
Kemunculan para Orbion di seluruh dunia membuat kekacauan terjadi di mana mana, tak terkecuali kota Jakarta, semua Hunter baik yang tergabung dengan aliran maupun yang tidak tergabung dengan aliran melakukan hal yang sama demi mempertahankan kota mereka.
Mereka melakukan perlawan pada lawan lawan yang ada di depan mereka yang artinya tidak ada satupun dari mereka yang takut akan di kematian untuk mengalahkan para Orbion.
Memang pada dasarnya para Hunter sudah bertekad dalam diri mereka bahwa mereka akan mengorbankan nyawa demi keselamatan banyak orang, meskipun hal itu hanya sebagian besar orang dan ada beberapa orang yang menjadi Hunter agar bisa mejadi populer dan bisa mendapatkan uang dengan mudah.
Di sebuah Mansion mewah, Lili, Masamune dan Dinda benar benar melihat kejadian yang mengerikan dimana banyak Orbion melakukan serangan besar besaran di jalanan kota Jakarta.
Mereka membunuh orang orang yang tidak bersalah dan tidak berdaya dan untuk saat ini ketiganya tidak bisa melakukan apapun untuk menolong orang orang yang mereka lihat berlarian menyelamatkan diri dari luar jendela ruangan mereka.
Masamune karena kedua kakinya harus diamputasi yang membuatnya tidak bisa berjalan, Dinda karena kedua tangannya masih patah dan belum pulih dan Lili yang harus menjaga keduanya dari bahaya yang mengancam.
Ketiganya benar benar tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini sebelum ruangan tempat mereka berkumpul dibuka dan seorang pemuda dengan luka lebar di lengan kanannya masuk ke dalam dan ambruk begitu saja.
"Kakak"
"Leo"
Ujar ketiganya serempak yang mana setelah mengatakan hal itu, Lili berlari menuju ke arah Leo dan membantunya untuk berdiri.
"Kenapa kau bisa terluka?" Tanya Masamune dengan wajah panik menatap ke arah Leo yang saat ini sedang dipapah oleh Lili.
"Panjang ceritanya, aku akan menceritakan semuanya setelah kita semua aman" Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan dua butir pil regenerasi yang dia buat dan memberikannya pada Masamune dan Dinda yang membuat mereka terkejut.
__ADS_1
"Maaf aku hanya bisa membuat dua butir, sebenarnya aku berhasil membuat tiga tapi satu butir lainnya dirampas oleh Ratu Laut Selatan" Ujar Leo yang mana hal itu membuat ketiganya terkejut.
"Kakak, kakak benar benar bertemu dengan ratu laut Selatan?" Tanya Lili menatap ke arah Leo khawatir.
"Aku bertemu dengannya dan dia benar benar mengerikan seperti apa yang kalian katakan, bahkan di dalam laut Selatan saat itu terjadi pertarungan yang melibatkan para Saint yang membuat bencana di mana mana" Ujar Leo yang mana membuat Dinda, Masamune dan Lili tidak bisa berkata kata.
"Lupakan mengenai itu, kalian cepat makan pil itu, Lili ini untukmu karena kau sudah membantu menjaga mereka" Ujar Leo sambil menyerahkan sebuah pistol berwarna hitam pada Lili yang mana seketika membuat Lili memancarkan senyuman cerahnya.
"Kakak, terimakasih" Ujar Lili memeluk erat tubuh Leo membuat Leo tersenyum meskipun dia merasakan rasa sakit di lengan kanannya yang terluka saking eratnya pelukan Lili.
Setelah memeluk tubuh Leo, lili segera melepaskannya dan mengambil sikap Lotus untuk menyatukan diri dengan senjata spiritual yang diberikan oleh Leo.
Dinda dan Masamune juga melakukan hal yang sama, keduanya segera menelan pil pemberian Leo dan menyadap khasiat yang ada didalamnya, bersamaan dengan keduanya yang menyerap khasiat dari pil buatan Leo, cahaya yang cukup terang terpancar dari tubuh keduanya.
