ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Identitas Orang Tua Leo


__ADS_3

"Ah anu, bisakah kau berhenti menatapku seperti itu" Ujar wanita itu sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi pandangannya dengan gerakan yang sangat anggun membuat Leo hampir tidak bisa mengedipkan matanya.


Tapi beberapa saat kemudian kesadaran Leo kembali dan dia segera menangkupkan tangannya di depan wanita itu.


"Maaf, bukan maksudku seperti itu aku hanya melihat bahwa kau sudah menembus tahapan Pemurnian Tubuh Bintang 1 bahkan sebelum masuk ke akademi" 


"Heh, bukankah kau juga menembus tingkatan yang sama denganku sebelum kau masuk akademi, aku bisa melihat aura spiritualmu melonjak dan bergerak tidak beraturan, apakah kau tidak melatih auramu?" Ujar wanita itu sambil menatap ke arah Leo yang mana dari raut wajahnya nampak wanita itu sangat kebingungan.


Melatih aura adalah sesuatu yang sangat wajar untuk seorang Hunter yang baru memasuki tingkatan pemurnian tubuh, dengan mengatur aura mereka, seorang Hunter bisa bertahan lebih lama dalam pertarungan.


Kubus aneh yang ada di dalam tubuh Leo sebelumnya juga mengatakan hal yang sama, bahkan Leo diberikan sebuah teknik pelatihan aura tingkat tertinggi tapi dia masih belum memahaminya karena metode yang diberikan oleh kubus itu terlalu rumit untuk dipelajari.


"Aku masih belum menguasai metode yang aku latih, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menyempurnakan metode pelatihan aura milikku" Ujar Leo kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan wanita itu tapi dengan cepat wanita itu berlari dan menghadang Leo dengan merentangkan kedua tangannya.


"Aku belum selesai berbicara denganmu, kau jangan coba coba mengabaikanku!" Ujar wanita itu menatap tajam ke arah Leo.


"Aku tidak mengenalmu nona, jadi jangan mencari masalah denganku, meskipun kau seorang wanita, jika kau mencoba mengusikku maka aku tidak akan tinggal diam!" ujar Leo.


Kegaduhan itu memancing banyak orang untuk menyaksikannya tanpa terkecuali dan ekspresi yang ditunjukkan oleh mereka semua nampak begitu terkejut ketika melihat siapa wanita yang berada di depan Leo.


"Siapa anak itu, dia benar benar mencari masalah dengan orang yang salah"


"Sungguh tidak bisa dipercaya orang sepertinya dengan pakaian yang begitu lusuh berani berhadapan langsung dengannya"

__ADS_1


"Sepertinya anak itu berasal dari kalangan bawah, dia tidak mengenal sosok yang begitu besar dibalik wanita itu!" 


"Stt...pelankan suaramu atau dia akan mendengarnya, jika sampai dia mendengarnya maka hal menarik tidak akan pernah tiba!" 


Mereka semua mulai membicarakan mengenai Leo, mereka tentu mengenal siapa wanita yang saat ini tengah berdebat dengan Leo.


"Apakah kau tahu siapa aku, aku adalah Misari, putri dari pengusaha paling besar di kota lamongan dan merupakan keponakan dari dua sosok yang menduduki peringkat lima besar dan tujuh besar di kota ini" Ujar wanita yang m nyebut dirinya sebagai Misari sambil menunjukkan senyuman tipis menatap ke arah Leo.


Misari berpikir dia sudah menang karena selama ini orang orang yang mengetahui identitasnya akan berusaha sebisa mungkin tidak mencari masalah dengannya karena latar belakangnya yang begitu besar dan menakutkan, tapi ternyata dia salah.


"Namaku Leo Wahyuda, kalau tidak ada urusan lain maka aku permisi!" ujar Leo berjalan meninggalkan wanita itu hingga membuat wanita itu terdiam selama beberapa saat.


Bukan hanya wanita itu melainkan hampir semua orang yang ada di sana hanya bisa melongo tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Leo karena apa yang dilakukan oleh Leo sama saja masuk ke dalam kandang harimau yang sangat ganas.


Leo hanya berjalan masuk ke akademi dengan puluhan pasang mata yang memandang ke arahnya dengan tatapan tidak percaya atas apa yang dilakukan oleh anak itu.


"Anak itu benar benar sudah gila, dia menyinggung Nona Misari"


"Kita lihat saja seberapa lama dia bisa bertahan di akademi ini setelah menyinggung orang yang seharusnya tidak ia singgung!" Ujar beberapa orang sambil menatap kepergian Leo.


….


Sementara itu di tempat lain di atas sebuah gedung yang cukup tinggi dua orang menatap jauh ke arah pertengkaran antara Leo dan Misari dimana seorang wanita tampak sangat kesal akibat apa yang dilakukan oleh Leo terhadap keponakannya.

__ADS_1


Dia akan memecahkan kepala anak itu jika saja tidak ada Ronny di sana yang turut mengawasi baik Misari maupun Leo.


"Dia pikir seberapa hebat dirinya sampai sampai berani menyinggung Misari kita, kau melihat semua itu tapi kau memintaku untuk tidak menyerangnya apakah kau sudah tidak waras!"


"Dilihat dari manapun dia lebih hebat dibandingkan dengan Misari, Misari mencapai kekuatannya saat ini dengan bantuan sumber daya dan obat obatan tapi anak itu berbeda"


"Apanya yang berbeda? Anak itu memang memiliki bakat tapi bakatnya terlalu jauh jika dibandingkan dengan Misari" Ujar wanita itu menatap tajam ke arah Ronny.


"Kau benar bakat mereka terlalu jauh, bahkan aku tidak percaya dengan apa yang pernah aku lihat, bukan hanya menembus tahapan Pemurnian Tubuh Bintang 1 di usianya yang masih lima belas tahun, dia juga mendapatkan Ilham jurus di tingkatannya saat ini" Ujar Ronny yang mana hal itu membuat wanita yang ada bersamanya terkejut.


"Apa yang kau katakan, anak itu menembus tingkat Pemurnian Tubuh Bintang 1 di usia lima belas tahun, bagaimana mungkin?" Ketika mendengar pernyataan dari Ronny seketika wanita itu menampakkan ekspresi yang jauh berbeda dibandingkan dengan sebelumnya.


Terkejut, itulah yang terjadi saat ini pada wanita itu, bagaimanapun apa yang dikatakan oleh Ronny berada jauh dari apa yang bisa dipikirkan oleh seorang Hunter.


Tubuh mereka hanya bisa menerima tekanan dari kekuatan spiritual ketika usia mereka enam belas tahun, apa yang terjadi pada Leo benar benar sesuatu yang melampaui hukum alam yang berlaku di dunia.


"Yah aku pikir itu mengalir pada darahnya, dia adalah putra seorang yang berdiri di puncak kekuatan dua puluh tahun yang lalu dan menciptakan kehebohan besar atas pencapaian yang dia lakukan" Ujar Ronny yang mana hal itu membuat wanita yang ada bersamanya menjadi semakin terkejut.


"Apakah maksudmu?" 


"Ya dia adalah anak dari Saint Suci dan Dewi Keadilan" Ujar Ronny yang mana hal itu membuat wanita itu bergetar ketakutan.


Seluruh tubuhnya benar benar menggigil karena mendengar dua julukan yang melegenda itu, Saint Suci yang berhasil memporak porandakan pasukan Orbion dan Dewi Keadilan yang memimpin aliran Legendaris dalam peperangan hebat antara manusia dan Orbion.

__ADS_1


__ADS_2