
Di dunia yang dikenal sebagai bumi, pada 1 milyar tahun yang lalu, sebuah peradaban manusia yang dikenal sebagai kultivator telah muncul.
Berbagai manusia dengan kemampuan luar biasa sudah tersebar di berbagai penjuru dunia, mereka mampu melayang di udara serta memiliki umur yang panjang, bahkan ada beberapa yang mencapai ranah keabadian.
Semua itu tidak lepas dari pengaruh tiga orang dengan kekuatan maha dahsyat yang dua ratus tahun terakhir tiba di bumi, mereka dikenal sebagai Dewa, Dewi dan Putri.
Keluarga kultivator dengan latar belakang misterius yang memiliki kekuatan tidak terhingga dan berasal dari dimensi lain.
Dewa dan Dewi sudah meninggalkan dunia itu, tapi Putri yang paling lemah dari ketiganya masih tinggal di bumi untuk menyelesaikan beberapa urusan.
Tahun demi tahun berlalu dan peradaban kultivator tercipta, tapi menciptakan peradaban kultivator di bumi bukanlah hal yang baik dan merupakan kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Putri, banyak orang karena menginginkan kekuatan mereka membunuh satu sama lain.
Bahkan perang demi perang yang tiada habisnya terjadi hingga bumi menjadi sebuah Medan perang berdarah yang dimanapun tempatnya pasti terjadi peperangan.
Leo sekali lagi dibawa masuk ke dalam bumi yang saat ini sedang kacau, dia bisa melihat setiap kejahatan yang dilakukan oleh penduduk bumi mulai dari pelecehan, pembunuhan, penindasan dan lain sebagainya.
Kejadian yang bahkan mengalahkan keganasan binatang manapun di seluruh dunia dan kegilaan yang bahkan lebih parah dibandingkan dengan kegilaan perang dunia kedua.
Kekacauan benar benar hadir dalam pandangan mata Leo saat ini dan moral manusia benar benar rusak karena kekuatan yang mereka miliki.
"Apa ini? Peperangan yang sangat mengerikan, bahkan salah satu dari mereka bisa membelah sebuah daratan dengan serangan yang mereka lakukan, dan kawah kawah itu, sepertinya sebelum pertarungan mereka, kawah itu adalah sebuah gunung" Guman Leo yang sangat terkejut akan apa yang terjadi di depan matanya.
Ketika tengah mengawasi pertarungan, Leo bisa melihat beberapa orang menggunakan cincin yang sama dengannya tapi dengan ukiran yang berbeda.
__ADS_1
Mereka mengibaskan tangan dan mengeluarkan berbagai hal dari dalam cincin itu dan beberapa menghilangkan berbagai hal dengan satu ayunan tangan yang mereka lakukan.
"Hai kau, simpan ini, cincin penyimpanan milikku sudah penuh" Ujar seorang di antara mereka menatap ke arah Leo dan seseorang berlari menembus tubuh Leo dari belakang.
"Hahaha, kita benar benar di untungkan dalam pertarungan ini!" Ujar orang yang baru datang sambil menunjukkan cincin penyimpanannya dengan penuh senyuman.
Tapi beberapa saat setelah itu Leo bisa melihat langit Mulai menjadi gelap dan beberapa bola api raksasa turun dengan daya hancur yang tidak bisa dibayangkan.
"Apakah wanita itu menghancurkan bumi dan seluruh isinya karena semua ini?" Ujar Leo dengan tubuh bergetar.
Meskipun dia memahami apa yang di inginkan oleh wanita yang dia temui di luar angkasa sebelumnya, tapi tetap saja menyaksikan kiamat di depan mata kepalanya adalah hal yang sangat mengetikan.
Ketika Leo menutup matanya, dia bisa merasakan tubuhnya kembali di sedot masuk ke dalam lubang hitam dan ketika dia membuka matanya, dia benar benar telah dikembalikan ke tempatnya semula dalam kondisi tertunduk dan tubuh yang basah karena keringat dingin terus mengalir membasahi sekujur tubuh Leo.
Kejadian yang terjadi beberapa saat yang lalu tidak bisa Leo lupakan meskipun dia menginginkannya, mengingatnya saja membuat Leo merasa bahwa kekuatan bisa membuat manusia menjadi monster dan menyebabkan kemusnahan masal.
"Jika manusia tumbuh menjadi kuat bisa membuat kekacauan seperti itu, akan lebih baik mereka jatuh kedalam perbudakan para orbion" Guman Leo dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan.
Ketika Leo masih dalam kondisi Syok setelah melihat kejadian barusan, ruangan itu dibuka dan Misari masuk ke dalam ruang perawatan.
Begitu Misari masuk, dia menemukan Leo yang tengah terduduk di atas lantai dengan tubuh yang bergetar ketakutan, entah apa yang terjadi pada Leo, tapi Misari tahu bahwa telah terjadi hal buruk ketika dia tidak ada di sana beberapa saat yang lalu.
"Leo, apa yang terjadi, kenapa kau duduk di lanta?" Ujar Misari bergegas membantu Leo, meskipun dia merasa kesal terhadap Leo, entah kenapa setelah melihat Leo dalam kondisi seperti ini membuatnya merasa khawatir.
__ADS_1
"Tidak apa apa, aku baik baik saja!" Ujar Leo kemudian mulai berdiri, tapi ketika baru setengah langkah untuk berdiri, Leo kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh.
Semua itu karena kedua kakinya terus menerus bergetar tanpa henti karena kejadian yang baru saja dia alami, jika Misari tidak ada mungkin Leo saat ini sudah menyentuh lantai.
Beruntung wanita itu denga sigap menangkap tubuh Leo yang akan terjatuh.
"Jika kau tidak kuat maka kau bisa tinggal lebih lama, aku tahu kau hari ini sudah bisa keluar dari sini tapi dilihat dari kondisimu..."
"Terimakasih, tapi aku sudah baik baik saja!" Ujar Leo kemudian dia berjalan menuju laci meja tempat Ryan menyimpan uang untuknya setra mengambil kitab jurus yang diberikan oleh gurunya itu.
"Ini untukmu, aku ingin keluar dan jalan jalan sebentar" Ujar Leo kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.
Sementara itu Misari hanya menatap kitab jurus pengendalian sihir api yang ada ditangannya dengan berbagai tanda tanya yang muncul di dalam pikirannya.
"Apa yang dia pikirkan, apakah dia berpikir aku adalah pengguna sihir api?" Guman Misari sambil menatap kitab sihir itu.
Misari hanya memiliki satu pendapat mengenai Leo saat ini, yaitu pemuda itu sepertinya mengalami sebuah masalah yang sangat sulit untuk dihadapi dan tengah memikirkan hal itu sampai sampai dia bersikap demikian.
Tapi Misari tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan orang lain, jadi untuk sementara dia akan diam dan ketika Leo meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah, mungkin dia akan turun dan membantunya meskipun dia sedikit enggan untuk melakukannya.
"Semoga tidak terjadi hal yang buruk pada Leo" Ujar Misari sambil tersenyum tipis menatap ke arah Leo yang mulai menghilang dari kejauhan.
"Heh, Misari kenapa kau terus memikirkannya, dia adalah sainganmu jadi yang harus kau pikirkan adalah bagaimana caranya mengalahkannya" Ujar Misari sambil menggeleng ngelengkan kepalanya kemudian dia pergi keluar dari ruang perawatan akademi.
__ADS_1