
"Apa yang dilakukan oleh anak ini? Dia benar benar kerasukan!" ujar salah satu dari mereka berusaha melarikan diri dari tempat itu, tak terkecuali pedagang yang menjadi pusat dari semua masalah ini.
Begitu melihat pedang di tangan Leo mengeluarkan aura yang mengerikan serta tatapan mata Leo yang berubah menjadi semakin tajam, tanpa banyak berpikir dia berlari meninggalkan Rion dan seluruh teman temannya.
"Hei, kalian semua pengecut" Ujar Rion menatap ke arah semua orang yang berlari dari Leo, Rion masih berpikir dirinya bisa mengalahkan Leo untuk saat ini karena usia anak itu masih begitu muda dan kekuatannya masih belum berkembang.
Akan sangat berbahaya jika orang seperti Leo dibiarkan dewasa, bisa saja dia akan menduduki posisi yang sangat penting dan mampu mengesernya dengan beberapa kata yang keluar dari mulutnya.
Rion sekali lagi mengeluarkan binatang spiritualnya, seekor ular sanca dengan aura berwarna ungu muncul di belakang tubuh Rion, ular itu membuka mulutnya lebar lebar dan sebuah kekuatan spiritual yang cukup besar berkumpul di mulut ular itu.
Beberapa saat kemudian ular itu memuntahkan apa yang ada di mulutnya ke arah Leo dan seketika itu pula kekuatan spiritual bergerak dengan cepat ke arah Leo.
"Kalian sudah membuat Lili lenyap, dia memang hantu tapi kalian lebih buruk dari itu!" ujar Leo kemudian dia berputar putar bersama dengan pedang yang ada di tangannya.
Ketika mendapat momentum yang tepat, Leo melepaskan pegangannya pada gagang pedang berkarat itu yang mana hal itu membuat pedang Leo melesak menuju sumber serangan kekuatan spiritual yang digunakan oleh Rion.
Bom...ketika serangan spiritual itu berbenturan dengan pedang berkarat milik Leo, sebuah ledakan kekuatan spiritual menciptakan sebuah gelombang angin yang mendorong baik Rion maupun Leo.
Keduanya sama sama dilemparkan mundur beberapa meter ke belakang akibat benturan serangan itu, bahkan banyak orang yang ada di dekat mereka berhamburan ke segala arah setelah keduanya melancarkan serangan.
Mereka tentu tidak ingin terlibat dengan pertarungan para Hunter karena mungkin saja akan ada serangan dari para Hunter yang meleset dan mengenai mereka.
__ADS_1
Mereka akan lebih memilih untuk melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwajib agar tidak jatuh korban jiwa yang tidak diinginkan.
…..
Sementara itu di tempat lain, di atas sebuah bangunan yang lebih mirip sebuah stadion sepak bola dengan lapangan sepak bola yang dijadikan sebagai arena, nampak seorang manusia dengan tinggi tiga meter serta otot otot yang terbentuk sangat menyeramkan memasuki arena.
Ketika orang itu masuk ke atas arena, teriakan riuh para penonton memenuhi seluruh stadion, dengan sorakan yang senada yaitu 'Ari'.
Ya, manusia dengan otot otot yang memenuhi tubuhnya itu adalah Ari, seorang veteran dalam pertarungan arena, dari dua puluh pertarungan yang dia ikuti, sembilan belas pertarungan yang dia lakukan telah dimenangkan sementara meskipun menelan satu kali kekalahan, dirinya masih menuai banyak pujian karena prestasi yang diukir.
Di sisi arena yang lain nampak seorang wanita dengan pakaian serba tertutup masuk ke atas arena, seluruh tubuh wanita itu tertutup dan hanya menyisakan kedua matanya serta dua telapak tangan yang akan digunakan untuk bertarung.
"Heh, bukankah belakangan ini Ari terlalu beruntung? Dia selalu mendapatkan lawan baru di setiap pertarungan" Ujar salah satu penonton sambil melihat jauh ke atas arena pertarungan.
