ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kunjungan Tidak Terduga


__ADS_3

"Guru kemana kita akan pergi?" Tanya Leo menatap ke arah Ryan, Selama 2 harian ini keduanya terus berlari dan sesekali menginap di hotel untuk sekedar menghilangkan rasa lelah mereka tapi Leo tidak diberitahu mengenai tujuan mereka sebenarnya dan hanya diminta untuk berlari.


"Kita akan pergi menuju Jakarta, kota itu sangat cocok untukmu berlatih saat ini, dan aku harap kau bisa bertambah kuat setelah menjalani latihan yang aku berikan di Jakarta" Ujar Ryan menjelaskan yang mana setelah mengatakan hal itu Ryan menambah kecepatan larinya.


"Sial, kenapa begini lagi?" ujar Leo karena selama berlari 2 hari ini, Ryan terus menambah kecepatan larinya sedikit demi sedikit hingga Leo kesusahan untuk mengikutinya.


….


"Hah...hah...hah, akhirnya aku bisa beristirahat" Ujar Leo kemudian dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur hotel yang barusan dia pesan.


Leo benar benar merasa kelelahan karena kali ini Ryan berlari lebih kencang dibandingkan dengan biasanya, bahkan kecepatan berlari yang Ryan lakukan dua kali lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan berlari Leo dengan kekuatannya saat ini tapi Leo tahu apa maksud dari Ryan melakukan hal itu.


Semua yang dilakukan oleh Ryan bertujuan untuk melatih kecepatan yang dimiliki oleh Leo, semakin cepat Leo beradaptasi dengan kecepatan berlarinya maka semakin cepat pula perkembangannya dalam pelatihan.


Ryan ingin menjadikan Leo bukan hanya kuat, tapi juga menjadikan anak itu sebagai orang yang berpendirian dan memiliki prinsip sendiri.


Itu yang diinginkan oleh Ryan saat ini, setidaknya Leo bisa menandingi orang orang kuat yang tingkatannya jauh lebih tinggi dibanding dengannya agar di masa depan, jika Leo harus bertarung dengan orang yang kekuatannya diluar logika, dia masih bisa bertahan atau bahkan memberikan serangan balik.


Di dalam kamarnya Leo tidak bisa tidur memikirkan banyak hal di dalam kepalanya, entah kenapa tiba tiba Leo mengingat mengenai Misari yang sangat keras dan tidak peduli dengannya, bahkan wanita yang menjadikannya rival dalam pelatihan.


Ketika mengingat Misari mengatakan bahwa dia akan menjadi lebih kuat dibanding Leo, dengan cepat Leo berubah posisi menjadi duduk dan mengeluarkan pedang berkarat dengan aura kematian yang sangat pekat.


Keberadaan pedang itu memberikan tekanan yang sangat besar pada Leo, bahkan karenanya tubuh Leo hampir dibuat tertunduk di atas kasur karena tekanan yang diberikan oleh pedang itu.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan wanita itu menjadi lebih kuat dibandingkan denganku, aku akan mengalahkannya!" ujar Leo kemudian dia menyerap kekuatan spiritual yang ada di dekatnya.


Karena keberadaan pedang berkarat yang mengandung aura kematian yang sangat pekat itu, jangankan udara, bahkan Aura spiritual yang ada di ruangan itu semakin sedikit, tapi itulah tujuan Leo sebenarnya.


Leo Ingin mencoba sesuatu yang bahkan tidak pernah dipikirkan oleh Hunter manapun yaitu pelatihan tanpa henti selama seharian penuh, Leo sangat yakin bahwa jika dia bisa melakukannya maka kekuatannya akan meningkat dengan cepat, bahkan ketika kekuatan spiritual yang ada di sekitarnya sangat terbatas dan penuh dengan tekanan.


Berjam-jam Leo melakukan hal gila itu dan akhirnya dia memutuskan untuk menyimpan pedang berkarat kembali ke dalam cincin penyimpanannya.


Leo benar benar tidak kuat menahan tekanan aura kematian yang begitu pekat dari pedang berkarat itu, bahkan hanya dalam waktu satu jam lewat beberapa menit, Leo hampir kehilangan kesadaran.


