ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Bangkit Dari Kematian


__ADS_3

"Kekacauan ini benar benar sangat buruk, apakah masih ada orang yang selamat setelah serangan besar seperti ini?"


"Jika ada yang selamat pasti dia menggunakan keberuntungan seumur hidupnya untuk terhindar dari bencana ini, bencana ini meskipun berada di tingkat perombakan tulang Aku tidak yakin orang-orang itu bisa selamat tanpa mendapatkan luka yang serius"


Saat ini kota Jakarta disibukkan dengan banyaknya anggota kepolisian, Hunter sekaligus masyarakat yang mencari korban di puing puing bangunan yang dihancurkan oleh kapal jelajah angkasa sebelumnya.


Saat ini Jakarta benar-benar lumpuh dimana awan di kota itu seolah tidak kunjung cerah dan berwarna hitam semenjak kejadian terakhir kali.


Asap yang sangat tebal memenuhi langit serta pemandangan kota Jakarta yang saat ini bisa dikatakan sebagai layaknya sebuah kota mati.



ilustrasi kehancuran


sumber :google.com


Yang tertinggal di kota Jakarta saat ini hanyalah kesedihan, tumpukan mayat korban dari bencana itu sudah menggunung cukup tinggi dan pemakaman yang tiada henti hentinya dilakukan siang dan malam.


Para Hunter yang gugur dalam insiden kemunculan Orbion kali ini dimakamkan dengan cara terhormat dan mereka mendapatkan sebuah julukan istimewa dari pemerintah yaitu penjaga kota Jakarta.


….

__ADS_1


"Leo, kau harus bangkit dan mengembalikan kedamaian pada bumi" Suara seorang wanita terngiang-ngiang di telinga Leo yang saat ini tidak sadarkan diri dan tengah terbaring di dalam sebuah ruangan yang sangat sepi.


"Leo, bangkitlah, kau adalah satu satunya orang yang bisa menyelamatkan bumi dari semua kekacauan ini, bangunlah Leo" Suara itu tidak henti hentinya menyuruh Leo untuk bangun tapi Leo tidak bisa melakukan hal itu.


Bahkan Leo tidak bisa menguasai tubuhnya dan saat ini dia hanya merasa bahwa jiwanya sedang terombang-ambing di ruang hampa tanpa tujuan.


Beberapa seruan dari suara suara yang dia kenal menyuruhnya untuk bangun tapi saat ini hanya alam bawah sadar Leo yang bekerja, bahkan untuk sekedar menggerakkan matanya Leo tidak mampu melakukannya.


"Apakah aku sudah mati, maaf karena aku mengecewakan kalian semua dan membuat kalian berada dalam situasi seperti ini" Pikir Leo ketika dia mengingat mengenai Masamune dan Dinda.


Bahkan samar samar dia juga mengingat wajah seorang wanita paruh baya dengan wajah yang masih sangat cantik tersenyum ke arahnya dan berjalan menjauh kemudian menghilang di dalam pikiran Leo.


"Ibu, aku berpikir bisa bertemu dengan ibu sekarang tapi sepertinya aku harus menunggu lebih lama, ibu masih memiliki urusan di dunia yang harus diselesaikan" Pikir Leo dan setelah berpikir demikian, setetes air mata keluar dari tubuh Leo.


Leo bisa melihat wanita itu di dalam alam bawah sadarnya dan Leo tahu siapa wanita itu, Putri, anak dari sosok Dewa dan Dewi yang pernah menghancurkan dunia milyaran tahun yang lalu.


Leo tidak mungkin salah melihat karena wanita itu memiliki paras yang begitu menawan mengalahkan semua manusia yang ada di bumi, kecantikannya tidak bisa diremehkan bahkan Leo sangat yakin jika wanita secantik itu muncul di dunianya saat ini maka perang mungkin akan pecah untuk memperebutkannya.