Karena itu Leo berjalan menuju ke arah jendela dan dia melihat dua Orbion yang siap mengarahkan meriam plasma tepat ke ruangan yang ditempati oleh Leo dan yang lainnya.
"Sial!"Ujar Leo lantas dia mengeluarkan pedang miliknya yang mana ketika pedang itu keluar aura kematian segera menyelimuti ruangan tempat Leo.
Dinda dan Masamune nampak terganggu dengan aura kematian yang dikeluarkan dari senjata Leo tapi Lili tampak lebih nyaman dengan aura kematian itu.
"Aku tidak bisa berada di sini atau aku akan mengganggu mereka berdua!" Ujar Leo sambil melihat keluar jendela lantas Leo melompat keluar jendela bertepatan dengan tembakan yang dilancarkan oleh para Orbion.
"Teknik Pedang Kabut, Muslihat Pedang!" Leo mengayunkan pedangnya yang mana ketika melakukan hal itu, bilah angin berwarna putih bergerak sangat pelan menuju ke arah tembakan para Orbion.
__ADS_1
Meskipun pelan jangan salah, serangan yang Leo lakukan bisa membunuh orang yang memiliki tingkatan yang sama dengan Leo bahkan memiliki tingkat pelatihan yang lebih tinggi.
Akan tetapi ketika berbenturan dengan tembakan plasma dari senjata dua Orbion di depannya ledakan besar terjadi yang membuat Leo terlempar jauh ke belakang dan membentur dinding bangunan dekat jendela yang dia pecahkan sebelumnya.
Seteguk darah segar keluar dari bibir Leo setelah dia menerima serangan itu, meskipun tubuhnya kuat tapi dia tidak bisa menahan teknologi yang dimiliki oleh para Orbion sepenuhnya.
Selain karena pertarungan sebelumnya yang menguras kekuatannya, Leo juga menderita luka yang lumayan parah akibat dari tembakan meriam plasma yang sama sebelumnya.
Leo bisa melihat dua Orbion itu mengarahkan meriam plasma tepat ke arahnya yang mana ketika melihat hal itu, Leo hanya bisa mengumpat pada dirinya sendiri yang terlalu lemah.
Leo saat ini harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bertahan hidup dan melindungi Lili dan yang lainnya hingga dia teringat akan sesuatu.
Slash…..Tembakan plasma kembali terarah pada Leo dan terlihat Leo menggerakkan Jari tangannya dan seketika, tungku pil berwarna emas dengan tinggi mencapai tiga meter keluar dan menahan serangan itu.
Ketika serangan itu membentur tungku pil yang dikeluarkan oleh Leo, cahaya itu seolah diserap masuk ke dalamnya hingga beberapa saat kemudian tembakan cahaya itu benar benar musnah.
"Benar dugaanku, barang barang dari peradaban kuno tidak sesederhana kelihatannya" Ujar Leo kemudian dia mengingat batu yang ditemukan bersama dengan Lili sebelumnya ketika mereka pertama kali pergi ke kota Jakarta.
Leo mengeluarkan batu itu dan memecahkannya dengan kekuatan fisiknya yang mana setelah batu itu pecah, terdapat kristal yang mengandung kekuatan tidak terbendung di dalamnya.
"Barang ini, Spirit Stone dari peradaban kuno yang menyimpan kekuatan besar di dalamnya" Ujar Leo terkejut tapi keterkejutan Leo terhenti ketika dia melihat cahaya yang semakin cepat bergerak ke arahnya.
"Gawat, aku lengah" Leo hanya bisa menutup matanya ketika dia melihat cahaya dari meriam plasma menuju ke arahnya, meskipun Leo sudah pernah merasakan kematian sekali, tapi dia memiliki firasat bahwa jika dia mati sekali lagi maka semua akan berakhir.
__ADS_1