ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Tekanan Aura Nyi Blorong


__ADS_3

"Seperti yang dikatakan oleh ibunda, kau memang bukanlah orang biasa, sejak awal kau sudah menyadari keberadaanku bukan?" Ujar Nyi Blorong kemudian dia memunculkan sebuah portal Penghubung antara dunia nyata dan dunia astral.


Setelah Nyi Blorong memasuki Portal itu, saat itu pula sosok Nyi Blorong muncul di depan mereka semua dengan dua kaki layaknya manusia pada umumnya.


"Sesok besar sepertimu pasti memiliki sebuah tujuan kenapa menemuiku bukan, katakan padaku dan jangan berbelit belit, aku masih ada urusan setelah ini" Ujar Leo menatap ke arah Ratu Siluman Ular itu dengan senyuman seramah mungkin meskipun dirinya mendapatkan tekanan yang besar dari wanita itu sejak awal.


"Kau ikut denganku, aku akan menjelaskannya padamu setelah sampai di laut selatan, ibunda ingin berbicara denganmu mengenai tungku emas dan kompensasi atas apa yang kau lakukan" Ujar Nyi Blorong yang mana membuat Leo tersedak nafasnya sendiri.


"Tungku emas? Bukankan Ratu Laut selatan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa tungku itu sudah hancur ketika aku sedang meracik pil, dan lagi kompensasi untuk apa? Aku tidak melakukan apapun, sepertinya kau salah orang" Ujar Leo dengan tegas meskipun saat ini dirinya takut bahwa apa yang dia lakukan terbongkar.


Tapi bagaimana mungkin, Leo sangat yakin ketika dia menggunakan tungku emas tidak ada orang yang melihat atau siluman dan makhluk astral di dekatnya yang bisa melaporkannya hingga pandangannya jatuh ke arah Lili.


"Bu..bukan aku, aku tidak melakukan apapun?" Ujar Lili sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan sangat cepat merespon tatapan Leo.


"Kenapa setelah melihatnya aku justru berpikir dia memang yang mengatakannya pada Ratu Laut selatan?" Guman Leo menatap ke arah Lili yang mana membuat gadis hantu itu salah tingkah dan membuang wajahnya jauh jauh dari Leo agar tidak mendapatkan tatapan penuh kecurigaan dari kakak angkatnya itu.


"Aku memiliki dua pilihan untukmu, berikan tungku emas padaku dan dua puluh juta aura kematian sebagai kompensasi, aku akan melepaskanmu jika kau menuruti apa yang aku katakan tapi jika tidak mungkin aku akan membawamu menemui ibunda, aku tidak bisa menjamin apa yang akan dia lakukan jika dia melihatmu" Ujar Nyi Blorong memberikan ancaman pada Leo yang mana membuat Leo menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Untuk tungku emas mungkin aku bisa memberikannya padamu, tapi dua puluh juta aura kematian? Bukankah jumlah ini tidak berlebihan?" Tanya Leo sambil menundukkan kepalanya karena jumlah yang disebutkan sebagai kompensasi ganti rugi benar benar tidak wajar.


Dua puluh juta aura kematian, siapapun yang berasal dari dunia astral pasti tau seberapa besar jumlah yang disebutkan oleh Nyi Blorong, bahkan jumlah itu sudah cukup untuk membangun kerajaan astral yang sangat megah.


Dua puluh juta aura kematian jika di dunia nyata maka jumlahnya sama dengan dua puluh triliun rupiah, jumlah sebanyak itu Leo sekalipun tidak akan rela memberikannya meskipun dia memiliki ratusan kali lipat dari jumlah yang dikatakan oleh Nyi Blorong sebagai kompensasi.


"Bukankah kau memiliki banyak aura kematian, menyerahkan dua puluh juta aura kematian tidak akan berpengaruh terlalu besar bagimu bukan?" Tanya Nyi Blorong Dengan senyuman ramah tanpa ada yang merasakannya selain Leo, ada aura yang sangat besar berusaha menekan Leo.


