
"Bagaimana keadaanmu Leo, apakah Lebih baik?"Tanya Masamune yang mana saat ini dia membalut luka yang ada di tubuh Leo dengan perban yang memang kebetulan masih ada di mansion mewah sisa perawatan luka yang Dinda dan Masamune alami.
"Sudah lebih baik, terimakasih sudah menolongku sebelumnya"Ujar Leo yang mana saat ini dia mengenakan kembali pakaian miliknya.
Memang Leo bisa menutup lukanya dengan kekuatan spiritual tapi tidak sepenuhnya menyembuhkan luka itu, perlu beberapa waktu sampai Leo bisa menyembuhkan luka yang terpampang di bahu kanannya.
"Seharusnya kami yang berterimakasih padamu, kau mengalami banyak hal buruk untuk membuatkan pil untuk kami berdua, apa yang kau berikan hari ini benar benar tidak akan bisa kami lupakan" Ujar Masamune dengan senyuman tipis yang dibalas oleh Leo dengan senyuman yang sama.
"Akhem, kalian berdua bisa bermesra mesraan nanti, tapi situasi saat ini benar benar tidak kondusif" Ujar Dinda menatap ke arah Leo dan Masamune yang mana sebuah senyuman mengejek terlihat dari raut wajah wanita itu.
"Jahatnya, kakakku memberikan pil yang bisa memulihkan luka di tanganmu, dan kau mengatakan hal buruk mengenai dirinya!" Lili muncul di balik dinding dengan wajah yang menunjukkan ekspresi tidak senang.
Lili memang bisa berubah menjadi manusia akan tetapi jurus untuk merubah dirinya menjadi manusia hanya bisa digunakan selama beberapa saat.
Untuk bertarung melawan Orbion dan merawat Dinda serta Masamune, kekuatan spiritual yang dimiliki oleh gadis hantu itu sudah habis sehingga dia hanya bisa kembali ke dalam wujud asalnya yaitu hantu.
"Hanya satu butir pil saja, kau mempermasalahkan mengenai hal itu" Ujar Dinda melangkah pergi dari sana sebelum dia menatap ke atas langit.
"Yah yah, terserah apa katamu"Ujar Leo beranjak dari tempatnya dibantu oleh Masamune.
"Apakah kalian tidak merasa aneh, Orbion Orbion ini sebelumnya membuat kekacauan di mana mana tapi kenapa tiba tiba mereka semua seolah menghilang?" Tanya Dinda yang membuat Leo, Masamune dan Lili tersadar.
Benar apa yang dikatakan oleh Dinda bahwa setelah pertarungan yang dilakukan oleh Lili dan juga Masamune, para Orbion yang biasanya gemar membuat kekacauan tiba tiba hilang seolah dibawa oleh hantu.
__ADS_1
Jikapun mereka dikalahkan oleh para Hunter, pasti membutuhkan waktu untuk itu dan tidak serta merta hilang begitu saja.
Ditengah tengah kebingungan mereka, sebuah kekacauan terjadi di tempat lain.
Di kota Yogyakarta telah terjadi pertempuran yang sangat besar dimana banyak makhluk hidup baik manusia maupun makhluk gaib mengalami luka yang sangat serius.
Bahkan saat ini, istana Nyi Blorong telah dihancurkan yang mana terlihat banyak siluman yang tergeletak dengan luka luka di sekujur tubuhnya.
Bahkan Nyi Blorong juga mengalami luka yang sama parahnya dengan para bawahannya dan mereka menatap ke arah altar persembahan yang dijadikan sebagai tempat Keramat oleh para siluman ular.
"Akhirnya, pecahan terakhir dari Kunci Penyegelan Iblis berhasil kita dapatkan!" Ujar salah satu orang dari Organisasi kegelapan sambil menarik gagang pedang berbentuk naga dari tengah tengah altar.
Ketika gagang pedang itu ditarik keluar, gelombang kejut tercipta yang mana gelombang kejut itu mendorong semua tubuh siluman yang tergeletak di sekitarnya termasuk Nyi Blorong.