"Berapa taruhan untuk pertarungan ini?"Tanya penonton itu menatap ke arah pemuda yang datang menghampirinya.
"Untuk tuan Ari 20% dan Nona Dinda 80%" Ujar pemuda itu menjelaskan kemudian dengan cepat penonton itu menyerahkan setumpuk uang pada pemuda itu.
"Uang ini berjumlah seratus juta, aku bertaruh Ari akan menang!" ujar penonton itu dengan senyuman yang sangat cerah diikuti oleh rekannya yang meletakkan setumpuk uang dan mengatakan hal yang sama.
Diatas arena pertarungan.
__ADS_1
"Apa apaan panitia penyelenggara pertarungan ini, bisa bisanya mereka memasangkan ku dengan seorang wanita yang sangat lemah, bahkan tingkat pelatihannya hanya sebatas pemurnian tubuh bintang 7, apakah mereka ingin membuatku menindas seorang gadis" Ujar Ari tapi tidak dipedulikan oleh wanita yang menutup seluruh tubuhnya itu.
"Sudahlah, sepertinya kau sudah siap untuk kalah, kalau begitu jangan salahkan aku karena melawanmu, siapa suruh pihak panitia menempatkanmu di atas arena pertarungan dengan orang yang berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 8" Ujar Ari kemudian dia mengeluarkan aura spiritual yang mana seekor gajah dengan dua belalai muncul di belakangnya.
"Gajah awan, pantas saja dia memiliki tubuh yang sangat besar, tapi bukan berarti itu bisa mengalahkanku!" Guman Dinda kemudian dia mengeluarkan dua buah belati dari balik lengan bajunya yang mana hal itu membuat Ari terkejut.
"Kau menggunakan senjata? Meskipun di atas arena bisa menggunakan senjata apapun tapi menggunakan senjata melawanku sama saja kau menghina diriku! Aku akan tunjukkan padaku kekuatan dari binatang spiritualku!"Ujar Ari kemudian dia menghentakkan kakinya dan sebuah lubang berukuran kurang lebih satu meter tercipta bersamaan dengan Ari yang melompat sangat tinggi.
Kekuatan spiritual yang sangat besar berkumpul di kedua kaki orang itu dan ketika Ari menyentuh tanah, seluruh arena diselimuti oleh kabut debu yang menutupi pandangan semua orang yang ada di sana.
"Wanita itu sudah tidak memiliki harapan, jurus ini adalah jurus yang digunakan oleh Ari ketika dia merasa kesal dan dalam pertarungannya di atas arena selama ini, belum pernah ada orang yang berhasil mengalahkannya"Ujar para penonton.
Beberapa dari mereka bahkan bersorak gembira setelah berpikir bahwa Ari telah memenangkan pertarungan di atas arena, satu hal yang mereka tidak ketahui adalah kejadian yang terjadi di dalam kabut itu tidak sesuai dengan apa yang mereka semua pikirkan.
"Ba..bagaimana kau melakukan semua itu!"Ujar Ari sebelum ia jatuh tak sadarkan diri di dalam kabut itu.
"Cukup mudah"Ujar wanita dengan seluruh tubuh yang diselimuti oleh kain, kemudian dia kembali menyimpan belatinya yang mana pada belati itu tidak ada sedikitpun noda darah.
……
"Leo, ini adalah tempat latihan untukmu selama dua bulan kedepan, aku harap kau.." Ryan mengernyitkan dahinya ketika dia melihat ke belakang, dirinya tidak menemukan Leo.
__ADS_1
Dengan tangan yang nampak mengepal erat dan urat urat otot yang nampak menonjol di dahinya, jelas bahwa Ryan saat ini sangat marah.
"Anak itu! sepertinya sebelum memulai latihan aku harus memberinya sebuah hukuman yang tidak bisa dia lupakan!" Guman Ryan dengan tangan yang mengepal erat.