
"Tuan silahkan dinikmati, ini adalah teh hitam kayu Aro yang mampu membuat semua beban pikiran siapapun yang meminumnya hilang, teh ini juga baik untuk membuat Rileks"Ujar manajer Tom sambil menuangkan teh ke cangkir yang ada di meja Leo membuat baik Dinda maupun Masamune kebingungan.
"Terimakasih, Kau pasti tahu mengenai identitasku dari Tiffany bukan? Apa saja yang dikatakan oleh wanita itu pada kalian?"Tanya Leo seolah dia tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan oleh pemuda itu tapi nyatanya Leo benar benar sangat penasaran.
"Tuan benar, Tiffany mengatakan bahwa dia memberikan sebuah kartu VIP yang sangat berbeda dari kebanyakan tamu VIP lainnya pada seseorang yang sangat luar biasa dan sudah membuat tempat pelelangan kami mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit, atas nama tempat pelelangan di Indonesia kami mengucapkan terimakasih pada tuan" Ujar Manajer Tom.
Meskipun dia mengatakan hal itu, di dalam hatinya dia terus membaca mantra agar tidak salah berbicara di depan Leo dan menyinggung orang itu, karena menurut apa yang dikatakan oleh Tiffany, Leo adalah seorang peracik yang sangat hebat melebihi apa yang pernah mereka jumpai di semua tempat.
Pil kecantikan adalah salah satu buktinya, pil itu bisa membuat seluruh kota Lamongan menjadi heboh karena kehadirannya dan saat ini pil kecantikan menjadi benda paling mahal yang diinginkan oleh istri istri orang kaya.
Rumor mengenai pil kecantikan sudah menyebar sangat luas dan beberapa bulan belakangan telah menjadi pokok pembicaraan dari banyak keluarga kalangan atas.
Meskipun demikian kemanapun mereka mencari pil kecantikan itu, mereka tidak bisa menemukannya dan saat ini di tempat pelelangan kota Jakarta berisi semua orang kaya baik orang biasa yang memiliki banyak uang maupun para Hunter Hunter dengan nama yang besar.
Kebanyakan dari mereka menginginkan benda berharga untuk mereka dapatkan tapi ada satu benda lainnya yang menjadi incaran banyak orang saat ini yaitu sebuah artefak kuno yang memancarkan aura kematian yang sangat pekat.
__ADS_1
Dipercaya bahwa artefak kuno itu adalah sesuatu yang berisi banyak hal mengerikan di dalamnya dan sebuah harta Karun Kuno yang nilainya mencapai milyaran rupiah.
Seharusnya jika tempat pelelangan bisa menelitinya itu mungkin akan sangat menguntungkan bagi mereka semua akan tetapi karena aura kematian itu, mereka seolah olah tidak bisa menjangkaunya bahkan orang dengan kekuatan pembentukan tulang sekalipun akan terpental ketika bersentuhan dengan artefak kuno itu.
"Apakah tuan kemari hanya ingin menghadiri Lelang, aku mendengar tuan adalah seorang peracik yang sangat hebat, jika boleh kami juga ingin melihat hasil racikan dari tuan"Ujar Manajer Tom dengan tawa canggungnya.
"Kebetulan sekali aku ingin menjual beberapa pil" Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan tiga toples yang mana masing masing toples setidaknya berisi tiga puluh butir pil.
"Aku memiliki tiga jenis pil di sini, ini adalah pil kecantikan yang sering dibicarakan oleh orang orang (Leo menunjuk sebuah toples berisi pil berwarna kuning) ini adalah pil atribut (Ujar Leo menunjuk toples berisi pil berwarna biru) dan yang ini adalah pil segala penyakit( Leo menunjuk botol terakhir berisi pil berwarna merah muda)
Apa yang dikatakan oleh Leo membuat siapapun terkejut, bahkan Masamune dan Dinda sampai tidak bisa berkata kata dengan apa yang Leo perbuat di depan mata mereka saat ini, mereka benar benar melihat sosok seorang anak yang memiliki bakat menghasilkan banyak uang dengan begitu mudah tapi lebih memilih membuang waktu di atas arena untuk uang receh.
Semua pil yang dikeluarkan oleh Leo sama dengan pil yang keberadaanya menantang langit, meskipun sebenarnya pil pil itu adalah pil yang kelasnya paling rendah yang dikatakan oleh kubus misterius sebelumnya tapi bagi manusia zaman modern, pil itu bagaikan anugrah dari para dewa.
"Sepertinya mereka semua terkejut, melihat pil seperti ini saja membuat mereka begitu syok, apalagi ketika mereka semua melihat pil dewa yang sebenarnya, bahkan pil segala penyakit bisa menumbuhkan anggota tubuh yang rusak maupun menghidupkan orang yang hampir mati, semua pil ini jika dibandingkan dengan sebutir pil dewa sebenarnya hanya bisa dikatakan sampah" Batin Leo.
__ADS_1
Meskipun Leo tidak bisa membuat pil dewa yang sesungguhnya, tapi baginya semua pil itu sudah cukup karena jika dia melakukannya maka kehancuran yang sama seperti milyaran tahun lalu akan terjadi dan bumi akan benar benar hancur.
"Tuan, semua pil ini setidaknya memiliki harga jual mencapai 20 milyar lebih, kami akan berusaha menjualnya dalam lelang dan jika tuan menginginkan sesuatu, maka tuan bisa mengatakannya pada kami" Ujar Manajer Tom dengan tulus.
Mendengar kata 20 milyar Dinda dan Masamune hampir tidak bisa menahan diri mereka, uang sebanyak itu jika disusun di atas meja mereka saat ini, mungkin meja itu tidak akan cukup untuk menyusunnya.
"Temanku ingin Batu Angin yang aku dengar dijual di pelelangan ini"
"Ah batu angin itu, aku akan segera mengambilnya dan memberikannya pada tuan, tuan tidak usah khawatir karena kami tidak ingin meminta bayaran dari batu itu" Ujar Manajer Tom yang mana hal itu membuat Dinda hanya bisa menundukkan kepalanya.
Dia benar benar kalah telak dalam perjanjian ini dan jika dia menolak untuk membentuk kelompok bersama Leo, maka selamanya dia akan menjadi budak bagi orang itu.
"Tuan, untuk pembagian keuntungan…"
"Tidak perlu, kalian sudah banyak membantuku jadi aku akan ambil 20 milyar itu dan untuk keuntungan sisanya, kau bisa mengambilnya, lagipula aku sudah cukup banyak mendapat keuntungan dengan uang sebanyak itu" Ujar Leo yang mana hal itu membuat pemuda itu sangat bersemangat dan dengan cepat dia memanggil pelayannya untuk menyiapkan batu angin yang diminta oleh Leo serta uang 20 milyar.
__ADS_1