
Setelah ledakan kekuatan besar yang menghabisi semua makhluk yang berada dibawah tingkat Saint. Leo jatuh tertunduk dengan luka yang semakin parah di tubuhnya.
Memang serangan itu tidak terlalu berdampak padanya selain memberikan rasa sakit yang luar biasa tapi dengan luka yang ada di tubuh Leo saat ini, Rasa sakit yang dia terima setidaknya dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
"Sial, apa apaan itu? Serangannya bahkan bisa membuat kita semua jatuh!" Nyi Roro Kidul berusaha untuk bangkit.
Bukan hanya Nyi Roro Kidul, di sekitar Leo saat ini juga terdapat banyak orang termasuk Satria dan Jaya yang mengalami luka cukup serius akibat ledakan kekuatan sebelumnya.
"Manusia seperti kalian memang pantas berlutut dibawah kaki kami!" Pemimpin Orbion turun di hadapan Leo, setidaknya jarak dari Orbion itu hanya sepuluh meter dari Leo tapi Leo tidak bisa melakukan apapun.
Bukan hanya dia tidak bisa bergerak tapi karena para Orbion membentuk sebuah lingkaran untuk melindungi Masamune agar keduanya bisa menjadi persembahan dari segel iblis.
Leo akhirnya menyadari kenapa organisasi kegelapan sebelumnya lebih memilih mengincar orang orang biasa dibandingkan dengan para Hunter di atas arena. Tujuan mereka adalah darah.
Darah semua orang yang berkumpul akan dijadikan persembahan dan kunci dari persembahan itu adalah Masamune. Leo juga menyadari bahwa pertemuannya dengan Masamune yang lain bukanlah kebetulan.
Pertemuannya dengan Masamune yang lain memang sudah diatur oleh para Orbion dan tujuannya adalah agar dia menghabisi kedua Masamune itu, tapi untuk tujuan yang lebih jelasnya lagi Leo tidak mengerti kenapa harus manusia yang menghabisi keduanya.
"Manusia bodoh, aku akan membiarkan kalian pergi kali ini! Anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu kami!" Ujar pemimpin Orbion dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Sebuah senyuman kebahagiaan seolah dia telah mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan. Senyuman yang menggambarkan tidak ada lagi beban di dalam dirinya.
"Kita harus pergi, menghadapi mereka semua bukanlah pilihan yang tepat"
"Aku setuju, kita harus pergi dari sini, mungkin ini adalah kesempatan terakhir kita" Ujar beberapa Hunter dengan panik.
__ADS_1
Sebenarnya beberapa Hunter yang ikut serta menghadapi para Orbion bukanlah Hunter yang benar benar rela memberikan semua yang dia miliki. Melainkan mereka adalah Hunter yang kebetulan terlibat dalam masalah dan tidak mungkin mereka menghindari masalah itu.
"Bagus, bagus, kalian ternyata lebih bijak dibandingkan dengan apa yang kami pikirkan" Ujar Pemimpin Orbion dengan tawa terbahak bahak.
Dia tidak memaksa semua Hunter yang ada di sana untuk pergi karena apapun hasilnya nanti, dia yakin bahwa dunia akan tenggelam dalam kehancuran.
Kebangkitan dari iblis yang disegel selama milyaran tahun akan membuat kiamat besar melanda seluruh dunia yang mana artinya, semua makhluk hidup yang ada didalamnya akan musnah terbakar.
Dari semua orang yang ada di sana, yang paling mengetahui keadaan adalah Leo, yah tentu saja karena dia sudah pernah melihat kejadian di peradaban kuno dan bagaimana kekuatan iblis itu sebelum di segel.
Meskipun seluruh dunia menyatukan kekuatan mereka untuk melawan sosok iblis yang disegel, mereka belum tentu mampu melakukannya.
Ketika semua orang berniat pergi dari sana, Leo berdiri dengan tombak Guntur sebagai sandaran kemudian dia menatap ke arah para Orbion dengan tatapan penuh kebencian.
