ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Ingatan Aneh


__ADS_3

Seorang anak laki laki menggoda gadis kecil yang mana usia keduanya berada di kisaran delapan tahun.


Masamune juga ada di tempat itu tapi dia hanya bisa melihat apa yang terjadi di depannya tanpa bisa melakukan banyak hal, baginya memang kedua anak yang ada di depannya tidak asing tapi dia tidak bisa mengingatnya dengan baik.


"Apa apaan ini, kenapa di dalam kepalaku tiba tiba muncul ingatan semacam ini? Sebelumnya aku tidak mengingat terlalu banyak hal dan ingatan ini sangat aneh, aku merasa cukup familiar dengan kedua anak ini tapi kenapa aku tidak tahu siapa mereka?" 


Masamune menatap ke arah kedua anak kecil itu. pikirannya berselancar sangat dalam mencoba mencari identitas kedua anak itu di dalam ingatannya tapi dia tidak berhasil menemukan apa yang dia inginkan kecuali rasa sakit.


Ditengah tengah suasana gembira kedua anak itu, langit tiba tiba berubah menjadi gelap disertai boleh angin yang bertiup dengan sangat keras.


Dua orang wanita datang menghampiri kedua anak itu, tapi sebelum keduanya sampai pada kedua anak kecil itu, sebuah cahaya bergerak dengan sangat cepat menembus tubuh dua orang wanita membuat keduanya tumbang dan jatuh tidak bernyawa.


Masamune yang melihat hal itu menatap ke arah langit dan benar seperti apa yang dia pikirkan, Orbion. makhluk itu datang ke tempat mereka tapi tujuannya tidak begitu jelas.


Melihat hal itu Masamune segera mengeluarkan senjata spiritualnya dan bersiap dalam posisi kuda kuda. Dia takut bahwa para Orbion akan menyakiti kedua anak kecil itu sehingga membuat Masamune merasa sedikit cemas.


Cahaya hijau turun dari kapal jelajah angkasa, beberapa saat kemudian dua Orbion dengan pakaian yang sangat agunung muncul yang mana membuat Masamune terkejut karena kedua Orbion itu meskipun terlihat memiliki fisik yang cukup kekar dan berotot serta terlihat sangat kuat, Masamune tidak bisa merasakan aura spiritual di dalam tubuh keduanya.


"Apa yang terjadi, kenapa Orbion ini tidak memiliki tingkat pelatihan? Apakah mereka benar benar lemah seperti apa yang terlihat atau mereka menutupi kekuatan mereka? Apapun itu aku tidak akan membiarkan mereka mengambil kedua anak ini" 


Masamune beguman dengan sorot mata yang tidak kendor menatap kedua Orbion itu.

__ADS_1


"Tangkap anak laki laki itu dan bunuh yang perempuan, kita tidak memiliki banyak waktu jadi mari lakukan dengan cepat sebelum orang orang dari aliran Legendaris menyadarinya" 


Ujar salah satu Orbion menggerakan jari telunjuknya tepat ke arah anak kecil laki laki di susul senyuman oleh rekannya.


"Hahaha, ini adalah hal yang aku tunggu tunggu sejak tadi. aku ingin membuat tanganku berlumuran darah makhluk makhluk rendahan ini" Ujar Orbion yang lain kemudian dia mengeluarkan sebuah senapan. ketika pelatuk senapan itu ditarik, sebuah sinar laser bergerak dan menembus kepala anak kecil perempuan membuatnya jatuh tidak bernyawa di samping anak kecil laki laki yang menangis sejadi jadinya dan terlihat tubuh anak itu bergetar ketakutan.


Masamune yang melihat hal itu memegang senjata spiritualnya dengan sangat erat sebelum dia melompat ke arah dua Orbion yang mengincar anak laki laki tapi ketika dia mengayunkan senjatanya, serangannya seolah mengenai udara kosong dan menembus tubuh Orbion seolah di tempat itu tidak ada orang sama sekali.


"Tidak mungkin kan, apakah mereka mengembangkan teknologi baru untuk membuat tubuh mereka tembus ketika di serang, tidak, apapun itu aku harus menghentikan mereka" Masamune berbalik dan menebaskan pedangnya berkali kali ke arah Orbion tapi hasilnya tetap sama, dia tidak bisa melukai keduanya bahkan keduanya seolah tidak terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Masamune.


