
"Terimakasih Tuan Luan, kalian berdua ikut aku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua" Ujar Fitri kemudian dia mengangkat Leo dan Misari sebelum bergerak bagaikan hembusan angin, dalam waktu singkat dia sudah menghilang dari sana.
"Sebenarnya apa yang terjadi, setelah Leo membisikkan sesuatu di telinga ibunya, ekspresi ibunya juga terlihat berubah"
"Aku juga tidak tahu, soalnya baru kali ini aku merasakan memiliki ibu, kak Masamune, apakah mungkin terjadi masalah dengan kakak?" ujar Lili menatap tempat berdirinya Leo sebelumnya.
……
"Apakah kalian tau apa yang kalian lakukan ha? Kalian melakukan hal itu di usia semuda ini" Ujar Fitri sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Di Depannya saat ini ada Leo dan juga Misari yang menunduk lesu menatap ke bawah ketika mendapatkan kemarahan dari Fitri.
Fitri terus mengomel pada keduanya selama dua jam lebih sebelum akhirnya menarik nafas untuk kesekian kalinya untuk menenangkan dirinya.
"Aku harap kalian mengetahui batasan kalian, ingat kalian berdua masih belum menikah, meskipun sudah lamaran, pernikahan kalian masih belum dilaksanakan, aku akan mengurus pernikahan kalian secepatnya" Ujar Fitri disusul anggukan Leo dan Misari secara bersamaan.
"Kalau begitu ibu pamit dulu, kalian jaga diri kalian baik baik, ibu akan menemuimu seminggu sekali untuk mengambil pil yang bisa digunakan untuk memperkuat pelatihan" Ujar Fitri kemudian dia melayang di udara sebelum akhirnya melesat dengan sangat cepat dan menghilang di antara awan.
"Fiuh, untung saja guru selesai memarahi kita, jika tidak maka semalaman kita akan di omelin karena kesalahanmu" Ujar Misari menunjuk ke arah Leo kemudian dia berjalan kembali menuju ke rumahnya.
"Yah, memang seharusnya aku tidak terlalu banyak minum, karena minum aku menjadi lepas kendali seperti ini" Guman Leo sambil menggeleng gelengkan kepalanya kemudian dia berjalan pergi mengikuti Misari.
__ADS_1
….
3 hari telah berlalu sejak Leo melamar Misari.
Leo dan kelompoknya dipersilahkan tinggal di kediaman megah milik Misari akan tetapi selama tiga hari itu juga Leo tidak menyentuh makanan yang disediakan di kediaman itu, dia lebih memilih mengurung dirinya di dalam kamar dan membuat pil untuk memperkuat para Hunter menghadapi Orbion.
Leo tidak memiliki banyak waktu untuk membuat pil karena itu dia membuat pil sebanyak yang dia bisa ketika dia memiliki banyak waktu senggang.
Tak jarak pil buatan Leo memancing Sebuah Guntur yang menyambar ke kamarnya, dan intensitas dari Guntur yang menyambar semakin lama semakin banyak menandakan kemampuan Leo sudah lebih tinggi dibandingkan dengan peracik biasa.
Jika berada di dunia Immortal Leo sama saja dengan seorang Alchemy pemula, meskipun dikatakan pemula tapi seorang Alchemy bisa membuat sebuah perubahan besar pada satu tempat jika dia berdiam diri di sana termasuk Leo.
Saat ini di kamar Leo terdapat butiran butiran kelereng yang menggunung tinggi di beberapa tempat, kelereng kelereng itu adalah pil hasil buatannya.
Leo menyimpan pil yang memiliki kualitas menantang surga karena siapapun yang mengkonsumsinya akan mendapatkan perubahan yang tidak terbayangkan, bisa jadi mereka akan saling berebut untuk mendapatkan pil dengan kualitas menantang surga milik Leo jadi Leo memutuskan untuk menyimpan pil itu dan akan memberikan pil lainnya kepada ibunya dan juga Tiffany untuk di jual belikan dan disebarkan ke seluruh Indonesia.
