
"Kenapa aku merasakan suasana yang kurang nyaman ya?" batin Leo sambil memegangi dadanya yang tiba tiba terasa tidak nyaman, beberapa saat yang lalu nomor peserta telah diambil dan musuh musuh mereka telah ditentukan.
Lawan yang harus dihadapi oleh Leo adalah seorang anak dari kota Surabaya yang jauh lebih lemah darinya sehingga kecil kemungkinan Leo akan kalah tapi dia tetap merasa tidak nyaman akan sesuatu.
"Apakah ibu baik baik saja ya?" Batin Leo menatap ke atas langit.
….
"Serangan api surgawi!" Saat ini Fitri berada dalam kepungan dua orang tingkat saint, dengan kekuatan yang dimiliki oleh keduanya mereka mampu membuat Fitri mundur dan hampir kalah meskipun sebenarnya Fitri juga berhasil menorehkan beberapa luka di tubuh mereka.
Tapi jika pertarungan terus berlanjut maka sudah bisa dipastikan bahwa tempat itu akan menjadi kuburan Orang orang dari aliran Legendaris.
Organisasi kegelapan telah menyiapkan semuanya dengan cukup bersih dan dengan perencanaan yang sangat matang, bahkan mereka tidak bisa keluar dari pertempuran itu karena jumlah dari musuh tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka meskipun kebanyakan adalah orang orang yang berada di bawah tingkat perombakan tulang.
Meskipun demikian jumlah yang begitu banyak masih tetap merepotkan bagi aliran legendaris karena jika bertarung terus menerus, mereka akan kehabisan kekuatan spiritual.
"Hahaha, Hanya seperti ini Dewi keadilan yang dikatakan mampu melindungi umat manusia, tidak jauh berbeda dari seekor burung yang terjebak di dalam sangkar" Ujar beberapa orang dari organisasi kegelapan yang kini dihadapi Fitri.
Lingkaran api yang dikeluarkan oleh Fitri ditahan menggunakan sebuah benda menyerupai sebuah plat khusus yang mana plat khusus itu menyerap serangan layaknya cincin penyimpanan tapi meskipun cincin penyimpanan bisa menyimpan segala sesuatu ke dalam dimensinya, cincin penyimpanan tidak bisa menyimpan makhluk hidup dan menghilangkan serangan seperti apa yang bisa dilakukan oleh plat khusus dari organisasi kegelapan.
__ADS_1
"Para ilmuwan itu mereka sudah terlalu berlebihan menciptakan barang barang semacam ini,kalau serangan spiritual tidak berguna maka aku akan menggunakan serangan fisik!" ujar Fitri kemudian dia mengganti semua tanah yang dikeluarkan sebelumnya dengan pedang-pedang yang melayang mengitarinya dengan pengendalian batin milik Fitri.
Hanya dengan mengandalkan kekuatan pikirannya, Fitri menggunakan semua pedang yang dikeluarkan untuk menyerang dua orang yang sedang dihadapi saat ini membuat dua orang itu melompat mundur ke belakang beberapa langkah disusul dentingan senjata yang saling bertabrakan satu sama lain.
"Benar dugaanku bahwa kalian tidak bisa menyimpan serangan Fisik dengan benda seperti itu, kalau begitu aku akan menambah pedang yang harus kalian hadapi" Ujar Fitri sambil mengibaskan tangannya dan puluhan pedang lainnya muncul yang mana total keseluruhan pedang yang dikendalikan oleh Fitri saat ini seratus buah.
100 buah pedang yang bergerak sangat cepat menghadapi semua lawan yang berada di depan Fitri, bahkan seorang yang berada di tingkat Saint harus melompat mundur karena selain pedang yang dilemparkan oleh Fitri sangat tajam dan berbahaya terdapat bercak ungu di setiap pedang yang mereka yakini sebagai racun.
"Demi masa depan, meskipun aku harus mengorbankan nyawa juga tidak masalah, semua teknik yang aku punya, aku harus mengeluarkannya untuk menghadapi kelompok sesat ini!" ujar Fitri yang mana bukan hanya pedang, Fitri menciptakan banyak bola api yang berputar di sekelilingnya.
Ketika Fitri berniat menembakkan serangan itu pada lawan di depannya, sebuah gada melesat menuju ke arahnya yang mana ketika Fitri menyadarinya dia berusaha mengalihkan serangan tapi terlambat, gada itu memukul Fitri dengan sangat keras hingga membuat gelombang udara berantakan dan angin bertiup ke segala arah dengan kecepatan yang sulit dibayangkan.
"Sial, ternyata di sini ada jebakan semacam ini!" Guman Fitri kemudian dia terbang ke atas langit dengan luka memar di perutnya, meskipun Fitri sudah terbang sangat tinggi sulur sulur pohon terus tumbuh dan menjulang tinggi ke atas langit yang mana saat ini situasi sulur sulur pohon itu lebih mirip pohon dunia yang menembus awan.
Desa yang menjadi tempat sulur sulur itu tubuh telah lenyap digantikan dengan batang pohon raksasa yang menjulang tinggi ke atas langit.
"Kau pikir apa kelemahan dari kayu?" Ujar Fitri kemudian dia mengumpulkan kekuatan spiritual membentuk sebuah bola api dengan dengan satu pukulan serangan itu menghantam pohon dan membakarnya dengan sangat cepat menuju ke akar akarnya.
Akan tetapi karena terus menerus menghindari Sulur pohon dan melancarkan serangan barusan, Fitri telat menyadari sebuah busur panah yang bergerak ke arahnya dengan sangat cepat dan berakhir menembus perutnya dan darah segar mengalir membasahi pakaian yang dia kenakan.
__ADS_1
"Sial" Guman Fitri sambil memegangi busur panah yang menancap di perutnya sebelum dia mencabut busur panah itu dan mengeluarkan sebutir pil buatan Leo yang berfungsi untuk pemulihan.
Ketika Fitri menelan pil buatan Leo, perlahan lahan luka yang dia terima disembuhkan dengan waktu yang sangat singkat, tapi satu hal yang dilupakan yaitu tanda hitam yang membekas di perut Fitri.
Racun, Busur panah yang ditembakkan entah oleh siapa dari bawah mengandung sebuah racun yang sangat mematikan, jika tidak mendapatkan penawar atau penanganan yang serius dalam waktu satu jam maka dia akan mati.
"Jadi begitu ya, mereka berpikir bahwa aku akan mati meskipun mereka tidak menyerangku, mereka berpikir terlalu sempit, meskipun aku mati aku akan membawa kalian mati bersamaku!" Ujar Fitri kemudian dia mengangkat tangannya tinggi tinggi dan matahari kedua muncul di atas langit.
…..
"Leo kenapa kau menangis? Apakah ada yang salah?" Tanya Misari ketika dia mendapati Leo meneteskan air mata.
Dia benar benar tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya Leo memiliki sebuah masalah yang sangat besar sampai sampai dia meneteskan air mata.
"Aku tidak menangis" Ujar Leo sambil mengusap matanya dan benar saja dia sedang menangis, tapi dia tidak tahu kenapa dia menangis, hatinya memang tiba tiba terasa begitu sakit tapi Leo tidak tahu kenapa rasa sakit itu tiba muncul.
"Kenapa aku memiliki firasat yang buruk, apakah ibu baik baik saja?" Ujar Leo sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
"Peserta nomor 31-35 silahkan naik ke atas arena" Ujar juri memberikan pengumuman dan dengan cepat Leo naik ke atas arena karena salah satu nomor yang dipanggil adalah nomor milik Leo.
__ADS_1