
"Apa apaan semua ini, apakah memang harus seperti ini!" Leo cukup terkejut ketika melihat serangan itu.
Tanpa ragu Leo mengalirkan kekuatan spiritual ke kedua kakinya dan mengeluarkan satu-satunya jurus yang ia miliki untuk menghindari serangan yang dilancarkan oleh panitia itu
"Langkah Awan!" Leo menghentakkan kakinya dan berjalan singkat di udara menghindari serangan itu, hampir semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Leo tapi beberapa saat kemudian tempat duduk Leo hancur menjadi berkeping keping.
"Kau cukup baik dan cukup hebat, kau bisa melanjutkan ujian berikutnya setelah ini, adapun jawaban yang kau tulis berikan padaku agar aku bisa memeriksanya" Ujar panitia itu disusul anggukan kepala Leo
Leo berjalan ke arah panitia itu diikuti semua mata yang memandangnya tidak percaya dan ketika Leo di depan panitia itu dan menyerahkan jawabannya, panitia itu menepuk bahu Leo sambil menerima jawaban yang diberikan oleh Leo, Leo bisa merasakan aliran spiritual mencoba menelusuri seluruh tubuhnya.
Seluruh tubuh Leo ditelusuri oleh panitia itu hingga tidak ada satupun bagian tubuh Yang terlewatkan, kecuali satu hal, sebuah ruang kecil yang terletak di dekat jantung Leo.
Ruang kecil itu memang sempat dijangkau oleh aliran spiritual milik panitia itu, tapi ketika panitia itu mencoba untuk masuk ke dalamnya sebuah kekuatan aneh mendorongnya hingga dengan terpaksa dia melepaskan tangannya dari pundak Leo.
"Apakah senior masih tidak percaya bahwa aku mengerjakan semua itu dengan kemampuan ku sendiri?" Tanya Leo menatap ke arah pemuda itu, Leo berpikir bahwa panitia yang mencoba menelusuri seluruh tubuhnya tengah berusaha mencari sesuatu yang salah dari Leo karena bagi manusia biasa mengerjakan ujian dengan waktu yang sangat singkat adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan bahkan nyaris mustahil.
__ADS_1
Bahkan panitia itu pun berpikir bahwa ujian yang diberikan kepada seluruh siswa adalah ujian yang tidak mungkin dikerjakan oleh semua anak dan mereka akan menjawabnya dengan asal, dia tidak pernah menyangka bahwa Leo bisa menjawab semua pertanyaan itu hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Dia hanya meminta satu hal dalam ujian kali ini, semua siswa menjawab pertanyaan yang diberikan tanpa terlalu banyak berpikir karena kehidupan seorang Hunter sesungguhnya jauh lebih keras dan mereka dituntut untuk mengambil keputusan secepatnya meakipun keputusan itu nantinya adalah keputusan yang salah.
Soal itu adalah sebuah pengalihan, dia sengaja memberikan soal itu agar semua peserta mencoba memecahkan apa yang ada di berikan di dalam soal itu, dan alasan dia melancarkan serangan kepada Leo sebelumnya adalah karena dia ingin melihat keputusan apa yang akan diambil oleh Leo ketika dia diserang secara mendadak.
"Sebenarnya aku ingin percaya denganmu, tapi jawaban yang kau tulis di lembaran ini semuanya adalah jawaban yang benar dan untuk memikirkan semua ini kau setidaknya membutuhkan banyak waktu!" ujar panitia itu sambil menunjukkan kertas ujian Leo yang sempat diperiksa sebelumnya.
"Aku memiliki ingatan yang cukup baik bahkan aku mengingat semua soal yang ada di lembar soal itu, soal pertama berkaitan dengan kecepatan angin dan bagaimana melancarkan serangan yang akurat, soal kedua adalah atribut sihir yang paling umum dimiliki seorang Hunter…" Leo menjelaskan setiap soal yang dia ketahui di dalam kertas ujian itu yang mana pernyataan dari Leo bukan hanya membuat panitia ujian itu membuka mulutnya dengan lebar, bahkan semua siswa yang ada di sana yang juga memegang lembar soal yang sama dengan Leo melebarkan mulutnya karena apa yang dikatakan Leo semuanya tepat sesuai fakta.
Setelah selesai mengatakan hal itu ia kembali menatap ke arah panitia yang mengawasi ujian itu.
"Tidak perlu kau keluarlah dan menunggu ujian berikutnya" Ujar panitia itu disusul anggukan kepala Leo kemudian anak itu meninggalkan tempat ujian dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya.
Setelah kepergian Leo panitia itu kembali menatap jawaban yang diberikan oleh Leo di kertas yang ada di tangannya, sebuah perasaan kagum tiba-tiba muncul di dalam dirinya, meskipun dia lebih kuat dibandingkan dengan Leo tetapi dia masih kalah pintar dari anak itu yang mana meskipun dia diberikan waktu yang sama dengan Leo untuk mengerjakan semua soal pasti dia tidak akan mampu karena salain membutuhkan konsentrasi daya ingat yang dimiliki oleh manusia sangat terbatas.
__ADS_1
"Seorang jenius dalam bidang teori telah terlahir, Leo Wahyuda, Aku tidak akan ragu untuk memberikan nilai penuh atas ujian yang telah kau kerjakan ini" Ujar panitia itu kemudian menggunakan kekuatan spiritualnya dan sebuah lambang berwarna merah muncul di atas kertas jawaban Leo.
…..
Dua orang menunggu di luar tempat ujian pertama dilaksanakan, beberapa orang yang berjumpa dengan mereka menampakan ekspresi yang terkecil karena tidak pernah terpikirkan dipikiran mereka semua bisa bertemu dengan dua orang yang sangat berpengaruh di Kota Lamongan.
"Kak, apakah kita harus menunggu disini seharian, Ujian baru dimulai dua puluh menit yang lalu? Kenapa kau bersikeras untuk menunggu anak itu di sini, kita bisa menemuinya setelah Ujian ini selesaikan bukan?" Tanya wanita yang berada di samping Ronny.
Yap, benar sekali, kedua orang itu adalah Ronny sang harimau bencana yang menduduki peringkat 5 besar dari keseluruhan kekuatan yang ada di Lamongan dan wanita yang ada di sampingnya adalah adik Ronny, Putri yang juga menduduki peringkat 7 besar dari keseluruhan kekuatan yang ada di Kota Lamongan.
"Sebelumnya aku sudah bilang padamu kan bahwa Leo sangat berbeda dari anak-anak lainnya, tunggu saja sebentar lagi dia pasti akan keluar" Ujar Ronny dan benar saja, beberapa saat kemudian seorang pemuda keluar dan begitu melihat Ronny dia datang menghampirinya.
Sebelumnya Leo sudah memiliki janji dengan Ronny untuk bertemu dan kebetulan dia bertemu dengan Ronny di tempat itu, jadi tanpa pikir panjang dia berjalan menghampiri Ronny meskipun dia agak heran dengan sosok wanita yang ada di samping Ronny.
"Kak Ronny, kakak jauh jauh datang kesini untuk menemuiku?" Tanya Leo sambil berjalan menuju ke arah Ronny.
__ADS_1
"Bukan hanya untuk menemuimu tapi ada hal lain yang ingin aku lakukan di akademi ini, kau kenal dengan Misari, dia adalah keponakanku jadi aku ingin mengawasinya" Ujar Ronny yang ketika membuat Leo terbatuk-batuk saking terkejutnya.
"Wanita aneh itu adalah keponakan kak Ronny!" Leo menunjuk Ronny dengan ekspresi terkejut.