ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Sakit Hati


__ADS_3

Air mata Leo tiba tiba pecah tanpa bisa dibendung, hatinya benar benar terasa hancur seolah dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga baginya, karena hal itu Leo mengalami beberapa luka sayatan dari lawan yang dia hadapi meskipun pelatihannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lawannya.


Bukan karena Leo melemah atau apa tapi karena banyak hal mengganggu pikirannya dan perasaannya memberikan sebuah kode bahwa dia benar benar hancur.


Leo hanya diam sementara lawan yang dia hadapi terus menerus bergerak dengan sangat cepat dan menorehkan luka demi luka pada tubuh Leo yang diam mematung di atas arena.


Bagi lawan Leo, saat ini adalah kesempatan baginya untuk menyerang dan membuat Leo mengarah tapi dia bisa melihat Leo hanya diam setelah tubuhnya dipenuhi oleh darah.


"Leo awas!" Teriakan Misari terdengar sangat keras di telinga Leo yang mana ketika Leo melihat ke atas dia menemukan lawannya berusaha menyerangnya dari atas dan menghujamkan pedangnya ke arahnya.


"Rasa sakit ini, kenapa meskipun aku mendapatkan rasa sakit seperti ini aku tetap merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatiku" Batin Leo dengan derai air mata yang mengalir membasahi pipinya.


Pedang yang melesat ke arah Leo ditangkap dengan tangan kosong oleh Leo membuat telapak tangan Leo mengucurkan darah segar yang membasahi pakaian yang dia kenakan sekaligus membuat lawan yang dihadapi oleh Leo sangat terkejut karena Leo menangkap pedang itu dengan tangan kosong tanpa mengalirkan kekuatan spiritual.


"Hentikan pertarungan itu, sebenarnya apa yang kalian lakukan sebagai seorang juri!" teriak Misari pada pra juri yang mengawasi jalannya pertarungan tapi juri tidak bergeming meskipun diteriaki oleh Misari karena peraturan dari kompetisi, selama lawan tidak menyerah, keluar dari arena, atau tidak sadarkan diri pertarungan akan terus berlangsung, kecuali dalam keadaan khusus dimana nyawa seseorang menjadi taruhannya mereka tidak akan turun tangan.

__ADS_1


"Cukup Misari, Juri tidak bisa melakukan apapun karena peraturan di atas arena tidak bisa dilanggar begitu saja" Ujar Dony berusaha menarik Misari untuk kembali duduk tapi sebuah tamparan mendarat tepat di wajah Dony membuat wajah Dony membekas berwarna merah.


"Apa yang kau tau!" ujar Misari kemudian dia berlari ke atas arena tapi segera dicegah oleh peserta dari akademi Naga Barat yang duduk bersama dengan mereka sebagai perwakilan kota lamongan karena tidak ingin terjadi kekacauan di atas arena pertarungan dan mereka semua di diskualifikasi.


"Kenapa?" Tanya Leo sambil melihat ke dadanya sambil meremas dadanya dengan tangan kirinya sementara tangan kanan Leo bersimbah darah karena menahan pedang spiritual milik lawannya membuat lawannya menatapnya dengan tatapan aneh karena dia bisa melihat Leo tidak merasa menderita setelah mendapatkan banyak sayatan di seluruh tubuhnya selain dadanya yang terus dia pegang meskipun tidak ada luka di dadanya.


"Kenapa kau tidak bisa memberikan rasa sakit yang lebih besar padaku" Teriak Leo dengan lantang kemudian dia melapisi tangan kirinya dengan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar sebelum akhirnya dia mengarahkan sebuah pukulan dengan tangan kirinya yang mana pukulan itu mendarat tepat di perut lawannya.


Bersamaan dengan itu hempasan angin yang sangat kuat bertiup dari arena tempat pertarungan Leo saat ini dan lawan yang Leo hadapi telah terlempar keluar arena dengan kecepatan yang sangat luar biasa menghancurkan pilar pilar yang didirikan di sekeliling lapangan dan berakhir setelah membentur dinding stadion hingga membuat dinding stadion itu retak dan membentuk sebuah cekungan yang sangat dalam dengan tubuh lawan Leo yang menancap di sana dan akhirnya jatuh tidak sadarkan diri.


Hanya dengan sekali serang lawan Leo sudah bisa dijatuhkan dengan sangat mudah tapi semua orang bertanya tanya mengenai kata kata yang keluar dari Leo sebelumnya bahwa dia menginginkan rasa sakit, rasa sakit untuk apa? Apakah luka yang menghiasi tubuh Leo saat ini masih kurang menyakitkan baginya?.


Setelah menjatuhkan lawannya, Leo jatuh tertunduk di atas arena dan tim medis segera datang menuju ke arah Leo termasuk Misari, wanita itu dengan cepat berlari ke arah Leo yang mengalami luka sangat parah karena dia bisa melihat kesedihan yang terlukis di wajahnya.


"Cepat, ambilkan perban untuk mengobati anak ini" Ujar tim medis dengan panik dan mereka dengan segera menangani Leo dan berniat membalut luka Leo dengan perban, tapi sebelum itu mereka membersihkan luka Leo.

__ADS_1


"Tuan, apakah anda mempunyai cara untuk mengobati hati dan perasaan yang terasa begitu menyakitkan?" tanya Leo dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya pada tenaga medis yang merawatnya saat ini.


"Mengobati hati? Apa yang kau bicarakan nak, mana ada obat seperti itu, kau diamlah aku akan mengobati lukamu" Ujar tim medis yang menangani Leo dan setelah tim medis mengatakan hal itu, Leo beranjak dari tempatnya dan berjalan turun dari arena dengan luka yang masih terbuka sangat lebar dan darah mengalir membasahi lantai arena.


"Hei, lukamu belum ditutup!" Ujar tenaga medis berusaha menghentikan Leo.


"Aku hanya memiliki satu luka yaitu hatiku, jika kau tidak mampu menyembuhkannya maka lupakan saja!" ujar Leo kemudian dia menjauh dari sana dan masuk ke tempat istirahat dengan darah yang berceceran di sepanjang jalan Leo yang mana Misai dengan sangat panik memeluk erat Leo.


Misari tidak peduli dengan luka yang Leo alami dan darah yang menempel pada pakaiannya, dia bisa melihat kesedihan yang terlukis di wajah Leo karena hal itu dia ingin menenangkan Leo.


"Misari, apakah kau punya obat untuk mengobati hati yang terasa sakit?"


"Aku tidak memilikinya tapi aku akan membuatnya bersama denganmu, aku sangat yakin pasti kita bisa melewati semua rintangan bersama sama" Ujar Misari sambil memeluk Leo dan air mata mengalir membasahi pipinya.


"Kalau kau tidak memilikinya maka biarkan aku sendiri, aku perlu menenangkan diriku!" ujar Leo melangkah pergi meninggalkan stadion ditatap semua orang yang hadir di sana.

__ADS_1


Mereka memang tahu Leo saat ini terlihat sangat sedih tapi mereka tidak tahu apa alasannya, begitupun dengan Leo, dia tahu hatinya sangat sakit dan perasaanya mengatakan bahwa dia harus menangis sekencang kencangnya tapi dia tidak tahu apa yang terjadi.


Perasaannya benar benar kacau seolah dunia sudah tidak ada artinya lagi di mata Leo.


__ADS_2