Mendengar kata kepunahan membuat semua orang menyadari apa yang direncanakan oleh Orbion tidak seperti apa yang mereka pikirkan selama ini.
Selama ini mereka berpikir bahwa tujuan para Orbion adalah memperbudak manusia dan menguasai bumi tapi setelah mendengar apa yang Leo katakan, sepertinya tidak sesederhana itu.
"Kenapa kau masih bertanya, bukanlah aku sudah membebaskan kalian, kalian bisa pergi kemanapun kalian suka" Ujar Orbion itu yang mana membuat Leo semakin geram.
Orbion yang ada di depannya saat ini benar benar ingin manusia menikmati masa tenang selama beberapa saat sebelum kehancuran mereka sendiri.
Para Orbion yang tidak mengerti atau Leo yang terlalu banyak berpikir, yang jelas jika iblis dibangkitkan maka alam semesta yang akan terkena masalah.
"Jangan konyol, kau membiarkan kami menikmati masa masa terakhir kami sebelum kau membangkitkan iblis itu bukan, aku Leo Wahyuda tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu!" Teriak Leo dengan lantang hingga suaranya bergema di seluruh penjuru.
__ADS_1
"Heh, kalau kau tidak menghargai kebaikan kami maka kau lebih baik mati!" Pemimpin Orbion memajukan tangannya ke arah Leo dan seorang bawahannya melesat dengan sangat cepat menuju ke arah pemuda itu.
Sebilah pedang yang terbuat dari partikel tuhan melesat menuju ke arah Leo, sebuah serangan yang tidak bisa dihindarkan, itulah yang ada di kepala Leo saat ini sebelum seseorang berdiri di depannya dan merentangkan tangannya untuk menahan serangan itu.
"Tidak ayah jangan lakukan itu!" Teriak Leo. tapi semuanya sudah terlambat. Pedang yang digunakan oleh Orbion untuk menyerang Leo menancap tepat di dada Satria hingga membuatnya memuntahkan darah hitam dari mulutnya.
Darah segar mengalir dari bekas luka tusukan itu dan semua darah yang mengalir berwarna hitam karena racun yang ada di dalamnya.
"Cih, kau sudah sekarat dan masih berusaha melindungi orang lain!" Ujar Orbion itu tapi setelah mengatakan hal itu, sebuah tombak melesat secepat cahaya menuju ke arahnya.
Jika saja Orbion itu tidak menarik mundur tubuh dan senjata spiritualnya maka kepalanya mungkin akan pecah karena tombak yang melesat itu.
"Apa yang kau lakukan ha!" Teriak Jaya pada Orbion yang menusuk Satria, dia bisa melihat tubuh Satria jatuh tidak sadarkan diri karena luka yang dia terima atau mungkin bukan tidak sadarkan diri tapi kehilangan nyawa akibat serangan barusan.
Entah sejak kapan mata Jaya berubah menjadi merah dan amarah jelas jelas terlukis di wajahnya. Bukan hanya Jaya tapi Leo juga melakukan hal yang sama.
"Kalian memang sudah melewati batasan kalian!" ujar Leo, dia menyimpan tombak Guntur yang digunakan sebagai sandaran sebelumnya kemudian menggantikannya dengan pedang miliknya.
Aura kematian dan juga aura dingin yang sangat kuat menyebar ke seluruh arah karena pedang yang ada di tangan Leo menyerap semua kebencian dan kemarahan yang dimiliki oleh Leo.
Tidak berlebihan jika mengatakan pedang yang ada di tangan Leo akan menjadi lebih kuat jika Leo marah atau ingin membunuh seseorang.
"Kalian semua harus mati menemani ayahku!" Ujar Leo. Tatapannya sangat dingin membuat semua Orbion yang melihatnya merasakan kengerian di sekujur tubuh mereka.
Tapi kembali membahas mengenai kekuatan, kekuatan tempur yang dimiliki oleh Orbion saat ini tidak bisa dihadapi oleh satu orang seperti Leo. Bahkan jika semua orang yang ada di sana bekerja sama, mereka hanya bisa membunuh beberapa dari mereka.
__ADS_1