"Baru satu kuintal sumber daya yang dihantarkan oleh Tiffany, sumber daya sebanyak ini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan banyak Hunter" Ujar Leo sambil melihat tumpukan pil yang ada di dekatnya.
Satu kuintal untuk setiap sumber daya yang mana berarti Leo telah menghabiskan empat kuintal untuk masing masing sumber daya dan hasilnya cukup mengerikan, dua ratus ribu pil bukanlah jumlah yang sedikit.
Bahkan jumlah pil sebanyak itu sudah bisa menciptakan sebuah pasukan besar yang sangat kuat dalam waktu yang sangat singkat.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus pergi ke tempat pelelangan dan mengantarkan pil pil ini pada Nona Tiffany, lagipula sumber daya yang aku butuhkan sudah habis"
Setelah Mengganti pakaian yang dia kenakan, Leo mengibaskan tangannya membuat tungku berwarna emas yang ada di tengah tengah ruangan masuk ke dalam cincin penyimpanannya serta sumber daya yang menumpuk di beberapa sudut mulai tertarik masuk ke dalam cincin penyimpanan Leo.
Setelah itu Leo keluar dari ruangannya untuk pergi menuju ke tempat pelelangan dan menyerahkan pemasaran pada Tiffany karena hanya wanita itu yang Leo percayai untuk saat ini, dia tidak mungkin melakukan hal bodoh dengan menjual pil pil buatan Leo sesuka hatinya karena sudah tahu identitas Leo yang sebenarnya yang mana dia adalah putra dari Satria Sang Saint Suci yang digadang gadang sebagai Hunter terkuat di dunia serta Fitri sang Dewi Keadilan, pemimpin tertinggi dari aliran Legendaris, aliran yang memiliki kekuatan tidak bisa dibayangkan dan bisa disebut sebagai aliran terkuat di seluruh dunia.
Menyinggung Leo sama saja dia telah memanggil kehancuran dari tempat usahanya sendiri, karena itu Leo sangat yakin Tiffany sangat bisa diandalkan untuk menjual pil buatannya.
Ketika Leo keluar dari gerbang, seorang wanita dengan gaun yang sangat cantik menunggunya di depan gerbang kediaman Misari.
Bukan orang lain tapi Misari sendiri yang menunggu Leo dengan wajah yang terlihat memerah.
"Anu Leo, kau ingin pergi? Kalau begitu aku ikut" Ujar Misari terlihat gelisah sambil menyingkap rambutnya dengan gerakan yang membuat Leo mematung selama beberapa saat.
"Sungguh imut" Ujar Leo tanpa sadar yang mana membuat pipi Misari memerah karena malu dibilang imut oleh Leo.
"Benarkah aku imut?" Tanya Misari membuat Leo gelagapan karena dia benar benar tidak sadar ketika mengatakan bahwa Misari imut, ketika dia tersadar sudah terlambat, dia baru saja masuk ke dalam sebuah sumur yang sangat dalam dan tidak mungkin bagi Leo untuk kembali.
"Ah…haha, ya begitulah, aku ingin pergi ke tempat pelelangan untuk mengantarkan barang, apakah kau mau ikut?" Tanya Leo menatap ke arah Misari yang mana sebuah senyuman terlukis di wajah cantik wanita itu.
Dengan cepat Misari menganggukkan kepalanya menanggapi apa yang dikatakan oleh Leo kemudian keduanya berjalan berdampingan menuju ke tempat pelelangan yang dimaksud oleh Leo.
__ADS_1
"Hehe, aku akan melakukan tugas yang diberikan oleh ibu dengan baik dengan mengawasi kak Leo dan segera mengambil tindakan jika mereka bertindak di luar batas, ibu serahkan semua ini padaku" Ujar Lili dalam bentuk roh dengan pakaian khas detektif.
Setelah Leo dan Misari sudah cukup jauh Lili mulai bergerak dengan mengendap endap mengikuti keduanya dari belakang meskipun seharusnya dia tidak perlu melakukan hal itu karena tanpa mengendap endap sekalipun dia tidak bisa dilihat oleh Orang lain kecuali orang itu memiliki Indra keenam.