ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Barang Bawaan Ryan


__ADS_3

Hubungan ibu dan anak adalah hubungan yang sangat sulit untuk dipisahkan bahkan oleh waktu sekalipun, meskipun berada dalam satu lingkup keluarga dengan ayah, seorang anak mungkin bisa melupakan ayahnya tapi dia tidak mungkin bisa melupakan ibunya dari berbagai macam sisi.


Ikatan yang terjalin antara ibu dan anak bagaikan sebuah rantai baja yang bahkan pedang terkuat di seluruh alam semesta sekalipun tidak akan bisa memotongnya.


Ikatan yang abadi dan saling berbagi rasa satu sama lain.


….


Meskipun Leo berada di dalam kamarnya, diam diam dia mendengarkan apa yang dibicarakan oleh semua orang yang ada di bawah dan ketika mereka menyinggung mengenai ibunya yang sudah meninggal, hati Leo benar benar hancur lebur tanpa bisa dipulihkan lagi.


Dia merasa seperti sebuah sampah yang tidak berguna, bahkan melindungi ibunya sendiri Leo tidak mampu melakukannya.


Saat ini Leo hanya bisa mengutuk dirinya sendiri karena kebodohannya yang tidak mengetahui bahwa pertemuannya dengan ibunya kala itu adalah pertemuan terakhir kalinya.


Dengan keputusasaan yang terlihat di wajah Leo, Leo berlari menuju ke arah jendela dan melompat keluar pergi dari kediaman Luan untuk menenangkan dirinya.


"Kalau boleh tau dimana kamar Leo, kami ingin mengatakan hal ini padanya"Ujar Viktor sambil mengusap air matanya.


"Dia ada di lantai atas, kalian bisa menemuinya disana, mungkin saat ini dia ada di dalam kamarnya" Ujar Dinda menunjuk lantai dua diikuti oleh anggukan Viktor dan Diki kemudian keduanya lantas berjalan menuju ke arah kamar Leo.


Sesampainya di depan kamar Leo, Diki berusaha mengetuk dan memanggil nama Leo tapi dia tidak mendengar sesuatu dari kamar Leo.


Hanya ada kesunyian di dalam kamar itu saat ini.


"Apakah terjadi sesuatu di dalam?"Tanya Viktor yang mana setelah Viktor mengatakan hal itu, dengan panik keduanya membuka kamar Leo dan keduanya hanya menemukan bekas noda darah di lantai tapi tidak ada siapapun di dalam kamar.

__ADS_1


Viktor dan Diki mencari ke segala penjuru tapi keduanya tidak bisa menemukan keberadaan Leo di sudut manapun hingga membuat keduanya panik.


"Kita harus mencarinya, jika dia mendengar apa yang kita bicarakan dan mencoba mengakhiri hidupnya maka kita akan merasa bersalah pada pemimpin!" Ujar Viktor kemudian keduanya keluar dari kamar Leo dan dengan buru buru berlari keluar rumah kediaman Luan.


Viktor dan Diki yang keluar dengan buru buru membuat Dinda dan Masamune kebingungan, mereka berpikir ada urusan mendesak yang terjadi tapi pandangan mereka masih tertuju ke arah kamar milik Leo.


"Apakah jangan jangan Leo mendengar semua yang dikatakan oleh mereka dan dia lari dari kamarnya" Batin Dinda panik, dia ingin mencari Leo tapi dia tidak bisa meninggalkan Misari dan Lili yang saat ini masih jatuh pingsan setelah mendengar keadaan Fitri.


……


Hutan Trinil.


Tempat Leo menenangkan dirinya adalah di hutan Trinil kota Lamongan karena tempat itu cukup sunyi dan Leo bisa dengan bebas meluapkan segala emosinya di sana.


Leo benar benar hancur setelah mendengar banyak hal terjadi pada orang orang terdekatnya, pertama adalah ayahnya yang entah bagaimana kondisinya saat ini tapi yang dia tahu saat ini ayahnya masih hidup menurut informasi dari ibunya.