Setelah beberapa kali menebas Orbion di depannya, pandangan Masamune berubah menjadi hutan yang sangat lebat dengan banyak binatang berbahaya seperti ular dan harimau.


Masamune bisa melihat semua itu dan sekali lagi seorang wanita muncul di depan Masamune dan menunjuk ke suatu arah yang mana di arah yang ditunjuk oleh wanita itu, Masamune bisa melihat sebuah laboratorium yang sangat besar dan canggih.


Banyak manusia yang telah diubah menjadi monster mengerikan bahkan ada manusia yang sudah diubah menjadi potongan daging oleh para ilmuwan itu.


"Benar apa yang dikatakan oleh Leo, ilmuan ilmuan ini telah menyimpang dan berada di jalan yang salah!" ujar Masamune kemudian dia kembali mengeluarkan senjata spiritual miliknya.


Dia berencana menghabisi semua ilmuwan yang ada di sana tapi ketika dia menebaskan pedang besarnya pada semua ilmuwan, dia tidak mengenai apapun selain udara kosong.


"Apa apaan semua ini? Mereka bahkan tidak bisa dilukai?" ujar Masamune. Ketika Masamune masih berdiam diri tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sebuah energi aneh seolah menariknya menuju pemandangan yang sekali lagi membuat dia tidak bisa menutup mulutnya dan menahan amarahnya.

__ADS_1


Dia melihat anak kecil yang dia temui sebelumnya tengah berada di ruang penelitian, banyak kabel terpasang pada tubuh anak itu dan di sampingnya terdapat tubuh seekor rubah yang sudah mati.


"MULAI" Ujar salah satu ilmuwan yang mana setelah mengatakan hal itu, anak kecil yang terbaring tidak sadarkan diri dengan banyak kabel di tubuhnya tampak kejang kejang dan sangat menderita.


Sesuatu yang aneh mulai terlihat pada rubah yang ada di dekatnya, rubah itu mulai berubah menjadi manusia dengan fisik yang sangat mirip dengan sang anak, selain itu tubuh anak kecil yang menjadi kelinci percobaan sedikit mengering dibandingkan dengan sebelumnya tapi sebelum Masamune sempat marah, dirinya dipindahkan ke tempat lain yang jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan sebelumnya.


Masamune bisa melihat di depan matanya saat ini berdiri sebuah papan peringatan yang sangat besar bertuliskan dilarang masuk. 


Tapi karena Masamune dituntun oleh wanita misterius, dia akhirnya masuk ke dalam ruangan itu.


Di sana dia bisa melihat anak sebelumnya ada dua dan kedua kepala mereka dirobek hingga otak mereka terlihat keluar, mereka menanam sesuatu layaknya sebuah biji ke dalam otak keduanya sebelum menutup kepala keduanya kembali.


"Para ilmuwan ini benar benar tidak bisa dimaafkan!" ujar Masamune, dia berniat maju ke depan dan menghajar keduanya tapi dia segera dihentikan oleh wanita misterius yang menuntunnya.


"Sebenarnya apa yang diinginkan oleh para Orbion itu, mereka meminta kita untuk membuat manusia buatan dan menanamkan alat kendali di otak mereka?"


"Yang aku dengar mereka memiliki rencana besar dan salah satu rencana besar itu adalah mengandalkan manusia buatan yang kita ciptakan"


"Rencana besar seperti apa yang kau maksud?" 


Ketika teman nya bertanya, salah satu ilmuwan mulai mendekatkan mulutnya dan berbisik di telinga rekannya, mungkin karena apa yang akan dia katakan akan membuat keributan sehingga dia memilih memberitahukan apa yang dia tahu secara rahasia.

__ADS_1


Masamune juga melakukan hal yang sama dia sudah lelah tidak dianggap di tempat itu jadi dia juga memutuskan untuk mengetahui rencana apa yang disusun oleh para Orbion dan apa yang dia dengar benar benar membuat dia syok berat bahkan tidak bisa berkata kata.


"Salah satu manusia buatan ini, akan dijadikan sebagai kunci untuk membangunkan makhluk yang sanggup menghancurkan bumi" itulah yang Masamune dengar sebelum kesadarannya kembali dan dia menemukan dirinya diikat dengan erat oleh semua orang yang ada di sana.


__ADS_2