"Lili, memang dua puluh juta aura kematian itu jumlah yang banyak ya? Kenapa kakakmu sampai begitu terkejut Ketika mendengar jumlah itu?" Tanya Dinda sambil berbisik karena dia tidak ingin menyinggung sosok seperti Nyi Blorong.


"Jumlah itu adalah jumlah yang sangat banyak, bahkan dengan aura kematian sebanyak itu, dia bisa membangun sebuah kerajaan megah" Ujar Lili yang mana jawaban dari Lili hampir membuat keduanya terkena serangan jantung.


Membangun sebuah kerajaan, seorang ratu menginginkan harta yang sangat besar untuk membangun kerajaan, sepertinya masalah yang mereka hadapi tidak sesimpel apa yang terlihat saat ini.


"Biar aku tebak, kerajaanmu atau mungkin kerajaan Ratu Laut Selatan pasti hancur dan runtuh ketika serangan Orbion Beberapa saat yang lalu bukan? Kalian hanya ingin menipuku dengan meminta biaya ganti rugi padahal sebenarnya kalian ingin mendirikan ulang kerajaan kalian yang hancur, dan dilihat dari kondisimu, meskipun kau seorang Saint tapi kekuatanmu jauh lebih lemah, pasti kerajaanmu yang telah runtuh" Ujar Leo dan sesaat kemudian tekanan yang begitu besar menekan Leo hingga membuat Leo tertunduk di lantai dan membuat retakan retakan hebat di bangunan yang mereka tempati saat ini.


Getaran hebat itu membuat mereka panik, bahkan makhluk aneh dan anak yang diselamatkan oleh Dinda terbangun akibat getaran itu dan segera mengambil sikap waspada ketika di depan mereka tampak seorang wanita dengan aura yang sangat mengerikan memberikan tekanan pada Leo.

__ADS_1


"Kau salah jika berpikir bisa menyinggungku!" Ujar Nyi Blorong menatap tajam ke arah Leo sambil memegangi dagu Leo yang saat ini hampir tidak berdaya dengan tekanan kekuatan yang diberikan oleh Leo.


"Apakah benar seperti itu? Aku tidak berpikir menyinggung mu adalah hal yang salah" Ujar Leo yang mana beberapa saat kemudian kekuatan spiritual berwarna merah meledak dari tubuh Leo dan membentuk wujud seekor Feniks yang mengurangi dampak dari tekanan kekuatan Nyi Blorong.


"Hoh, jadi ini yang disebut sebagai binatang Spiritual, menarik, sungguh menarik, tapi itu tidak cukup untuk menahan kekuatanku!" Ujar Nyi Blorong kemudian dia menambah tekanan yang dia berikan hingga membuat semua dinding bangunan yang ditempati oleh Leo dan yang lainnya retak dan hancur.


Hanya sedikit serangan mungkin bisa membuat bangunan itu runtuh.


Melihat Leo yang sedang terdesak, baik Masamune maupun Dinda juga mengeluarkan Binatang Spiritual mereka, Masamune dengan rubah berekor delapan sementara Dinda dengan Garuda yang mengepakkan sayapnya dengan perkasa.


Meskipun ketiga binatang spiritual yang dikeluarkan oleh ketiganya berada di tingkat Mistis, tapi tidak mengurangi banyak tekanan yang diberikan oleh Nyi Blorong.


Tekanan itu memang berkurang tapi tidak sepenuhnya berkurang karena baik Leo maupun yang lainnya masih bisa merasakan tekanan yang sangat besar.


Tekanan itu membuat anak yang ditolong oleh Dinda sebelumnya hampir jatuh pingsan jika saja Lili dan mahluk aneh yang ada di sana tidak melindunginya dari kekuatan besar yang dikeluarkan oleh Nyi Blorong.


"Ini adalah peringatan terakhir bagimu, ganti rugi sesuai jumlah yang aku sebutkan atau kau akan menjadi salah satu koleksi dari aura kematian milikku" Ujar Nyi Blorong sambil memainkan jarinya dengan pancaran kekuatan yang semakin kuat setiap detiknya.

__ADS_1


__ADS_2