ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Mengubah Roy Menjadi Abu


__ADS_3

"Karena kalian yang memulainya terlebih dahulu maka jangan salahkan aku jika berlaku kejam pada kalian" 


Leo mengatakan hal itu dan sesaat kemudian Sambaran sambaran petir keluar dari mulut naga petir yang dibentuk oleh Leo menghantam tubuh orang orang dari Organisasi Kegelapan tanpa ampun.


Mereka yang tidak memiliki kekuatan yang cukup berubah menjadi abu dalam sekali hantaman, sementara yang memiliki kekuatan sedikit lebih kuat hanya merasakan aliran listrik yang sangat kuat menyerang mereka dari dalam.


Leo yang berada di atas arena saat ini lebih mirip seperti sebuah Tesla yang menyambar kan listrik ke berbagai arah dan menghancurkan target sekitarnya.


Setelah itu Leo mengalihkan pandangannya ke arah Roy yang saat ini benar benar merasa bahwa nyawanya akan berakhir karena kehadiran Leo, pakaian yang mereka gunakan basah karena keringat yang mengalir dari tubuh mereka.


"Dan kau, bagaimana mungkin aku melupakan dirimu, kau dilindungi oleh orang itu berarti jelas bahwa kau adalah salah satu tokoh penting para Orbion, kebetulan sekali aku ingin membuat perhitungan dengan kalian semua dan kau adalah yang pertama"


Leo menatap ke arah Roy yang bergetar ketakutan di depan Leo saat ini, dia bisa melihat sesuatu seperti sebuah kehancuran telah terlahir dalam diri Leo dan meskipun dia berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kehancuran itu, dia tetap akan terkena imbasnya.


"Kumohon…jangan mendekat, aku bisa memberikanmu apapun yang kau mau jadi jangan mendekat!" Roy berusaha membujuk Leo tapi siapa Leo, dengan uang yang dia miliki dia bisa membeli apapun yang dia inginkan.


Lagipula siapa yang membuat semua orang menderita dan membuat dunia berada dalam keterpurukan saat ini, jika dunia tidak mengalami kekacauan sebesar ini selama bertahun tahun, pasti dia juga bisa mendapatkan banyak hal dengan mudah.


"Aku tidak membutuhkan apapun darimu kecuali nyawamu!" Ujar Leo.


Sesaat kemudian naga yang terlahir dari kekuatan soiritual Leo melesat menuju ke arah Roy dan menghantam tubuh Roy dengan sangat kuat membuat cahaya layaknya lampu yang sangat terang muncul di atas arena kompetisi.


Beberapa saat kemudian cahaya terang yang menyilaukan itu memudar dan di tempat berdirinya Roy sebelumnya tidak ditemukan apapun selain setumpuk debu yang perlahan lahan mulai lenyap ditiup oleh angin.

__ADS_1


"Tidak, apa yang kau lakukan!" Kaisar Darah tiba tiba muncul di belakang Leo, dengan pedang di tangannya dia berniat memenggal kepala Leo dan memang gerakan yang dia lakukan sangat cepat bahkan waktu seolah berhenti ketika Kaisar Darah muncul di belakang Leo dan melancarkan sebuah serangan.


"Kesombongan kalian akan aku akhiri di tempat ini, dan akan aku jadikan tempat ini sebagai makam kalian semua!" 


Leo hanya membatin di dalam pikirannya, meskipun gerakan yang dilakukan oleh Kaisar Darah sangat cepat tapi pola pikir Leo juga bertambah cepat dibandingkan dengan sebelumnya.


Dengan pola pikir yang dia miliki saat ini, Leo bisa dengan cepat memikirkan antisipasi atau serangan yang akan dilancarkan kepada Lawannya.


Trang…Blam….ledakan yang sangat kencang terjadi ketika pedang yang digunakan oleh Kaisar Darah membentur sesuatu yang sangat keras.


Sebuah perisai berbentuk sisik naga muncul menahan serangan itu yang mana kemunculan perisai itu mengejutkan bagi Kaisar Darah karena belum pernah ada orang yang bisa menahan serangannya yang sangat cepat terlebih mengeluarkan jurus seperti apa yang Leo lakukan.


"Sial, bukankah dia terlalu kuat untuk anak seusianya" Batin Kaisar Darah sambil menolehkan kepalanya ke segala arah.


