ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Mata Kiri Yang Buta


__ADS_3

"Kau pikir dengan serangan lemahmu kau bisa mengalahkanku begitu saja, aku beritahukan kepadamu bahwa aku bisa memunculkan gelang gelang ini seberapa banyak yang aku inginkan!" 


"Sial, dia menggunakan gelang gelang ini sebagai peluru untuk melancarkan serangan padaku, jika seperti ini terus aku tidak akan bisa bertahan!" Ujar Leo.


Leo terus menahan serangan gelang gelang yang kecepatannya hampir sama dengan sebuah peluru tanpa menyadari bahwa gelang gelang yang menancap di sekitarnya bergetar dengan hebat sebelum melesat kembali menuju ke arah Leo.


"Sial, dia bisa mengendalikan gelang gelang ini dengan kekuatan spiritual!" Leo tidak bisa menahan keterkejutannya, dia melompat ke atas kemudian mengayunkan pedangnya yang membuat hempasan angin dingin tersebar ke berbagai arah.


Dalam waktu singkat gelang gelang yang melesat ke arah Leo berubah menjadi bongkahan es dan ketika dihantam oleh pedang Leo, gelang gelang itu hancur menjadi berkeping keping.


"Menarik, kau bisa menghancurkan senjata spiritualku tapi kau tidak akan bisa menghancurkan semuanya karena senjata spiritualku tidak terbatas asalkan aku memiliki kekuatan spiritual!" Ujar orang yang dihadapi Oleh Leo.


Setelah mengatakan hal itu, Orang itu mengeluarkan gelang gelang dengan jumlah yang sangat banyak dan menyusunnya hingga gelang gelang itu berubah menjadi rantai yang sangat panjang dan tentunya mematikan.


Melihat hal itu, Leo segera mengayunkan pedangnya tapi karena hantaman rantai yang diayunkan oleh orang itu sangat kuat, Leo yang berada di udara terlempar mundur sangat jauh hingga ketika Leo membentur batang pohon dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, barulah dia berhenti.


"Aku tidak sekejam apa yang kau pikirkan, aku berikan kau satu kesempatan terakhir, bergabung dengan kami atau mati!" 


"Heh, kalian pikir Organisasi Kegelapan seperti kalian bisa mengajakku untuk bergabung, hanya dalam mimpi kalian!"


Leo mengatur posisinya kembali dan mengatur kuda kudanya, meskipun dia mendapatkan luka dalam yang sangat serius, jika dia tidak mengalahkan lawan yang ada di depannya maka mereka pasti akan terus membuat kekacauan.


"Kau cepat selesaikan anak itu atau aku harus turun tangan, ada sekelompok orang yang datang kemari dan jika mereka sampai maka peluang kita untuk bisa mengalahkan anak ini akan hilang sepenuhnya!" Ujar rekan orang yang mencoba menghabisi Leo saat ini.

__ADS_1


"Cerewet, aku akan mengurus ini sendiri jadi kalian diamlah, lagipula mereka belum sampai di sini!" ujar Orang yang dihadapi oleh Leo kemudian dia memunculkan lebih banyak gelang lagi dari gelang yang ada di tangannya dan mengaliri nya dengan kekuatan spiritual.


"Kami hanya mencoba mengingatkanmu karena jika kau gagal bukan hanya kau yang mendapatkan hukuman tapi kami juga"


"Aku tau jadi kalian baik baik melihat dari sana, aku akan mulai serius sekarang!" Ujar orang yang dihadapi oleh Leo saat ini.


Setelah mengatakan hal itu, semua gelang yang ada di tangannya dilemparkan dan gelang gelang itu melayang di udara membentuk pola pola yang sangat unik.


Bersamaan dengan pola unik itu gelang yang tengahnya tidak ada apapun mulai muncul semacam gelembung yang menyelimuti seluruh area sekitarnya, bukan hanya itu, cahaya matahari yang ada di dekatnya seolah ditangkap oleh gelembung gelembung sabun itu hingga tembakan tembakan cahaya keluar dari gelang gelang yang melayang di belakangnya.


