga semua air yang ada di dalamnya tumpah dan berceceran ke segala arah.


"Bagaimanapun dia adalah murid ayahku dan aku diberikan tugas untuk mengawasinya dan mengajarkan mengenai sopan santun padanya, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja"


"Aku penasaran siapa sebenarnya ayahmu, dia bisa mendapatkan murid sepertinya pasti bukanlah orang biasa"


"Pada dasarnya manusia adalah sama sama orang biasa, hal yang membedakan mereka adalah siapa yang mau bekerja keras dan siapa yang tidak peduli akan kehidupannya, dan jika kau ingin mengetahui mengenai identitas ayahku, aku ingin kau bersumpah untuk merahasiakannya atau kau akan berhadapan denganku ditempat ini" Ujar Leo yang mana saat ini Leo sedang mengambil sikap Lotus dan sedang mendalami teknik jurus Mata Dewa Wang.


"Kalau begitu aku bersumpah atas nama langit dan bumi, jika aku tidak menjaga rahasia ini maka langit akan menghukum ku" Ujar Masamune.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kau serius akan hal ini, hais terserahlah, ayahku adalah Satria Sang Saint Suci" Ujar Leo menyudahi latihannya yang mana hal itu membuat Masamune hampir terkena serangan jantung.


__ADS_2