"Kenapa mereka masih belum selesai dengan orang orang itu, apa yang terjadi?" Kaisar Darah benar benar dibuat kebingungan karena menurut rencana yang disusun, seharusnya kekacauan terjadi sangat parah di atas arena dengan banyak orang yang saling serang satu sama lain, tapi yang dia lihat saat ini Organisasi Kegelapan miliknya yang disudutkan oleh para Hunter yang ada di tribun penonton.


"Apa maksudmu!"


"Yah lain kali jika ingin melancarkan serangan siapkan diri kalian dengan mengenali rekan tim kalian, menggunakan tanda pengenal untuk mengetahui siapa lawan dan siapa kawan, kalian tidak berpikir semua orang bodoh bukan"


"Kau…jadi kau yang membocorkan mengenai hal ini?"


"Yap benar sekali dan aku juga yang akan menghancurkan kalian semua karena kalian juga sudah membuat banyak kerusakan" Ujar Leo kemudian dia menundukkan kepalanya dan kedua tangan Leo mengepal dengan sangat erat mencengkram senjata spiritual miliknya.

__ADS_1


"Terlebih, kalian sudah membuat aku harus berpisah dengan ibuku!" ujar Leo dengan atmosfer yang berubah di sekitarnya.


Hawa dingin merembes keluar dari tubuh Leo diikuti oleh kilatan kilatan petir, bukan hanya itu, aura yang sangat mengerikan meledak dari tubuh Leo membuat Kaisar Darah dihempaskan oleh terpaan angin yang mencoba melarikan diri dari kekuatan yang dimiliki oleh Leo.


"Sepertinya aku harus berjuang sampai titik darah penghabisan, jika tidak maka mustahil mengalahkan anak ini" Batin Kaisar Darah menyiapkan senjata spiritualnya dan menatap ke arah Leo dengan tatapan dingin.


…..


"Hahah, menang penempa itu adalah orang yang sangat mahir membuat senjata spiritual, aku tidak menyangka senjata buatannya bisa sekuat ini" Dinda dengan kipas di tangannya membuat bilah bilah angin yang melesat ke arah lawan lawannya.


Setiap ayunan kipas berarti satu bilah angin tercipta dan Dinda mengayunkan kipas itu dengan sangat cepat hingga dalam beberapa tarikan nafas, lebih dari lima bilah angin bergerak ke berbagai arah menuju Hunter yang saling bertarung satu sama lain.


Ketika sibuk mengayunkan kipas yang dia kenakan, Dinda tidak menyadari di belakangnya terdapat seorang Hunter yang mengenakan setumpuk Zirah tebal mengangkat sebuah gada dipenuhi oleh duri duri ke arahnya dan berniat menyerangnya.


Meskipun beberapa bilah angin Dinda menghantam ke arahnya sebelumnya, tapi orang itu tidak terluka sedikitpun dan hanya goresan yang terlihat di senjata spiritualnya.


Jleb…pedang berukuran dua meter menusuk perut orang itu hingga tembus dan darah terlihat mengalir dari mulut dan bekas luka tusukan di perutnya.


Ketika itu Dinda melihat ke belakang dan dia menemukan Masamune dengan senjata spiritualnya menghujam ke arah orang yang berniat menghajar Dinda dengan gada berduri miliknya.


"Perhatikan sekitarmu, ini bukan latihan pertempuran tapi ini adalah pertempuran sesungguhnya, jangan pernah terlena dengan kekuatan yang kau miliki" Ujar Masamune yang mana hal itu ditanggapi oleh Dinda dengan mengayunkan kipasnya ke arah Masamune dan dua bilah angin bergerak dengan sangat cepat melalui pemuda itu.


Tepat setelah itu, tubuh seorang pria yang entah siapa terjatuh dengan posisi mengangkat pedang dan luka sayatan akibat bilah angin yang dikeluarkan oleh Dinda.

__ADS_1


"Tidak perlu berterimakasih" Ujar Dinda kemudian dia pergi menghadapi musuh lainnya.


"Heh, sepertinya dia meremehkanku" Ujar Masamune dengan senyuman tipis di wajahnya sebelum dia pergi dari sana untuk menghabisi musuh lainnya.


__ADS_2