Yang kedua adalah sahabat terdekatnya Fiki yang saat ini sedang dalam proses pencarian karena menghilang secara tiba tiba setelah sebuah insiden serangan dan yang Terakhir adalah ibunya yang harus meninggalkannya untuk selamanya.


Seolah dunia memang tidak adil terhadap Leo karena semua kejadian itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat kurang dari dua bulan.


"Argh, kenapa, kenapa kau melakukan semua ini, dunia payah ini, aku berusaha menyelamatkanmu dari bencana dan segala sesuatu yang mengancam tapi apa balasanmu, kau mengambil semua yang aku miliki, kau mengambil semua yang aku miliki" Suara Leo semakin pelan setiap saat setelah sebelumnya dia berteriak dengan lantang dan beberapa saat kemudian tangis pecah Leo memenuhi seisi hutan Trinil.


…..


"Ugh, aku harus menemukan Leo dan memberikannya barang ini dan memberitahu mengenai kondisi ayahnya" Ujar Ryan dengan kaki kiri yang pincang dan dia harus dibantu oleh tongkat untuk berjalan.

__ADS_1


Di belakang tubuhnya terdapat tas ransel berukuran cukup besar berisi barang barang yang ditemukan bersama dengan Satria dan rekan mereka yang harus terbunuh ketika Organisasi Kegelapan menyergap.


Ryan bisa selamat dari serangan yang dilakukan oleh Organisasi Kegelapan karena Satria dan rekan mereka memerintahkan pada Ryan untuk membawa pergi barang hasil temuan mereka dan memberikannya pada orang yang benar benar layak sementara keduanya mengorbankan diri untuknya.


Tapi sebelum Ryan pergi sebuah tembakan menembus kakinya, tapi bukan hanya tembakan biasa melainkan tembakan racun yang sangat mematikan.


Mungkin Ryan hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan agar racun itu tidak membunuhnya dan hanya tinggal beberapa hari racun itu akan mengakhiri nyawanya.


Saat ini kaki kiri Ryan sudah menghitam dan bukan hanya kami kirinya melainkan seluruh bagian tubuh bawahnya sampai perut sudah berwarna hitam karena racun yang menyebar, Ryan sudah tidak memiliki banyak waktu, dia harus segera menemukan Leo untuk memberikan barang yang dititipkan oleh ayahnya karena hanya barang itu yang bisa membongkar penyamaran yang dilakukan oleh Orbion.


"Waktuku hanya tinggal beberapa hari lagi, aku harus segera menemukan Leo" Ujar Ryan kemudian dia berjalan pergi dengan seluruh beban yang ditanggung, dia memang baru tiba di kota Lamongan tapi dia harus menemukan Leo karena Leo adalah satu satunya harapan baginya dan satria.


…..


Leo benar benar terpukul saat ini, bahkan sampai malam hari dia tidak berhenti menangis dan tetap berada di dalam hutan Trinil, bahkan sampai fajar tiba Leo masih berada di hutan Trinil dengan tangisan yang tidak kunjung berhenti.


Sementara itu setelah Lili dan Misari tersadar, mereka juga cukup histeris ketika mengingat mengenai kabar kematian Fitri tapi kesedihan mereka digantikan oleh perasaan khawatir karena Dinda mengatakan setelah keduanya pingsan Leo tiba tiba menghilang dari kamarnya dan tidak kunjung kembali.


Saat ini, seluruh orang sedang mencari keberadaan Leo termasuk aliran Legendaris yang menyebar di seluruh kota Lamongan guna menemukan keberadaan Leo, mereka tidak ingin Leo melakukan hal yang bodoh dan menyakiti dirinya sendiri setelah mendengar mengenai kematian ibunya.


"Kak Misari, kira kira kakak ada dimana?" Tanya Lili dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Aku juga tidak tahu, kita hanya bisa mencarinya dengan seluruh tenaga yang kita miliki" Ujar Misari sambil menatap ke arah Lili hingga pandangannya jatuh ke arah Seorang pria yang terlihat pincang dengan tubuh bagian bawah berwarna hitam.


"Guru Ryan" Ujar Misari kemudian dia berlari ke arah pria yang dia lihat diikuti oleh Lili di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2