"Perjalananmu masih panjang, aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja dari dunia ini karena jika kau pergi maka tidak akan ada yang menjaga dunia ini, aku akan memberikanmu sedikit kekuatan dan beberapa teknik untuk melindungi diri" Ujar Putri lantas dia mengarahkan jari telunjuknya ke arah Leo dan sebuah cahaya keluar dari jari telunjuk wanita itu yang perlahan lahan masuk ke dalam kepala Leo.


Bersamaan dengan masuknya cahaya itu, kesadaran Leo perlahan lahan mulai kembali, matanya sudah bisa melihat cahaya putih di depannya dan semua panca Inderanya perlahan lahan mulai kembali berfungsi seperti sebelumnya.

__ADS_1


Leo bisa mendengar suara Lili memanggil manggil namanya dan begitu dia membuka matanya dan pandangannya sudah kembali jelas, dia melihat Lili menangis di samping kanannya sambil memeluk tangan Leo dengan erat.


Leo juga bisa merasakan seluruh tubuhnya sakit termasuk kepalanya dan semua tulang rusuknya yang rasa rasanya seperti patah dimana mana, bahkan saat ini Leo dibalut oleh untaian perban yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Lili" Ujar Leo yang mana membuat Lili terkejut dan dengan cepat dia menolehkan kepalanya ke arah Leo dan menatapnya tidak percaya.


"Kakak, kakak sudah sadar, syukurlah, aku kira aku akan kehilangan keluarga lagi" Ujar Lili sambil mengusap air mata dengan lengan baju miliknya dan dengan seluruh tenaga yang Leo kumpulkan, meskipun terasa sangat menyakitkan Leo mengelus rambut gadis hantu itu membuatnya sedikit tenang.


"Sudah jangan bersedih, aku baik baik saja, bagaimana keadaan Dinda dan Masamune? Mereka baik baik saja bukan?" tanya Leo yang mana membuat Lili menatap ke arah Leo dengan mata yang berkaca kaca.


"Kak Dinda mendapatkan luka yang sangat serius mengakibatkan lengan kanannya patah dan saat ini dia sedang mendapatkan penanganan yang serius dari pihak medis sementara untuk kak Masamune, sepertinya seumur hidup dia tidak akan bisa berjalan karena kedua kakinya harus diamputasi"Ujar Lili kemudian dia menatap ke arah Leo.


Tidak mungkin dia mengatakan apa yang terjadi pada Leo sebelumnya karena dia tau apa yang baru saja terjadi dengan Leo bukanlah sesuatu yang bisa dijelaskan dengan akal nalar manusia.


"Bantu aku berdiri, kita harus menemui mereka berdua" Ujar Leo berusaha bangkit tapi seluruh tubuhnya menolak hal itu dan ketika Leo menggerakkan sedikit bagian tubuhnya, maka luka yang dia derita akan terasa sangat menyakitkan.


"Kakak, kakak mengalami luka yang serius jadi lebih baik kakak istirahat dulu, setelah membaik aku akan mengantar kakak menemui mereka berdua" Ujar Lili berusaha menahan Leo dan tepat setelah itu, pintu ruangan yang digunakan oleh Leo dibuka dan seorang berpakaian perawat masuk membawa seseorang yang terbaring di atas ranjang dorong sama seperti tempat Leo terbaring saat ini.


Ketika pandangan perawat itu bertemu dengan Leo, seketika wajahnya berubah menjadi pucat dan keringat mengalir dari dahinya.


"Hua...MAYAT HIDUP!" ujar perawat itu dengan kemampuan langkah seribu, dia berlari keluar dari ruangan itu meninggalkan tanda tanya besar bagi Leo.

__ADS_1


"Mayat hidup? Lili apakah kau membiarkan orang itu melihatmu? Sudah berapa kali aku bilang jangan menakuti orang lain" Ujar Leo menatap ke arah Lili yang ditanggapi dengan canggung oleh Lili.


"Yang dimaksud orang itu bukan aku tapi kakak, beberapa saat yang lalu orang orang mengatakan bahwa kakak sudah mati tapi siapa sangka kakak bisa bangkit kembali dari kematian" Batin Lili menatap ke arah Leo dengan canggung.


__ADS_2