Crash…crash…beberapa tembakan cahaya menembus tubuh Leo yang mencoba menahan semua tembakan gelang cahaya yang mengarah padanya, serangan tembakan cahaya yang dilakukan oleh lawan dihadapannya benar benar sangat cepat bahkan sulit untuk diikuti oleh mata telanjang.


Meskipun Leo berusaha menghindarinya,  beberapa serangan berhasil mendarat di tubuhnya meninggalkan lubang lubang yang mengalirkan darah.


"Seni Beladiri Naga: Sisik Naga Baja!" Leo membentuk sebuah dinding transparan yang terlihat seperti sisik naga di depannya di tengah tengah ledakan kekuatan yang terjadi ketika serangan yang dilancarkan oleh lawan dihadapannya sedang disibukkan dengan Naga Berzirah.


Serangan serangan yang mengarah ke arah Leo sukses ditahan dengan jurus yang dikeluarkan.


"Apa kau tidak bisa lebih cepat, jika orang orang itu sampai disini maka bukan hanya kau yang berada dalam kesulitan tapi kami juga akan mendapatkan kesulitan"


"Diam, aku bisa mengurus semua ini jadi jangan coba coba ikut campur"


"Hais, sayangnya sudah tidak ada waktu, jika kita tidak ikut campur maka kita bertiga akan dalam masalah" 

__ADS_1


Orang dengan senjata spiritual berupa tombak muncul tepat di belakang Leo sambil mengarahkan tombaknya ke arah pemuda itu, melihat hal itu Leo menggerakkan tubuhnya ke kanan sehingga serangan serangan lawan yang mengenakan gelang melesat menuju ke arah orang yang berniat menyerang Leo dari belakang.


Suara ledakan besar terjadi disusul orang bersenjata tombak yang melompat menjauh dari tempatnya sebelumnya kemudian dia menatap temannya dengan tatapan tajam.


"Kau bisa diam tidak, kita harus menghabisi anak ini secepatnya lalu pergi dari sini!" 


"Aku tidak peduli dengan alasan yang kau katakan, apapun alasannya anak ini harus mati di tanganku!" ujar orang bersenjata gelang semakin gencar melancarkan tembakan ke arah Leo bahkan dia tidak memperdulikan rekannya yang berada di dekat Leo saat ini.


"Apa apaan orang ini, dia sudah gila!"Ujar orang bersenjata tombak sambil menatap tekannya yang menggunakan pedang sebagai senjata yang terlihat sedang menyiapkan sebuah serangan.


"Teknik Pedang Neraka, Bilah Kematian" Ujar orang itu sambil mengayunkan pedangnya dan beberapa saat kemudian sebuah bola yang berisi ribuan tebasan pedang bergerak ke arah Leo.


Sesaat Leo bisa merasakan kematian datang menghampirinya, karena hal itu Leo mengalihkan perisai yang dia ciptakan menuju ke arah serangan pedang tanpa memperdulikan tembakan yang mengarah padanya.


Luka demi luka mulai terlihat di tubuh Leo yang mana luka luka itu membuat tubuh Leo merasa sangat sakit tapi bukan berhenti disana.


Ketika bola pedang yang mengarah ke arahnya berbenturan dengan perisai Sisik Naga yang dia ciptakan, seketika ledakan yang sangat besar terjadi dan pohon pohon yang ada di sekitar mereka terpotong menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya roboh ke berbagai tempat, debu memenuhi seluruh tempat selama beberapa saat hingga setelah debu yang menutupi wilayah itu hilang terlihat mata kiri Leo telah dibuat buta dengan sebuah tebasan yang lurus menembus matanya.


Darah mengalir dari mata Kiri Leo dan Leo bisa merasakan rasa sakit yang luar biasa di dalam tubuhnya seolah dirinya terbakar terutama di bagian matanya.


Tapi saat ini Leo masih bersikukuh memegang kedua senjata spiritualnya dengan gagah berani dan menatap ke arah ketiga orang yang menyerangnya dengan naga Berzirah yang siap bertempur di belakang Leo.


"Kalian, siapa kalian semua!" Ujar Viktor yang datang paling awal di tempat itu dan setelah melihat kedatangan Viktor ketiganya memilih untuk mundur dari sana karena mereka tahu bahwa saat ini mereka bukanlah lawan dari orang itu.

__ADS_1


__ADS_2