Tentu kekuatan dari orang yang mencabut gagang pedang berbentuk naga itu bukanlah orang biasa karena dirinya juga yang mengalahkan Nyi Blorong serta bawahannya.
"Sungguh keuntungan yang sangat besar!"Ujar pria itu kemudian dia mengeluarkan senjata spiritualnya yang berupa tombak dan melemparkan tombak itu ke arah pintu ruangan yang tertutup itu.
Ketika tombak yang dilemparkan oleh pria itu membentur pintu yang dipenuhi dengan kunci itu, seketika pintu itu runtuh dan di dalamnya terdapat Spirit Stone yang memancarkan aura sangat kuat.
Bahkan saking kuatnya pria itu bisa merasakan bahwa kekuatan yang ada di dalam Spirit Stone itu perlahan terserap ke dalam tubuhnya meskipun dia tidak menyerap kekuatan dari Spirit Stone itu.
"Batu yang menarik, kalau begitu aku akan membawa beberapa bersamaku!" ujar pria itu menarik tombaknya dan mengalirinya dengan kekuatan spiritual yang sangat besar sebelum melemparkannya ke arah Spirit Stone.
__ADS_1
Trang...ketika tombak itu menembus Spirit Stone itu, beberapa retakan terlihat dengan sangat jelas di permukaan Spirit Stone yang mana retakan itu semakin lama semakin melebar hingga akhirnya batu itu meledak dan hancur berkeping keping.
Pria Itu mengambil beberapa Spirit Stone sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu karena dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Dia mengambil pusaka dari siluman ular dan batu mulia, dunia akan segera tamat" Ujar Nyi Blorong sambil mengulurkan tangannya ke arah tumpukan pecahan Spirit Stone di depannya.
…..
"Sepertinya benar benar akan ada perubahan besar pada dunia ini, aku merasakan sebuah firasat yang sangat buruk" Batin Leo sambil menatap ke arah Langit langit dimana portal portal yang sebelumnya bermunculan perlahan lahan mulai mengecil dan memudar dengan sendirinya.
"Kalian, apakah seharusnya kita memutuskan nama untuk kelompok yang kita dirikan, karena setelah ini aku merasa bahwa akan lebih banyak masalah yang harus kita hadapi" Ujar Dinda sambil menatap ke arah Langit.
"Aku juga berpikir hal yang sama, kekacauan sepertinya sedang berusaha mendekat ke bumi, dan entah sebesar apa dampaknya, kita harus bertambah kuat" Ujar Masamune menanggapi apa yang dikatakan oleh Dinda.
"Kita bertiga sepemikiran, jadi nama apa yang sebaiknya kita pakai?" Tanya Leo menatap ke arah keduanya secara bergantian.
Ketiganya nampak berpikir sangat keras mengenai nama yang akan mereka pakai bahkan Lili juga ikut berpikir dengan sangat keras sambil menyerap Aura negatif yang ada di udara hingga ekspresinya berubah seketika.
"Kita ada tiga orang dan satu makluk gaib sebagai pusatnya, selain itu kita memiliki binatang spiritual tingkat Mistis, bagaimana jika menamai kelompok kita sebaga Segitiga Emas? Segitiga memiliki tiga sisi dengan satu pusat di tengah tengahnya serta emas melambangkan kejayaan, bagaimana menurut kalian?" tanya Leo menatap ketiganya.
"Aku tidak masalah dengan nama itu, kau memang mesum tapi kalau masalah seperti ini kau cukup bisa di andalkan"
"Siapa yang kau panggil mesum!" Leo menunjukkan wajah yang begitu buruk setelah Dinda mengatainya sebagai orang yang mesum.
__ADS_1
"Nama yang bagus" Ujar Masamune kemudian semua pandangan tertuju ke arah Lili.
"Kakak, aku merasa bahwa dua kerajaan dunia Astral telah runtuh" Ujar Lili dengan pandangan tidak percaya.