Jika saja Leo tidak menyimpan pedang itu ke dalam cincin penyimpanannya mungkin saat ini dia benar-benar akan tergeletak tak bernyawa karena kehabisan oksigen serta mengalami tekanan yang sangat mengerikan.


"Hah, hah aku benar benar kehabisan kekuatan setelah berlatih begitu keras, jika saja aku telat mungkin aku akan pergi menyusul ibu" Ujar Leo dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Apakah ini serius?" Guman Leo sambil melihat wanita bergaun putih yang melayang di atasnya.


…..


Satria Wahyuda duduk sambil mengawasi hotel yang ditempati oleh Leo dan juga Ryan, senyuman tipis menghiasi wajahnya ketika dia mengawasi hotel itu dan beberapa saat kemudian Satria bisa melihat Ryan muncul di atas atap hotel dan menatap ke arah dirinya.


"Apakah kau hanya ingin melihat saja dari sana? Kau tidak ingin menemuiku?" Tanya Ryan dan setelah mendengar hal itu, Satria turun dan menghampiri Ryan sebelum dia menepuk bahu pemuda itu.


"Ryan yang dikenal sebagai tutor monster tidak berperasaan, aku berharap kau menjaga putraku atau jika tidak, aku benar benar akan mengejarmu meskipun kau berada di alam baka sekalipun!" ujar Satria menatap ke arah Ryan.

__ADS_1


"Apakah begitu sikapmu terhadap teman lama, putramu bahkan lebih berbahaya dibandingkan dengan apa yang aku kira, dia memiliki binatang spiritual yang sama sepertimu dan ibunya, siapapun pasti akan mengira bahwa dia adalah monster karena memiliki dua binatang spiritual tingkat Mistis" Ujar Ryan menatap ke arah Satria.


"lihat dulu siapa ayahnya" 


"Iya iya, aku percaya bahwa ayahnya adalah Satria sang Saint Suci yang tak terkalahkan, meskipun kau sangat menyebalkan" Ujar Ryan yang mana setelah mengatakan hari itu dia mendapatkan pelukan Satria.


"Ah ayolah, jangan memanggilku seperti itu, kenapa kau ingin bertemu denganku?" tanya Satria menatap ke arah Ryan karena di tengah kesibukannya, tiba tiba dia mendapatkan sebuah pesan dari Ryan dan memintanya untuk bertemu melalui seekor burung merpati yang selama ini selalu menjadi media bagi keduanya untuk saling mengirim pesan.


"Aku ingin bertanya padamu mengenai beberapa hal dan aku harap kau mengatakan mengenai masalah ini dengan jelas padaku" 


"Tanyakan saja, jika aku bisa menjawabnya maka aku akan menjawab pertanyaanmu" Ujar Satria.


"Sebenarnya kau tahu mengenai Orbion yang bisa berubah wujud menjadi manusia dan juga para pengkhianat yang ada di kubu kita bukan? Aku hanya ingin memastikan bahwa apakah semua orang yang kau bunuh adalah penghianat penghianat ini atau ada alasan yang lain?" Tanya Ryan.


"Jadi kau sudah tahu, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu kalau begitu" Ujar Satria kemudian dia mulai bercerita.


……


Dibalik portal yang mana dunia sangat gersang, beberapa Orbion menggali dengan semua teknologi yang mereka miliki hingga membentuk sebuah kawah raksasa.


Para orbion menggali sebuah bahan khusus yang bisa digunakan sebagai senjata yang sangat kuat bahkan senjata itu mampu memotong sebuah gedung hanya dengan satu tebasan.


"Satria, kekuatanmu sudah tidak bisa menahan kami semua, sebentar lagi kau dan seluruh umat manusia yang ada di bumi akan merasakan penghinaan tanpa akhir dari kami!" Ujar Orbion dengan kekuatan yang meluap luap dari tubuhnya, di tangan kanan itu terdapat senjata yang mana senjata itu bisa berubah menjadi delapan bentuk yang berbeda dan bisa digunakan untuk menyerang, bahkan bisa dialiri oleh kekuatan spiritual.

__ADS_1


Di belakang orbion itu terdapat banyak Orbion lainnya yang nampak sudah tidak sabar ingin memperbudak manusia sekali lagi, dan untuk masalah kekuatan, tidak perlu diragukan lagi, semua Orbion itu sangat kuat.


__ADS_2